Daily News 13 May 2026
-
CDIA
Chandra Daya Investasi Tbk.
-
PT. Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) bakal mengbaar dividen USD50 juta. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 41,30 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 senilai USD121,05 juta. Alhasil, para investor emiten Prajogo Pangestu tersebut akan mengenyam dividen tunai Rp6,903434. Gelontoran dividen itu, sudah mengalkulasi dividen interim USD10 juta alias Rp1,34 per saham pada 29 Januari 2026 lalu.
Dengan demikian, emiten asuhan Prajogo Pangestu tersebut tinggal mencairkan dividen final USD40 juta selevel dengan Rp5,563434. Lalu, sekitar 0,003 persen setara USD3,6 ribu dari laba bersih dicatat sebagai dana cadangan. Dan, sisa 58,69 persen atau USD71,05 juta dari laba bersih disisihkan sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.
Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 08 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut.
https://emitennews.com/news/emiten-prajogo-cdia-jadwal-dividen-final-usd40-juta-cum-date-20-mei
-
GOTO
GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
-
PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun. Mengutip keterbukaan informasi, Senin (11/05), dana untuk aksi korporasi ini dialokasikan sebesar maksimal Rp3.500.000.000.000 atau Rp3,5 triliun.
Proses buyback akan dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perseroan menjadwalkan RUPS Tahunan dan RUPSLB pada 18 Juni 2026.
https://emitennews.com/news/harga-anjlok-ke-gocap-goto-minta-restu-buyback-rp35-triliun
-
TLKM
Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menutup kinerja perseroan tahun buku 2025 dengan hasil yang mencerminkan keberlanjutan penciptaan nilai bagi pemegang saham, seiring dengan percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan. Telkom mencatat net income sebesar Rp17,8 triliun dengan net income margin 12,1%, sedangkan untuk normalized net income tercatat sebesar Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4%. Pencapaian ini diperoleh dari pendapatan konsolidasi perseroan yang tercatat sebesar Rp146,7 triliun.
EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi perseroan tahun 2025 tercatat Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2%. Sementara normalized EBITDA tercatat sebesar Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%. Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan fundamental, perseroan mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025, yang terdiri dari capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield 7,3%.
Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026.
https://emitennews.com/news/tlkm-perkuat-fundamental-dan-hasilkan-total-shareholder-return-357
-
TOBA
TBS Energi Utama Tbk.
-
PT. TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengumumkan pelaksanaan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Aksi korporasi yang digadang emiten energi terintegrasi itu dilakukan dalam rangka Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan atau Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
Merujuk keterbukaan informasi, direksi TOBA membeberkan akan mengeksekusi program MESOP ke dalam tiga tahapan sekaligus pada akhir Mei 2026, tepatnya sepanjang tanggal 21-29 Mei.
https://emitennews.com/news/tbs-energi-toba-siap-eksekusi-program-mesop-tiga-tahap-sekaligus