Daily News 21 January 2026
-
BLUE
Berkah Prima Perkasa Tbk.
-
PT. Berkah Prima Perkasa Tbk. (BLUE) memastikan negosiasi akuisisi oleh Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited terus berproses. Dragonmine akan menyerap 80 persen saham perseroan. Nantinya, Dragonmine akan mengakuisisi 334,4 juta saham perseroan. Proses negosiasi dimaksud masih berlangsung, dan belum ada kesepakatan final yang mengikat para pihak.
”Proses akuisisi masih dalam tahap due diligence, dan negosiasi untuk pembuatan perjanjian yang mengikat,” tegas Herman Tansri, Direktur Utama Berkah Prima. Proses negosiasi atas rencana pengambilalihan saham Berkah Prima Perkasa yaitu Herman Tansri, Siek Agung Guntoro, Fajar Tasrif, Rudy Tasrif, dan PT Cetak Biru Kapital dengan Dragonmine tengah berlangsung.
Negosiasi dilakukan secara langsung oleh calon pengendali bBaru dengan para penjual. Menyusul negosiasi alot itu, saham perseroan bergerak impresif. Kemarin saham perseroan melesat 150 poin alias 2,96 persen menjadi Rp5.225 per lembar. Sepanjang tahun ini, saham Berkah Prima melambung 2.025 poin alias 63,28 persen dari awal tahun di kisaran Rp3.200.
https://emitennews.com/news/negosiasi-alot-saham-blue-terus-meroket
-
BUVA
Bukit Uluwatu Villa Tbk.
-
PT. Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) mengumumkan rencana Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dalam jumlah signifikan. Dalam keterbukaan informasi kepada pemegang saham, Selasa, 20 Januari 2026, Perseroan menyampaikan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru yang berasal dari saham portepel.
Jumlah tersebut setara dengan maksimal 203,11 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Saham baru tersebut akan diterbitkan dengan nilai nominal Rp50 per saham. Aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan sekaligus memberikan tambahan dana guna mendukung kinerja dan pengembangan usaha ke depan.
Manajemen menegaskan, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD II berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 67,01 persen dari total saham yang dimiliki.
https://emitennews.com/news/buva-siapkan-rights-issue-jumbo-potensi-dilusi-capai-67-persen
-
SGRO
Prime Agri Resources Tbk.
-
PT. Prime Agri Resources Tbk. (SGRO), melaporkan telah merealisasikan seluruh dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah I hingga akhir Desember 2025. Seluruh dana tersebut digunakan perseroan untuk pelunasan lebih awal atas sebagian utang bank. Berdasarkan laporan resmi manajemen, SGRO memperoleh dana sebesar Rp200 miliar dari hasil penawaran umum, yang terdiri atas Obligasi senilai Rp75 miliar dan Sukuk Ijarah sebesar Rp125 miliar.
Efek tersebut telah dinyatakan efektif pada 4 Juli 2025. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp5 miliar, perseroan mengantongi dana bersih Rp195 miliar. Dalam realisasinya, SGRO menggunakan 100% dana bersih tersebut untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok utang bank.
Secara rinci, dana hasil obligasi dialokasikan sebesar Rp72,89 miliar, sementara dana dari sukuk ijarah mencapai Rp122,10 miliar untuk pelunasan utang. Penggunaan dana ini sesuai dengan rencana yang telah disampaikan perseroan sejak awal pelaksanaan penawaran umum.
https://emitennews.com/news/sgro-realisasikan-seluruh-dana-sukuk-dan-obligasi-rp195-miliar
-
SSMS
Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
-
Pemegang saham PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS), PT. Putra Borneo Agro Lestari, kembali meraup tambahan porsi kepemilikan sahamnya di SSMS. Aksi borong saham tersebut terkuak di saat Kamis, 15 Januari 2026 lalu. SSMS dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan Senin (19/1) mengungkapkan bahwa Putra Borneo membeli 122.905.000 lembar saham SSMS dengan harga Rp1.545 per saham. Total nilai transaksi ini tertakar sekitar Rp189,9 miliar.
“Tujuan dari transaksi ini adalah untuk pembelian saham dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen SSMS dalam keterangannya. Atas hal ini, kepemilikan saham Putra Borneo di SSMS terkerek naik menjadi 1.088.101.485 lembar saham atau setara 11,42 persen, dibandingkan sebelumnya 965.196.485 lembar saham atau 10,13 persen. Kalkulasinya, Putra Borneo menambah porsi kepemilikan sebesar 1,29 persen.
https://emitennews.com/news/saham-emiten-sawit-ssms-diborong-putra-borneo-agro-rp190m