Daily News 26 February 2026

February 26, 2026 No. 2995

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Mengawali tahun kuda api, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencetak laba bersih meroket mencapai sekitar 578 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy). Laporan keuangan bulanan BTN per Januari 2026 mencatat laba bersih perseroan Rp230 miliar atau naik dari periode sama 2025 di kisaran Rp34 miliar. Laporan tersebut menunjukkan peningkatan laba bersih ditopang pendapatan bunga yang tumbuh 17,08 persen yoy.

Selain itu, BTN juga sukses menekan beban bunga sehingga turun 14,53 persen yoy. Dengan strategi tersebut, emiten bersandi saham BBTN itu mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) 79,46 persen yoy. Per Januari 2026, BTN juga mencatat peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,52 persen yoy menjadi Rp362,77 triliun.

Penyaluran kredit juga menanjak di level 9,30 persen yoy menjadi Rp341,45 triliun per Januari 2026. Kinerja tersebut turut mendongkrak aset BTN tumbuh 12,26 persen yoy menjadi Rp448,34 triliun per Januari 2026. 

https://emitennews.com/news/januari-2026-laba-bersih-btn-meroket-600-persen

ITMG

Indo Tambangraya Megah Tbk

PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) sepanjang 2025 mengemas laba bersih USD190,94 juta. Drop 48,96 persen dari episode sama akhir tahun sebelumnya USD374,11 juta. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian tergusur menjadi USD0,17 dari sebelumnya USD0,33. Pendapatan bersih USD1,88 miliar, anjlok 18,26 persen dari periode sama 2024 senilai USD2,3 miliar. Beban pokok pendapatan USD1,39 miliar, mengalami penciutan dari edisi sama tahun sebelumnya USD1,6 miliar.

Laba kotor terkumpul USD482,83 juta, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya USD698,81 juta. Beban penjualan USD170,95 juta, berkurang dari USD178,28 juta. Beban umum dan administrasi USD44,9 juta, bengkak dari USD37,09 juta. Beban keuangan USD11,12 juta, bengkak dari USD4,05 juta. Penghasilan keuangan USD40,13 juta, turun dari USD41,28 juta. Lain-lain USD8,76 juta, menciut dari USD25,83 juta. 

https://emitennews.com/news/drop-49-persen-laba-itmg-2025-sisa-usd19094-juta

PGEO

Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) memulai rangkaian roadshow global dengan mengunjungi lapangan panas bumi wet steam terbesar di dunia milik Energy Development Corporation (EDC) di Leyte, Filipina. Langkah ini menjadi bagian dari strategi PGEO dalam mengoptimalkan pengembangan teknologi panas bumi sekaligus membuka peluang pendapatan baru melalui komersialisasi inovasi Flow2Max.

Dalam kunjungan tersebut, PGEO bersama PT. Sigma Cipta Utama (SCU), anak usaha PT. Elnusa Tbk. (ELSA), membahas potensi implementasi perdana Flow2Max di lapangan panas bumi EDC. Pembahasan mencakup kesiapan teknis lapangan, pengukuran kebutuhan operasional, hingga negosiasi harga sebelum masuk tahap manufaktur dan pengiriman perangkat. Pemasangan awal ditargetkan berlangsung pada Juni 2026.

Dalam keterbukaan informasi, Rabu (24/2/2026), PGEO menyatakan bahwa manajemen EDC tertarik kepada teknologi Flow2Max karena dinilai sesuai dengan karakteristik lapangan Leyte serta kebutuhan optimalisasi kinerja sumur panas bumi. Teknologi ini memungkinkan pemantauan aliran fluida dua fase secara real-time, sehingga operator dapat mengevaluasi kinerja dan memprediksi produktivitas sumur secara lebih akurat, sekaligus memperkuat manajemen dan keberlanjutan reservoir.

https://emitennews.com/news/roadshow-global-pgeo-sebut-teknologi-panas-bumi-ri-diminati-filipina

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

Emiten petrokimia dan infrastruktur, PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Proyek dengan nilai investasi sekitar USD 892 juta tersebut ditargetkan rampung akhir 2026 dan mulai beroperasi pada kuartal I-2027. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat TPIA, Suryandi, mengungkapkan progres konstruksi telah mencapai 56%.

Perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capex) lebih besar pada tahun terakhir pembangunan, seiring fase konstruksi yang umumnya menyerap dana lebih tinggi. Pabrik CA-EDC menjadi bagian dari strategi ekspansi untuk mendorong kapasitas produksi TPIA hingga 21 juta ton per tahun pada 2027.

Pada 2025, kapasitas produksi tercatat 17,6 juta ton per tahun, melonjak dibanding 4,23 juta ton pada 2024, didorong ekspansi dan akuisisi fasilitas Aster Chemicals & Energy di Singapura.

https://emitennews.com/news/tpia-percepat-pabrik-ca-edc-target-kapasitas-21-juta-ton-2027