Daily News 07 October 2026

October 07, 2026 No. 3139

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Perluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi pemerintah, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turut memasarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Savings Bond Ritel SBR015. BNI menyebarkannya melalui aplikasi wondr by BNI. Menariknya, ada penawaran uang kembali (cashback) hingga Rp15 juta.

Program tersebut dibagi dalam periode early bird pada 28 September - 09 Oktober 2026 dan periode reguler pada 10 - 22 Oktober 2026. Dalam keterangannya, SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana mengatakan, distribusi SBR015 melalui kanal digital ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi pemerintah.

https://emitennews.com/news/perluas-akses-nasabah-bni-bbni-pasarkan-sbr015-lewat-wondr-by-bni

BRIS

Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Hingga Agustus  2026, pada sisi intermediasi, pembiayaan PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) tumbuh lebih agresif yakni sebesar 16,21 persen (yoy) mencapai Rp344 triliun. Ini menunjukkan kemampuan BSI dalam mengoptimalkan likuiditas untuk mendorong ekspansi bisnis secara produktif dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan.

Direktur Utama BSI (BRIS) Anggoro Eko Cahyo mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya yang dikutip Selasa (06/10/2026). Satu hal, meski tumbuh tinggi, perseroan menyampaikan pembiayaan ini dilakukan dengan penjagaan kualitas yang baik, ditandai dengan non-performing financing (gross) sebesar 1,8 persen.

https://emitennews.com/news/pembiayaan-bsi-bris-tumbuh-lebih-agresif-capai-rp344-triliun

BYAN

Bayan Resources Tbk

H Isam alias Andi Syamsuddin Arsyad resmi menguasi 10,08 miliar saham PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN). Artinya, ada peningkatan saham yang diserap H Isam sekitar 84.087.870 helai alias 84,08 juta lembar. Sebab, berdasar perjanjian pada 16 September 2026, H Isam hanya membeli 10 miliar melalui Jhonlin Baratama. Lonjakan saham H Isam itu, menyusul perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat antara BYAN dengan Jhonlin Baratama.

Perubahan itu, sehubungan transaksi penjualan saham Bayan milik Dato' Low Tuck Kwong, dan Elaine Low. Perubahan dilakukan terhadap perjanjian jual beli saham bersyarat (PJBS) sebelumnya diteken pada 16 September 2026. Perubahan perjanjian kemudian ditandatangani Dato' Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama pada 01 Oktober 2026.

https://emitennews.com/news/makin-mantap-h-isam-borong-lagi-puluhan-juta-saham-byan

KIJA

Kawasan Industri Jababeka Tbk

Pengalaman membangun Kota Jababeka memberikan satu pelajaran penting bagi SD Darmono selaku founder PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) dan President University: sebuah kawasan industri yang ingin bertahan puluhan tahun harus berkembang menjadi sebuah kota dan kemudian menjadi sebuah ekosistem. Di dalam ekosistem itu, industri, pendidikan, tempat tinggal, teknologi, pelayanan kesehatan, budaya, serta entrepreneurship harus tumbuh bersama.

Indonesia memasuki tahap pembangunan di mana kawasan industri tidak lagi cukup hanya menyediakan tanah, jalan, listrik, air, dan bangunan pabrik. Persaingan global sekarang ditentukan oleh sesuatu yang jauh lebih penting: kualitas manusia, kemampuan berinovasi, dan keberanian menciptakan usaha baru.

Dijelaskan Setyono Djuandi (SD) Darmono selaku founder dan chairman KIJA, bahwa pengalaman membangun Kota Jababeka memberikan satu pelajaran penting baginya. Menurut SD Darmono, sebuah kawasan industri yang ingin bertahan puluhan tahun harus berkembang menjadi sebuah kota dan kemudian menjadi sebuah ekosistem.

Di dalam ekosistem itu, industri, pendidikan, tempat tinggal, teknologi, pelayanan kesehatan, budaya, serta entrepreneurship harus tumbuh bersama.

https://emitennews.com/news/jababeka-kija-dari-kawasan-industri-ke-ekosistem-entrepreneur