Daily News 04 December 2025
-
ADHI
Adhi Karya (Persero) Tbk
-
PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan kontrak baru senilai Rp14,1 triliun per 30 November 2025, melonjak 80,76% dibanding capaian Oktober 2025 sebesar Rp7,8 triliun. Komposisi kontrak baru tersebut didominasi proyek gedung dengan kontribusi sekitar 65%, disusul infrastruktur 20%, EPC 5%, dan kategori lainnya 10%. Dari sisi sumber pendanaan, porsi terbesar masih berasal dari pemerintah (74%), kemudian BUMN/BUMD 19%, dan sektor swasta 7%, menegaskan posisi ADHI sebagai kontraktor yang sangat terintegrasi dengan proyek-proyek strategis nasional.
Dilihat dari lini bisnis, perolehan kontrak masih ditopang kuat oleh segmen engineering & konstruksi dengan kontribusi sekitar 93%, sementara property & hospitality menyumbang 4%, manufaktur 1%, dan investasi & konsesi 2%. Lonjakan kontrak baru utamanya datang dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah, termasuk gedung dan kawasan lembaga legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek Sekolah Rakyat Tahap II di Provinsi Jawa Tengah, Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tahap II, serta Pembangunan Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru.
Pencapaian kontrak baru tersebut mencerminkan strategi ADHI untuk memperkuat portofolio proyek, menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha, dan mengamankan pipeline pendapatan jangka menengah. Dengan basis proyek yang semakin solid dan eksposur tinggi pada proyek pemerintah, manajemen memandang capaian ini sebagai penguat kinerja operasional dan keuangan ke depan, sekaligus memperkokoh peran ADHI dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional.
https://emitennews.com/news/adhi-raih-kontrak-rp141-t-proyek-ini-paling-dominan
-
MPXL
MPX Logistics International Tbk.
-
PT. MPX Logistics International Tbk. (MPXL) mengumumkan perubahan penting pada salah satu entitas anaknya, PT. MPX Indorental Gemilang, yang kini resmi berganti nama menjadi PT. MPX Indo Gemilang (MIG). Perubahan yang efektif per 27 November 2025 ini juga disertai perluasan kegiatan usaha, menandai ekspansi MIG dari bisnis utama penyewaan kendaraan ke lini usaha baru yang lebih luas. Perseroan kini menambah aktivitas penyewaan mesin pertambangan dan energi (KBLI 77395), jasa reparasi mobil (KBLI 45201), serta perdagangan besar suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor (KBLI 45301). Seluruh perubahan telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM melalui SK Menteri serta dituangkan dalam Akta Keputusan RUPS No. 13 tanggal 24 November 2025.
Manajemen menyampaikan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem bisnis MPXL, khususnya dengan memasuki segmen pendukung pertambangan, energi, dan otomotif yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan adanya penambahan lini usaha tersebut, MIG tidak hanya berperan sebagai perusahaan rental, tetapi juga sebagai penyedia layanan pendukung operasional yang lebih lengkap bagi klien korporasi. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa seluruh hak dan kewajiban MIG tetap berlaku serta tidak berubah akibat proses ini.
James S. Chandra, Direktur MPXL, menuturkan bahwa perubahan nama dan penambahan cakupan usaha tidak menimbulkan dampak material terhadap operasional MPXL maupun kondisi keuangan konsolidasian. Dengan langkah ini, MPXL berharap portofolio bisnis menjadi lebih beragam dan adaptif terhadap kebutuhan pasar, sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan usaha tanpa menambah risiko yang signifikan bagi perseroan.
https://emitennews.com/news/mpx-logistics-mpxl-tambah-lini-bisnis-baru-ini-rinciannya
-
SSIA
Surya Semesta Internusa Tbk
-
PT. Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mengeksekusi transaksi inbreng jumbo senilai sekitar Rp1,66 triliun untuk memperkuat dan mengonsolidasikan segmen perhotelan di bawah PT. Suryalaya Anindita International (SAI), efektif per 1 Desember 2025. Skema ini mencakup pengalihan saham SSIA di PT. Sitiagung Makmur (SAM), PT. Surya Internusa Hotels (SIH), dan PT. Surya Semesta Realti (SSR) kepada SAI, disertai pengalihan saham PT. TCP Internusa (TCP) di SAM serta inbreng tanah milik TCP ke SAI. Nilai inbreng saham meliputi 493,20 juta saham SAM senilai Rp366,93 miliar, 823.329 saham SIH senilai Rp379,05 miliar, dan 85,42 juta saham SSR senilai Rp117,66 miliar, sementara inbreng tanah tercatat sekitar Rp803,55 miliar. Sebagai kompensasi, SAI menerbitkan 17.102 saham baru kepada entitas-entitas pengalihan.
Langkah ini merupakan konsolidasi internal seluruh unit dan aset perhotelan SSIA agar kinerja segmen dapat dipantau secara terpadu melalui laporan konsolidasi SAI. Dengan struktur kepemilikan yang lebih terpusat, manajemen berharap pemanfaatan aset hotel dan land bank menjadi lebih optimal, proses pengambilan keputusan lebih efisien, dan efektivitas pengendalian operasional meningkat. Portofolio yang digabung mencakup hotel-hotel eksisting serta sejumlah lahan yang direncanakan dikembangkan menjadi hotel atau fasilitas penunjang bisnis perhotelan, sehingga memberi ruang bagi ekspansi organik ke depan.
Pasca-transaksi, aset dan ekuitas SAI akan meningkat signifikan, memperkuat kapasitasnya untuk mengakses pendanaan eksternal khusus bagi klaster perhotelan SSIA. Manajemen menilai struktur baru ini akan mendukung pertumbuhan pendapatan grup secara konsolidasian serta meningkatkan imbal hasil investasi bagi pemegang saham melalui sinergi skala, visibilitas bisnis hotel yang lebih jelas, dan posisi tawar yang lebih kuat di industri perhotelan―terutama mengingat selama ini SSIA lebih dikenal sebagai pemain konstruksi dan kawasan industri.
https://emitennews.com/news/ssia-ungkap-transaksi-jumbo
-
UNTR
United Tractors Tbk
-
PT. United Tractors Tbk. (UNTR) memperluas diversifikasi bisnisnya dengan mendirikan entitas baru bernama PT. Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL), dengan tanggal pendirian tercatat pada 2 Desember 2025. Perusahaan ini dibentuk melalui dua anak usaha UNTR, yakni PT. Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT. Energia Prima Nusantara (EPN), sebagaimana tertuang dalam Akta Pendirian No. 125 tanggal 21 November 2025. NINL akan bergerak di industri pembuatan logam dasar bukan besi serta perdagangan besar logam dan bijih logam, sehingga menempatkan UNTR lebih dalam ke rantai nilai hilir mineral, khususnya nikel.
Struktur kepemilikan NINL menunjukkan pengendalian penuh UNTR lewat DTN, yang menggenggam 99,90% saham atau setara 9.990.000.000 lembar, sementara EPN memegang 0,10% atau 10.000.000 lembar saham. Model ini konsisten dengan pola UNTR yang mengembangkan lini usaha baru melalui entitas-entitas terkendali, sehingga memudahkan integrasi operasional dan pengambilan keputusan strategis di level grup. Pendirian NINL menjadi bagian dari strategi jangka panjang UNTR untuk mengembangkan bisnis jasa dan pengolahan mineral nikel sejalan dengan agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas di Indonesia.
Manajemen menegaskan bahwa penyertaan saham DTN dan EPN di NINL saat ini tidak memberikan dampak material terhadap operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan UNTR dalam jangka pendek. Namun secara strategis, langkah ini membuka jalur ekspansi baru di sektor pengolahan nikel yang ke depan berpotensi menambah diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat positioning UNTR di ekosistem energi dan mineral, serta mengurangi ketergantungan terhadap siklus bisnis alat berat dan kontraktor tambang semata.
https://emitennews.com/news/garap-industri-nikel-united-tractors-untr-dirikan-anak-usaha-baru