Daily News 12 February 2026
-
BTPS
Bank BTPN Syariah Tbk.
-
PT. Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama pertumbuhan laba. Capaian tersebut tidak lepas dari peran seluruh elemen dalam memberdayakan masyarakat inklusi untuk membangun perilaku unggul sebagai kunci sukses. Bank menegaskan komitmen menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat inklusi melalui model bisnis pendampingan terbukti efektif, dan relevan.
Pendampingan fokus pada penguatan empat perilaku unggul yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), sehingga masyarakat inklusi mampu bertahan dalam berbagai situasi. Pendekatan itu, dinilai paling tepat dalam memberdayakan segmen ultra mikro. Di mana, BTPN Syariah tidak hanya mendampingi dalam memberikan akses keuangan, tetapi juga memberikan akses pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas hidup nasabah.
https://emitennews.com/news/berdayakan-ultra-mikro-btps-raup-laba-rp12-triliun
-
EMAS
Merdeka Gold Resources Tbk.
-
Entitas PT. Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) meneken transaksi senilai Rp9,84 triliun. Transaksi itu melibatkan perusahaan terkendali yaitu PT. Pani Bersama Tambang (PBT), dan PT. Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS). Perjanjian kerja sama itu, telah dipatenkan pada 6 Februari 2026. Berdasar perjanjian, kedua entitas usaha tersebut sepakat untuk mengadakan kerja sama kegiatan pengolahan, dan pemurnian atas produk hasil pertambangan Puncak Emas.
Itu dilakukan supaya peningkatan nilai tambah berupa bijih menggunakan alat Pani Bersama Tambang. Kerja sama tersebut efektif berlaku sejak 6 Februari 2026 sampai dengan dua tahun. Dan, akan terus diperpanjang secara otomatis dengan periode sama sampai dilakukan pengakhiran. ”Transaksi untuk mendukung kelancaran operasional tambang Emas Pani,” tegas manajemen Merdeka Resources.
https://emitennews.com/news/emas-eksekusi-transaksi-rp984-triliun-intip-detailnya
-
IRSX
Folago Global Nusantara Tbk.
-
PT. Matra Tri Abadi, pemegang saham pengendali PT. Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX), baru melakukan aksi korporasi yang mencuri perhatian pasar. Sang pengendali itu, mempertegas komitmen terhadap masa depan perusahaan dengan menambah porsi kepemilikan saham dalam jumlah signifikan. Aksi beli tersebut berupa pemborongan 129.673.000 lembar. Transaksi itu, dieksekusi pada harga Rp500 per lembar senilai Rp64,83 miliar.
Usai pembelian itu, kepemilikan PT. Matra Tri Abadi atas saham IRSX naik menjadi 56,98 persen dibanding sebelumnya 54,88 persen. Secara kebiasaan di pasar modal, langkah strategis ini bisa dilihat sebagai sinyal bullish kuat. Kala pemegang saham pengendali menyuntikkan dana segar dalam skala besar, hal tersebut mencerminkan optimisme mendalam terhadap nilai intrinsik, dan potensi pertumbuhan IRSX di masa mendatang.
https://emitennews.com/news/proses-right-issue-pengendali-borong-saham-irsx-rp6438-miliar
-
NIKL
Pelat Timah Nusantara Tbk.
-
PT. Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) sepanjang 2025 mengemas laba USD973,38 ribu. Meroket 5.263 persen dari episode sama tahun sebelumnya tekor USD18,85 ribu. Dengan demikian, laba per saham emiten asuhan Krakatau Steel tersebut menjadi surplus USD0,00039 dari minus USD0,00001. Penjualan terkumpul USD139,82 juta, melorot 10,21 persen dari sebelumnya USD155,72 juta. Beban pokok penjualan USD131,71 juta, mengalami penyusutan dari edisi sama akhir 2024 sebesar USD146,33 juta.
Laba kotor tercatat USD8,1 juta, mengalami perosotan dari akhir tahun sebelumnya USD9,39 juta. Beban penjualan dan distribusi USD2,71 juta, turun dari USD3,48 juta. Beban administrasi USD2,52 juta, ciut dari USD2,75 juta. Biaya keuangan USD2,58 juta, turun dari USD3,48 juta. Rugi selisih kurs USD558,95 ribu, berkurang dari USD1,54 juta. Penjualan scrap USD970,46 ribu, susut dari USD1,42 juta.
https://emitennews.com/news/sudahi-episode-negatif-laba-nikl-meroket-5263-persen
-
SMMA
Sinarmas Multiartha Tbk.
-
PT. Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) mengumumkan pemberian pinjaman kepada anak usahanya, PT. Sinar Mas Multifinance, dengan nilai komitmen maksimal mencapai Rp800 miliar. Informasi tersebut disampaikan Perseroan dalam keterbukaan informasi pada Rabu (11/2/2026). Direktur SMMA Felix menjelaskan, perjanjian pinjaman telah ditandatangani pada 10 Februari 2026 dengan jangka waktu lima tahun.
Pinjaman tersebut dikenakan suku bunga sebesar 8,25% efektif per tahun, yang wajib dibayarkan setiap akhir bulan atau saat jatuh tempo. Felix menegaskan, nilai pinjaman tidak melebihi 20% dari ekuitas Perseroan sehingga transaksi tersebut tidak tergolong material sesuai ketentuan pasar modal.
https://emitennews.com/news/smma-tambah-amunisi-anak-usaha-rp800-miliar-bunga-825-persen