Daily News 02 July 2026

July 02, 2026 No. 3072

BRIS

Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam dua tahun ke depan, PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) pasang target naik kelas. Emiten bank syariah itu, menargetkan menjadi bank kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dalam dua hingga tiga tahun ke depan atau paling lambat pada 2030. “Dalam plan kita, dua sampai tiga tahun harusnya bisa masuk ke KBMI 4”, kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam acara “Ngopi Bareng Media” di Kantor Pusat BSI Jakarta, Rabu (01/07/2026).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong penguatan fundamental bank, termasuk untuk naik kelas. Saat ini, tercatat baru ada empat bank yang memiliki modal inti di atas Rp70 triliun atau masuk dalam KBMI 4. Antara lain PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), serta PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

https://emitennews.com/news/target-bsi-bris-naik-kelas-ke-kbmi-4-kejar-modal-inti-di-atas-rp70t

BUMI

Bumi Resources Tbk

PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) telah menuntaskan transaksi divestasi PT. Citra Palu Mineral (CPM). Itu tertuang dalam keterbukaan informasi pada 29 Juni 2026. Sebelum transaksi divestasi, BUMI mengempit 3,03 persen saham CPM yang beroperasi sebagai perusahaan tambang emas. Setelah transaksi, BUMI tidak lagi memiliki saham CPM secara langsung tetapi melalui anak usaha yaitu PT. Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang bertindak sebagai pembeli.

Transaksi iut, meliputi pelepasan 24.999 saham Seri A, dan 927.236 saham Seri C kepada BRMS dengan nilai USD9,06 juta atau setara dengan Rp151,99 miliar. Berdasar dokumen itu, BUMI dapat mengalokasikan kembali modalnya untuk mendukung inisiatif pertumbuhan terus dijalankan sejalan dengan agenda diversifikasi. Merespons informasi itu, pelaku pasar turut memberi perhatian.

https://emitennews.com/news/bumi-ungkap-nasib-tambang-emas-begini-lengkapnya

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih USD82,26 juta. Mengalami lonjakan tipis 2,18 persen dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi laba USD80,5 juta. Laba bersih per saham dasar emiten Sinarmas Group tersebut menjadi stagnan di level USD0,0005. Pendapatan usaha USD693,23 juta, melorot 6 persen dari posisi sama tahun lalu USD737,55 juta.

Beban pokok penjualan USD446,26 juta, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun sebelumnya USD449,86 juta. Laba kotor terkumpul USD246,96 juta, mengalami dilusi dari fase tahun lalu senilai USD287,68 juta. Beban penjualan USD81,84 juta, berkurang dari USD87,54 juta. Beban umum dan administrasi USD48,2 juta, menciut dari USD49,95 juta.

Beban eksplorasi USD115 ribu, turundari USD670,24 ribu. Jumlah beban usaha USD130,16 juta, mengalami penyusutan dari USD138,17 juta.

https://emitennews.com/news/tumbuh-minimalis-dssa-raup-laba-usd8226-juta-kuartal-i

UNTR

United Tractors Tbk

PT. United Tractors Tbk. (UNTR) melanjutkan buyback senilai Rp2 triliun. Tindakan itu dilakukan dalam situasi dan kondisi pasar dalam tekanan. So, tindakan korporasi tersebut akan dijalankan sepanjang tiga bulan. Tepatnya, efektif berlaku sejak hari ini, Rabu, 01 Juli 2026 hingga 30 September 2026. Buyback dilakukan dengan sejumlah klausul.

Yaitu, jumlah saham dalam buyback tidak melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor, dan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback tidak akan berkurang dari 15 persen. UNTR berkeyakinan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberi dampak negatif material terhadap kinerja operasional, dan pendapatan.

Pasalnya, saat ini UNTR memiliki modal, dan arus kas cukup untuk membiayai buyback untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.

https://emitennews.com/news/hari-ini-untr-eksekusi-buyback-rp2-triliun