Daily News 13 August 2025
-
HEAL
Medikaloka Hermina Tbk.
-
Emiten pengelola jaringan rumah sakit, Medialoka Hermina Tbk. (HEAL) merealisasikan kinerja bisnis yang cenderung melambat pada semester I-2025. Pendapatan HEAL tercatat naik 1,32% menjadi Rp 3,38 triliun, sedangkan laba bersih menyusut 35% ke angka Rp 284,30 miliar. Direktur Utama HEAL Hasmoro menyatakan, salah satu faktor yang membuat laju pertumbuhan pendapatan di paruh pertama ini mengalami perlambatan adalah jumlah hari libur dan cuti (14 hari).
Hal ini membuat volume pertumbuhan tertekan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor lainnya yakni, kinerja periode tahun lalu yang sudah sangat tinggi karena adanya kasus demam berdarah. Sehingga mengakibatkan low base effect pada pertumbuhan pendapatan tahun ini.
https://industri.kontan.co.id/news/kinerjanya-melambat-semester-i-medialoka-hermina-heal-siapkan-strategi-berikut
-
ITMG
Indo Tambangraya Megah Tbk
-
Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) sepanjang semester I 2025, mencatatkan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 29,51% yoy menjadi USD 90,98 juta. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, emiten batu bara ini meraih laba bersih senilai USD 129,07 juta. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih ITMG pada akhir Juni 2025 mencapai US$ 919,42 juta.
Realisasi ini terkoreksi 12,40% yoy dibandingkan US$ 1,05 miliar pada semester I-2024. Mayoritas pendapatan bersih perseroan berasal dari penjualan batubara kepada pihak ketiga senilai US$ 897,16 juta. Selanjutnya, penjualan batubara ke pihak berelasi mencapai US$ 10,77 juta, dan pendapatan jasa ke pihak ketiga sebesar US$ 2,26 juta.
https://emitennews.com/news/itmg-bukukan-laba-anjlok-295-persen-di-semester-i-2025
-
TUGU
Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk.
-
Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU) emiten asuransi ini mengemukakan laporan keuangan konsolidasian paruh pertama 2025 dengan Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, pada pekan lalu. Secara sekilas laba bersih TUGU seakan terlihat mengalami penurunan signifikan sebesar 41,7% menjadi Rp357,53 miliar. Namun sebenarnya penurunan laba ini disebabkan dari sisi topline yaitu hasil jasa asuransi yang mengalami penurunan cukup signifikan sesuai dengan ketentuan PSAK 117.
Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin Fielim, menekankan bahwa interpretasi laporan keuangan perusahaan asuransi pada 2025 tidak dapat dilakukan seperti membaca laporan keuangan pada umumnya, mengingat adanya transisi dari PSAK 104 Kontrak Asuransi (sebelumnya PSAK 62) ke PSAK 117 Kontrak Asuransi.
Menurutnya, kinerja TUGU pada Semester I-2025 relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Semester I-2024 dengan PSAK 104), meskipun secara nominal terdapat penurunan laba." Kalau kita buka laporan keuangannya, emiten anak BUMN Pertamina ini menyajikan kembali atau restated semester I-2024 dengan angka yang jauh lebih besar dibandingkan laporan keuangan semester I-2024 yang dipublikasikan tahun sebelumnya.
Hal ini yang membuat laba TUGU semester I-2025 terlihat seakan anjlok," ujarnya.
https://emitennews.com/news/terungkap-kinerja-tugu-di-semester-i-2025
-
WOOD
Integra Indocabinet Tbk.
-
Integra Indocabinet Tbk. (WOOD) memacu diversifikasi pasar ekspor demi mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat (AS). Hingga separuh pertama 2025, pasar Negeri Paman Sam masih mendominasi ekspor WOOD dengan porsi sekitar 90%. Investor Relations Integra Indocabinet, Ravenal Arvense mengungkapkan WOOD terus berupaya mengurangi ketergantungan dari pasar AS yang fluktuatif.
Sejak tahun lalu WOOD telah memulai ekspansi produk dan pasar ke Eropa dan Timur Tengah. "Pasar-pasar ini diharapkan dapat mengurangi fluktuasi dari pasar AS. Diversifikasi produk dan pasar tetap menjadi strategi utama untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap Ravenal kepada Kontan.co.id, Selasa (12/8).
https://industri.kontan.co.id/news/integra-wood-memacu-diversifikasi-pasar-ekspor-kurangi-ketergantungan-ke-as