Daily News 15 June 2026

June 15, 2026 No. 3060

BIPI

Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk.

PT. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) per 31 Maret 2026 mengemas rugi dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD73,64 ribu. Longsor 102 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi laba bersih USD3,56 juta. Akibatnya, rugi bersih per saham dasar menjadi USD0,000001 dari sebelumnya surplus USD0,000056. Pendapatan USD47,44 juta, anjlok 34,54 persen dari posisi sama tahun lalu USD72,48 juta.

Beban pokok pendapatan USD31,95 juta, mengalami penciutan dari periode sama tahun sebelumnya USD56,47 juta. Laba kotor USD15,48 juta, mengalami penyusutan dari fase sama 2025 senilai USD16,01 juta. Beban umum dan administrasi USD3,5 juta, mengalami pembengkakan dari USD2,86 juta. Laba usaha USD11,98 juta, mengalami koreksi dari episode sama tahun lalu USD13,14 juta.

Bagian laba dari ventura bersama USD3,44 juta, melejit dari USD1,47 juta. Penghasilan bunga USD1,3 juta, melejit dari USD738,85 ribu.

https://emitennews.com/news/berbalik-boncos-bipi-alami-defisit-usd1929-juta

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memastikan pelunasan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A berjalan mulus. Dana Rp1,95 triliun sudah disiapkan penuh. Green Bond dengan nilai pokok Rp1,95 triliun itu akan jatuh tempo pada 04 Juli 2026.  Kesiapan dana turut diucapkan Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri, Adhika Vista, dalam surat resmi Jumat (12/06/2026).

"Bersama ini kami sampaikan bahwa Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 Seri A dengan pokok sebesar Rp1.950.000.000.000,- akan jatuh tempo pada tanggal 04 Juli 2026", tulis Adhika.

https://emitennews.com/news/jatuh-tempo-4-juli-mandiri-amankan-dana-rp195t-lunasi-green-bond

PTBA

Bukit Asam (Persero) Tbk.

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) memutuskan pembagian dividen tunai Rp1,32 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 45 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp2,93 triliun. Dengan begitu, para investor akan mendapat santunan dividen Rp114,508 per lembar. Menilik data perdagangan saham perseroan edisi Kamis, 11 Juni 2026 di level Rp2.620 per helai, dividend yield PTBA sekitar 4,37 persen.

Pembagian dividen tahun buku 2025 melorot dari tahun lalu sebesar 75 persen dari laba setara Rp332 per lembar dengan imbal hasil 11,27 persen. Sedangkan sisa laba bersih Rp1,61 triliun atau 55 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha, dan menjaga keberlanjutan bisnis perseroan.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 11 Juni 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. 

https://emitennews.com/news/ptba-jadwal-dividen-jumbo-cum-date-22-juni-2026

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

Setelah adanya perubahan komposisi kepemilikan saham yang meningkatkan free float menjadi sekitar 25,7%, saham PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dinilai memiliki daya tarik yang lebih besar bagi investor institusi.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta, menyampaikan bahwa, peningkatan free float TPIA hingga 25,7% tentu direspons positif oleh pelaku pasar, karena dengan porsi saham publik yang semakin besar, likuiditas perdagangan saham TPIA juga akan meningkat.

"Saham menjadi lebih aktif diperdagangkan dan semakin menarik bagi investor institusi", papar Nafan kepada wartawan, Sabtu (13/06/2026)

https://emitennews.com/news/free-float-tpia-tembus-25-persen-analis-big-money-berpeluang-masuk