Daily News 19 August 2025
-
CPIN
Charoen Pokphand Indonesia Tbk
-
Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) mengeksekusi transaksi Rp430,98 miliar. Transaksi itu melibatkan entitas perseroan yaitu Charoen Pokphand Jaya Farm, dan Satwa Utama Raya. Transaksi afiliasi itu, telah diteken pada 15 Agustus 2025. Transaksi itu, berupa pembelian sejumlah fasilitas pembibitan unggas oleh Charoen Pokphand Jaya Farm dari Satwa Utama. Charoen Pokphand Jaya anak usaha perseroan secara langsung dengan porsi saham 99,99 persen, dan Satwa Utama, entitas usaha perseroan secara tidak langsung.
Objekt transaksi beberapa bidang tanah untuk fasilitas pembibitan. Antara lain tanah 133.833 meter persegi (m2) dan bangunan Rp48,43 miliar. Tanah 3.333 m2 dan bangunan Rp6,39 miliar. Tanah 11.450 m2 dan bangunan Rp3,43 miliar, dan mesin dan peralatan Rp15,74 miliar. Aset-aset itu, berada di Balongsari, Megaluh, Jombang, Jawa Timur.
https://emitennews.com/news/cpin-eksekusi-transaksi-rp43098-miliar-telisik-rinciannya
-
PANI
Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.
-
Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) per 30 Juni 2025 meraup laba Rp285,86 miliar. Surplus tipis 0,35 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp284,86 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian emiten Aguan susut menjadi Rp16,93 dari sebelumnya Rp18,23. Pendapatan bersih Rp1,64 triliun, melejit 22,38 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,34 triliun.
Beban pokok pendapatan Rp680,07 miliar, bengkkak 14,35 persen dari periode sama tahun lalu Rp594,68 miliar. Laba kotor tercatat Rp965,36 miliar, melesat 28,37 persen dari fase sama 2024 senilai Rp751,97 miliar. Beban penjualan Rp59,43 miliar, bertambah dari Rp55,81 miliar. Beban umum dan administrasi Rp168,81 miliar, bengkak dari Rp125,47 miliar.
Bagian atas rugi bersih entitas asosiasi Rp14,29 miliar, bengkak dari Rp3,53 miliar. Penghasilan keuangan Rp59,47 miliar, bertambah dari Rp56,14 miliar. Beban keuangan Rp27,17 miliar, bengkak dari Rp14,45 miliar. Beban pajak final Rp105,73 miliar, makin bengkak dari Rp36,43 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan Rp649,03 miliar, naik dari Rp572,08 miliar. Laba periode berjalan Rp648,99 miliar, mengalami pertumbuhan dari edisi sama tahun lalu Rp565,04 miliar.
https://emitennews.com/news/naik-tipis-emiten-aguan-pani-medio-2025-raup-laba-rp28586-miliar
-
PGAS
Perusahaan Gas Negara Tbk.
-
Tekanan gas di dalam infrastruktur pipa milik Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang sempat terhambat pada beberapa waktu lalu, berangsur stabil kembali. Dampaknya, restorasi diperlukan melalui tambahan pasokan guna menjamin terpenuhi distribusi energi. Menyikapi kondisi tersebut, dalam siaran resmi Perseroan yang terbit Minggu (17/8) Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) bersama Kementerian ESDM, SKK Migas, PT. Pertamina (Persero), serta pemangku kepentingan terkait melakukan koordinasi intensif guna menjaga stabilisasi pasokan gas bagi pelanggan di Jawa Barat dan sebagian Sumatera.
“Hal ini merupakan bentuk sinergi PGN dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengupayakan stabilisasi dan penguatan pasokan gas, untuk memastikan keberlangsungan layanan kepada pelanggan,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman pada Minggu (17/8).
https://emitennews.com/news/pgn-pgas-ungkap-pasokan-gas
-
SMMA
Sinarmas Multiartha Tbk.
-
Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) melancarkan aksi baru guna memperkuat struktur permodalan anak usahanya, PT. Rizki Lancar Sentosa, dengan suntikan investasi senilai Rp365,05 miliar. Direktur Utama SMMA, Burhanuddin Abdullah dalam keterangannya Jumat (15/8), menjelaskan tambahan modal itu dilakukan melalui dua skema, yakni konversi utang menjadi saham sebesar Rp340 miliar dan penyetoran tunai senilai Rp25,05 miliar.
“Transaksi ini terdiri dari dua bagian, yaitu konversi utang menjadi saham sebanyak 340.000 saham dan pengeluaran saham baru sebanyak 25.055 saham dengan nilai penyetoran tunai sebesar Rp25,055 miliar,” jelasnya. Burhanuddin menegaskan bahwa nilai penyertaan modal tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan, sehingga tidak tergolong transaksi material.
https://emitennews.com/news/grup-sinarmas-smma-suntik-anak-usaha-rp365m-kenapa