Daily News 26 January 2026
-
ARTO
Bank Jago Tbk.
-
PT. Bank Jago Tbk. (ARTO) telah menuntaskan private placement Rp124,52 miliar. Sayannya, aksi berskema Management and Employee Stock Option Program (MESOP) nihil transaksi. Akibatnya, penerbitan 57,91 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per helai tanpa peminat. Periode MESOP terhitung sejak 1 Desember 2025 sampai 15 Januari 2026. Pelaksanaan opsi sepanjang 30 hari bursa terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama 55,41 juta lembar senilai Rp119,15 miliar.
Lalu, tahap dua menyediakan opsi 2,5 juta lembar senilai Rp5,37 miliar. Dengan demikian, jumlah MESOP belum dieksekusi dan masih berlaku 124.806.600 lembar dari total jumlah opsi 138.350.000 saham. Itu terdiri dari tahap I periode I sebanyak 115.306.600 lembar, dan tahap II periode II sejumlah 9.500.000 saham. So, jumlah saham perseroan tercatat 13,86 miliar eksemplar.
https://emitennews.com/news/periode-berakhir-mesop-bank-jago-arto-nihil-transaksi
-
MMIX
Multi Medika Internasional Tbk.
-
PT. Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) menetapkan segmen baby care sebagai mesin pertumbuhan utama pada 2026, seiring strategi Perseroan memperkuat bisnis FMCG berbasis manufaktur dan brand. Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek, menyampaikan bahwa kontribusi segmen Mom & Baby diproyeksikan tetap dominan di kisaran 40?50 persen dari total pendapatan 2026. Kinerja ini ditopang peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa, serta penguatan distribusi.
Sementara itu, lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan menyumbang 15?20 persen terhadap pendapatan, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan harian. “Baby care tetap menjadi fokus utama kami, dengan diversifikasi selektif di personal care dan adult care untuk menjaga pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Mengky, dalam keterangannya, Sabtu, 24 Januari 2026.
https://emitennews.com/news/mmix-gaspol-bisnis-baby-care-usai-balikkan-rugi-jadi-laba-di-2025
-
PACK
Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.
-
PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) mendistribusikan obligasi wajib konversi (OWK) Rp3,25 triliun hari ini. OWK itu mengiringi right issue 32,58 miliar saham baru dengan nominal Rp10. Dibanderol harga pelaksanaan Rp100, right issue bernilai Rp3,25 triliun. Setiap pemegang 5 saham lawas dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Di mana, setiap satu HMETD memberi hak kepada pemegangnya membeli satu OWK dengan harga pelaksanaan Rp100, per 1 unit OWK. Konversi dari OWK menjadi saham biasa dapat dilakukan sejak 1 hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga sebelum tanggal jatuh tempo OWK pada 21 Januari 2027. Rasio konversi 1:1, di mana setiap pemilik 1 OWK dapat mengonversi OWK menjadi 1 saham baru jika tidak terdapat penyesuaian pada harga konversi.
https://emitennews.com/news/ingat-hari-ini-distribusi-owk-pack-rp325-triliun
-
PGEO
Pertamina Geothermal Energy Tbk.
-
PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berhasil meraih peringkat pertama dalam seleksi Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi Cubadak Panti, Sumatra Barat, yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi, dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (25/1/2026), PGE mencatatkan nilai tertinggi 87,01, sekaligus ditetapkan sebagai calon pelaksana PSPE untuk wilayah tersebut.
Selanjutnya, Perseroan akan menjalankan seluruh ketentuan administratif sesuai regulasi pemerintah. Wilayah PSPE Cubadak Panti berlokasi di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat, dengan luas area mencapai ±29.897 hektare. Berdasarkan data awal, area ini diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi (possible reserves) sebesar 77 megawatt electric (MWe).
https://emitennews.com/news/menang-seleksi-esdm-pgeo-keruk-potensi-77-mw-geothermal-cubadak-panti