Daily News 26 August 2025
-
BCAP
MNC Kapital Indonesia Tbk.
-
MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP), emiten jasa keuangan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo, resmi masuk ke dalam FTSE Global Equity Index Series kategori Micro-Cap untuk periode September 2025. Keputusan ini diumumkan oleh FTSE Russell pada Jumat (22/8) dan berlaku efektif mulai Senin, 22 September 2025. FTSE Global Equity Index merupakan salah satu indeks bergengsi dunia yang mencakup sekitar 19.000 emiten di lebih dari 40 negara. Indeks ini kerap dijadikan acuan utama oleh investor institusional global dalam menyusun portofolio investasinya.
Dengan masuknya BCAP, eksposur saham perusahaan diperkirakan akan meningkat di mata investor internasional.Dari sisi fundamental, BCAP mencatat kinerja positif sepanjang semester I 2025. Pendapatan konsolidasian mencapai Rp1,87 triliun, naik 22,3% dibanding periode sama tahun lalu (year-on-year). Laba bersih tercatat Rp107,1 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari pendapatan bunga dan dividen senilai Rp1,04 triliun. Sementara itu, pendapatan premi bersih melonjak 129,5% YoY menjadi Rp516,5 miliar.
https://emitennews.com/news/bcap-milik-hary-tanoe-ungkap-resmi-masuk-ftse-global-equity-index
-
DADA
Diamond Citra Propertindo Tbk.
-
Karya Permata Inovasi Indonesia terus mengurangi timbunan saham Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA). Kali ini, dilakukan dengan melego 489.500.000 saham alias 489,5 juta helai. Transaksi dilakukan beberapa kali periode 1-13 Agustus 2025. Transaksi penjualan terjadi dengan kisaran harga Rp8-14 per helai. Menyusul skema harga itu, sang pengendali perseroan tersebut mendulang dana taktis senilai Rp6,01 miliar. Dengan demikian, rincian transaksi pengendali perseroan tersebut menjadi sebagai berikut.
Pada 1 Agustus 2025, Karya Permata menjual 20 juta lembar Rp8 per saham senilai Rp160 juta. Pada 4 Agustus 2025, Karya Permata mendivestasi 20 juta saham Rp8 per helai sebesar Rp160 juta. Pada 4 Agustus 2025, melego 20 juta helai Rp9 per lembar sejumlah Rp180 juta. Pada 6 Agustus 2025, lego 50 juta lembar Rp11 per helai senilai Rp550 juta. Pada 7 Agustus 2025, lepas 100 juta saham Rp12 per lembar senilai Rp1,2 miliar.
Pada 11 Agustus 2025, lepas 10 juta helai Rp10 sebesar Rp100 juta. Pada 11 Agustus 2025 divestasi 20 juta saham Rp12 per helai sejumlah Rp240 juta.
https://emitennews.com/news/lagi-pengendali-dada-buang-4895-juta-lembar
-
MIDI-R
Midi Utama Indonesia Tbk.
-
Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), pengelola jaringan ritel Alfamidi, menargetkan ekspansi sekitar 200 gerai baru sepanjang 2025. Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po, menjelaskan ekspansi ini akan mencakup seluruh format gerai perseroan, yakni Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh. “Ekspansi di tahun ini akan lebih fokus ke luar Pulau Jawa dan diharapkan dapat memperkuat positioning Alfamidi sebagai ritel multi-format,” ujar Suantopo kepada Kontan, Senin (25/8/2025).
Suantopo menyampaikan, hingga Maret 2025 total gerai MIDI tercatat sebanyak 2.469 unit, terdiri dari 2.397 gerai Alfamidi, 68 gerai Alfamidi Super, dan 4 gerai Midi Fresh.
http://industri.kontan.co.id/news/alfamidi-targetkan-buka-200-gerai-sepanjang-2025-fokus-ekspansi-luar-pulau-jawa
-
MTEL
Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
-
Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) mengalokasikan bujet senilai Rp1 triliun. Anggaran tersebut diplot untuk aksi pembelian kembali saham alias buyback. Tindakan korporasi itu, akan digeber dalam tempo 12 bulan sejak mendapat restu investor. Nah, untuk mengantongi izin pemodal, anak usaha Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) itu, akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa pada 16 September 2025 mendatang. Buyback manyasar maksimal 4,12 persen saham dari modal ditemptatkan, dan disetor penuh.
Aksi tersebut dilatari perlunya fleksibilitas yang memungkinkan perseroan memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham, mendukung tingkat harga saham yang mencerminkan nilai/kinerja sebenarnya, dan menjaga kepercayaan investor. Mengoptimalkan excess kas untuk meningkatkan return kepada para investor.
https://emitennews.com/news/buyback-mitratel-mtel-siapkan-anggaran-rp1-triliun