Daily News 10 February 2026

February 10, 2026 No. 2985

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) kembali mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Mulai total aset, pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK). Itu menunjukkan BTN mampu menjaga pertumbuhan stabil, dan solid dengan indikator keuangan sehat di tengah berbagai tantangan, dan dinamika makroekonomi.

Memasuki usia ke-76 tahun pada 9 Februari 2026, BTN mengumumkan sepanjang 2025 membukukan total aset konsolidasian Rp527,8 triliun, atau tumbuh 12,4 persen yoy. Capaian aset itu, merupakan bukti kiprah BTN selama 76 tahun telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan sektor informal, dengan pangsa pasar KPR mencapai 39 persen secara nasional.

Atas peran esensial sektor perumahan nasional itu, BTN sukses membukukan laba bersih konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, bertumbuh double digit sebesar 16,4 persen year-on-year (yoy) dibanding periode sama 2024 sebesar Rp3,0 triliun. “BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis makin efisien berkat transformasi konsisten dilakukan berbagai lini.

Ini hasil penerapan strategi bisnis cermat, pengelolaan keuangan sehat, dan disiplin,” tutur Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, di Jakarta, Senin (9/2).

https://emitennews.com/news/surplus-164-persen-bbtn-2025-raup-laba-rp35-triliun

INDS

Indospring Tbk

PT. Indospring Tbk. (INDS) memperluas jangkauan ekspor. Emiten produsen komponen otomotif itu, membidik, dan menargetkan pasar kawasan Timur Tengah, sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Segmen pendapatan perseroan saat ini dari tiga pasar utama: pasar Original Equipment Manufacturer (OEM) domestik, pasar after market atau replacement spare part, serta pasar ekspor.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2/2026), Direktur INDS Bob Budiono menilai pasar Timur Tengah memiliki potensi besar dan relevan dengan portofolio produk perseroan. Karakteristik pasar kawasan tersebut dinilai memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, terutama dari sisi kendaraan komersial.

"Kami melihat pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang serupa dengan Indonesia, khususnya pada dominasi truk merek Jepang yang memiliki spesifikasi dan model identik. Oleh karena itu, strategi perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah guna memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Bob Budiono.

https://emitennews.com/news/perluas-jangkauan-ekspor-indospring-inds-bidik-pasar-timur-tengah

ISAT

Indosat Tbk

PT. Indosat Tbk. (ISAT) membukukan kinerja solid sepanjang 2025 dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,51 triliun, setara dengan laba per saham Rp170,84. Capaian tersebut tumbuh 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,92 triliun (Rp152,27 per saham). Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan ISAT tercatat Rp58,52 triliun, naik 1,18% dari Rp55,86 triliun pada 2024.

Kontributor utama masih berasal dari segmen selular senilai Rp47,35 triliun, disusul segmen MIDI sebesar Rp8,34 triliun dan telekomunikasi tetap Rp817,59 miliar. Di sisi beban, perseroan mencatat kenaikan tipis 0,43% menjadi Rp45,24 triliun. Meski demikian, ISAT mengalami tekanan dari kerugian selisih kurs sebesar Rp16,60 miliar, berbalik dari keuntungan kurs Rp51,79 miliar pada tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga menurun signifikan.

https://emitennews.com/news/laba-2025-isat-tumbuh-dua-digit-arus-kas-operasi-tembus-rp215t 

KIJA

Kawasan Industri Jababeka Tbk

PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estate Rp3,6 triliun, melampaui target Rp3,5 triliun. Capaian itu, merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, dan mencerminkan pertumbuhan 13 persen dibanding edisi sama 2024 senilai Rp3,19 triliun. Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Pada 2025, marketing sales Cikarang mencapai Rp1,1 triliun meningkat 5 persen secara tahunan (year-on-year), dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare seluruh segmen. Pencapaian itu, terutama dari penjualan tanah matang kawasan industri Rp567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektare (ha). Sementara untuk produk tanah dan bangunan Rp365,4 miliar, dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) Rp292,7 miliar, dan produk residensial komersial Rp72,7 miliar.

Nah, dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) total Rp860 miliar, 48 persen investor domestik sedang 52 persen dari investor asing terutama Korea dan China. 

https://emitennews.com/news/lampaui-target-kija-catat-marketing-sales-rp36-triliun

OMED

Jayamas Medica Industri Tbk.

PT. Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED), memaparkan prospek usaha tahun 2026 didukung permintaan struktural sektor kesehatan nasional, dan ketahanan permintaan dari segmen kesehatan swasta. Apalagi, sektor kesehatan Indonesia terus memperoleh dukungan kuat dari pemerintah.  Itu tercermin dari peningkatan anggaran kesehatan nasional sebesar 16 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp244 triliun pada 2026 dari edisi 2025 di level Rp211 triliun.

Kebijakan pemerintah tetap fokus pada peningkatan aksesibilitas, keterjangkauan, keberlanjutan sistem kesehatan jangka panjang, penguatan kapabilitas industri kesehatan, dan farmasi dalam negeri. Meski program Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) tetap berperan penting dalam memperluas akses layanan kesehatan, tekanan pendanaan masih berlanjut seiring rasio klaim melampaui penerimaan iuran.

Nah, dalam konteks itu, segmen layanan kesehatan swasta diperkirakan tetap resilien.

https://emitennews.com/news/omed-paparkan-prospek-2026