Daily News 12 August 2025
-
ELSA
Elnusa Tbk
-
Elnusa Tbk. (ELSA) tercatat mempunyai likuiditas kuat pada periode yang berakhir 30 Juni 2025. Tak heran, perseroan mampu melunasi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 jatuh tempo senilai Rp 715,75 miliar melalui kas internal. Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasi, emiten berkode saham ELSA tersebut membukukan total aset sejumlah Rp 10,55 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 7,10 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 3,44 triliun.
Kemudian dari sisi kas dan setara kas pada akhir periode, anak usaha PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam subholding upstream Pertamina ini mencatatkan sebesar Rp 2,85 triliun. Angka tersebut menebal 20% ketimbang posisi kas pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,37 triliun.
https://investor.id/market/406053/kekuatan-likuiditas-elnusa-elsa-di-balik-aksi-lunasi-sukuk
-
INTP
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
-
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) mencatat total volume penjualan (semen dan klinker) 8.891 ribu ton pada Semester I 2025, turun 140 ribu ton atau 1,6 persen dibanding periode sama tahun lalu 9.032 ribu ton. Pendapatan neto tercatat Rp8,03 triliun, turun 1,1 persen dari edisi sama tahun lalu Rp8,12 triliun, sejalan penurunan volume penjualan.
Beban pokok pendapatan juga susut 2,3 persen menjadi Rp5,69 triliun dari Rp5,82 triliun. Hasilnya, margin laba bruto naik 29,2 persen dibanding periode sama tahun lalu 28,3 persen. Beban usaha turun 1,8 persen menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,73 triliun. Beban operasi lain-neto turun 382,9 persen menjadi minus Rp35,1 miliar akibat kerugian kurs dibanding keuntungan kurs pada 2024.
Kondisi itu, menghasilkan margin laba usaha 7,5 persen, dan EBITDA 16,8 persen. Pendapatan keuangan-neto meningkat 112,6 persen menjadi Rp5,7 miliar dari minus Rp45,4 miliar. Itu dari bunga atas saldo kas yang lebih besar. Beban pajak penghasilan bersih naik 12,6 persen menjadi Rp122,1 miliar dari Rp108,5 miliar seiring peningkatan laba.
https://emitennews.com/news/surplus-138-persen-medio-2025-intp-raup-laba-rp4948-miliar
-
PPRE
PP Presisi Tbk.
-
PP Presisi Tbk. (PPRE), perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi berbasis alat berat, mencatatkan kinerja perolehan kontrak baru sebesar Rp3,2 triliun hingga Triwulan II 2025. Pencapaian ini bertumbuh dan meningkat 60% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. Kontrak baru tersebut didominasi oleh segmen jasa pertambangan dan konstruksi dengan kontribusi sebesar 89,58%.
Sejalan dengan pertumbuhan kontrak baru, kinerja keuangan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan keuangan Semester I 2025, PPRE berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,6 triliun, dengan segmen pertambangan dan konstruksi mendominasi kontribusi sebesar 97,6%.
https://emitennews.com/news/ppre-rilis-kontrak-baru-sahamnya-terbang-ara
-
SCNP
Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk.
-
Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk. (SCNP) menargetkan angka penjualan dapat mencapai Rp 290,45 miliar pada tahun 2025 atau meningkat hampir 30% dibandingkan penjualan tahun 2024 yang sebesar Rp 225,22 miliar. Sementara untuk target laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 9,38 miliar. Target laba bersih tahun ini secara nominal lebih kecil dibandingkan realisasi laba bersih 2024 yang sebesar Rp 12,54 miliar.
CEO SCNP Djamarwie menyatakan penurunan target laba bersih ini bukan disebabkan oleh penurunan kinerja operasional, melainkan ketiadaan kontribusi pendapatan non-operasional yang bersifat non-recurring.
https://industri.kontan.co.id/news/selaras-citra-nusantara-scnp-targetkan-penjualan-rp-29045-miliar-pada-tahun-2025