Daily News 21 August 2025

August 21, 2025 No. 2867

DOID

BUMA Internasional Grup Tbk.

BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) memastikan rencana akuisisi tambang batu bara metalurgi (coking coal) di Dawson Complex, Australia, batal terealisasi. Kepastian itu terkuak usai disampaikan Dian Paramita, Direktur BUMA, dalam keterangannya Rabu (20/8) usai anak usaha perseroan, PT. Bukit Makmur Internasional (BMI), menerima surat pemberitahuan resmi dari Peabody Energy Corporation (NYSE: BTU) pada Selasa (19/8).

Pembatalan tersebut dipicu oleh tidak tercapainya kesepakatan mengenai Material Adverse Change dalam perjanjian antara Peabody dan Anglo American (LON: AAL). Padahal, sejak November 2024, DOID melalui BMI telah mengumumkan perjanjian untuk membeli 51% saham tambang coking coal di Dawson Complex senilai 455 juta dolar AS, yang merupakan bagian dari divestasi Anglo American kepada Peabody.

https://emitennews.com/news/doid-tiba-tiba-batal-akuisisi-tambang-batu-bara-di-australia

PACK

Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.

Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) tengah ancang-ancang merumuskan aksi korporasi besar melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dalam bentuk penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK). Magdalena Veronika, Direktur Utama PACK mengemukakan per Senin (19/8) skema rights issue ini berpotensi menerbitkan hingga 35 miliar saham baru, yang jika seluruhnya dikonversi akan menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham eksisting mencapai 95,58%.

Dana hasil penerbitan OWK ini nantinya akan digunakan untuk mendanai akuisisi 30% saham PT. Konutara Sejati dan 34,5% saham PT. Karyatama Konawe Utara dari Denway Development Ltd. 

https://emitennews.com/news/pack-ungkap-rencana-aksi-transaksi-jumbo

PTRO

Petrosea Tbk

Petrosea Tbk. (PTRO) melaporkan aksi pembelian saham oleh sejumlah pejabat perseroan pada 19 Agustus 2025. Anto Broto Approver PTRO dalam keterangan tertulisnya Rabu (20/8) menyampaikan bahwa, Erwin Ciputra selako Komisaris, membeli 400.000 saham perseroan di harga Rp3.942,5 per saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp1,57 miliar.

Dengan tambahan ini, kepemilikan Erwin meningkat menjadi 9,05 juta saham atau setara 0,0898%, dari sebelumnya 8,65 juta saham (0,0858%).

https://emitennews.com/news/tiga-pentolan-emiten-prajogo-ptro-serok-saham-harga-rendah

SSMS

Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

Industri kelapa sawit Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan menghadapi sejumlah tantangan dan peluang yang signifikan. Meskipun luas lahan perkebunan sawit terus berkembang, pertumbuhan produksi tidak sebanding akibat rendahnya produktivitas, terutama dari tanaman yang belum diremajakan. Percepatan program peremajaan sawit rakyat menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan memenuhi permintaan domestik serta ekspor.

Pemerintah diharapkan mempercepat peremajaan sawit dan hilirisasi industri guna meningkatkan produktivitas. Guna mendukung hal tersebut, Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) telah memperluas bisnis hulu dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional yang konsisten. Saat ini, Perseroan tengah memperkuat unit bisnis hilir melalui restrukturisasi strategis, termasuk pengembangan produk turunan bernilai tambah.

Langkah ini bertujuan untuk mengokohkan posisi sebagai pemain terkemuka di sektor perkebunan terintegrasi di Indonesia, sekaligus mendukung Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) telah memperluas bisnis hulu dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional yang konsisten program hilirisasi pemerintah dan keberlanjutan operasional. Pada tahun 2024, harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami fluktuasi.

Hingga Desember 2024, Harga Referensi (HR) CPO menunjukkan tren peningkatan, menjauhi ambang batas USD680 per metrik ton. Peningkatan HR CPO ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan permintaan dari India, Eropa, dan Amerika Utara, yang tidak diimbangi oleh produksi global.

Selain itu, penurunan produksi, kebijakan larangan sementara ekspor CPO dari beberapa negara produsen, peningkatan konsumsi domestik di Malaysia, serta pelemahan mata uang ringgit turut berkontribusi terhadap kenaikan HR CPO.

https://emitennews.com/news/sawit-sumbermas-sarana-ssms-emiten-sawit-yang-terintegrasi