KSI Fixed Income Update 20 August 2026
August 20, 2026
Pasar obligasi domestik menguat baik secara harian maupun bulanan. Yield SUN 10 tahun turun 6 bps ke 7,04%, sementara tenor 5 tahun turun 7 bps ke 6,87%. Dalam sebulan terakhir, yield 10 tahun dan 5 tahun masing-masing turun 25 bps dan 36 bps. Rupiah relatif stabil di bawah Rp17.850/USD setelah BI mempertahankan BI Rate di 5,75%. Transaksi SUN turun ke Rp49,34 triliun dari Rp80,28 triliun, sementara transaksi obligasi korporasi naik ke Rp10,33 triliun dari Rp9,81 triliun. CDS Indonesia 5 tahun naik tipis ke 84,66 dari 84,65, menunjukkan risiko yang relatif stabil.
Di pasar global, yield US Treasury 10 tahun turun ke 4,65% dari 4,75% setelah Treasury menggandakan buyback obligasi jangka panjang, meski tekanan masih berasal dari penerbitan utang AI, defisit fiskal, dan risiko inflasi. Yield JGB 10 tahun naik ke 2,95%, tertinggi sejak 1996, didorong kekhawatiran fiskal dan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ. Sementara itu, yield UK Gilt 10 tahun turun ke 5,05% setelah inflasi Juli naik ke 2,9%, sementara pelemahan pasar tenaga kerja mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga BoE.