Daily News 11 September 2025

September 11, 2025 No. 2881

BLOG

Trimitra Trans Persada Tbk.

Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG) membidik pertumbuhan di atas rata-rata industri logistik nasional dengan memperkuat ekspansi jaringan, armada, serta fasilitas cold storage. Dalam 3?5 tahun ke depan, perseroan menargetkan perluasan ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa, terutama untuk mendukung distribusi produk FMCG beku. Saat ini BLOG mengoperasikan 14 cold storage yang terintegrasi dengan armada khusus dan sistem pemantauan suhu.

Ekspansi 2025?2026 mencakup cold storage baru di Bandung (sudah beroperasi parsial sejak Agustus), Tangerang dan Boyolali (target rampung 2025), serta Makassar dan Pontianak (target selesai semester I-2026). Perseroan juga berencana membangun cold storage di Batam, Medan, Manado, Bali, dan Palembang. Untuk itu, BLOG menyiapkan capex Rp500 miliar (Rp200 miliar pergudangan, Rp300 miliar armada).

Dengan lebih dari 3.300 armada dan 14 gudang, BLOG melayani 124 titik operasional di 47 kota dan 23 provinsi. Semester I-2025, pendapatan naik 23,65% YoY menjadi Rp626,47 miliar dan laba bersih tumbuh 36,58% YoY menjadi Rp71,08 miliar. Manajemen optimistis mampu menggandakan pendapatan dan laba pada akhir 2025, dengan target pertumbuhan di atas benchmark industri 10?12%.

http://industri.kontan.co.id/news/trimitra-trans-blog-memacu-ekspansi-jaringan-bisnis-dan-cold-storage

KIJA

Kawasan Industri Jababeka Tbk

Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA), melalui anak usaha PT. Graha Buana Cikarang, mencatat kesuksesan baru lewat proyek Jababeka Bizpark Tahap II yang seluruh unitnya habis terjual dalam waktu singkat. Tingginya minat dipicu pertumbuhan sektor ekspor-impor, logistik, e-commerce, F&B, dan wellness yang membutuhkan bangunan multiguna sebagai gudang, kantor, sekaligus pusat distribusi strategis.

Presiden Direktur Graha Buana Cikarang, Ivonne Anggraeni, menyebut Jababeka Bizpark menawarkan konsep berbeda yang sulit ditemukan di koridor timur Jakarta. Proyek ini ditunjang lokasi strategis di CBD Jababeka, infrastruktur lengkap seperti koneksi internet berkecepatan tinggi, suplai listrik dari tiga pembangkit, natural gas, serta water dan waste water treatment plant.

Tiga tipe bangunan ditawarkan, mulai Single Building, 2 in 1, hingga Two View, dengan harga Rp1,55 miliar ? Rp2,95 miliar. Proyek ini dikelilingi lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional, menjadikannya investasi properti yang menjanjikan sekaligus mendukung operasional bisnis jangka panjang.

https://industri.kontan.co.id/news/proyek-jababeka-bizpark-tahap-ii-garapan-jababeka-kija-ludes-terjual

MEDC

Medco Energi Internasional Tbk.

Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) resmi menyelesaikan akuisisi hak partisipasi 24% PSC Corridor dari Repsol E&P senilai US$425 juta melalui Fortuna International (Barbados), Inc. Dengan akuisisi ini, porsi kepemilikan MEDC di PSC Corridor meningkat menjadi 70% dari sebelumnya 46%. Manajemen memperkirakan tambahan kontribusi EBITDA sekitar US$145 juta pada 2026, serta kenaikan produksi ±25 ribu BOE.

Direktur & CAO MEDC, Amri Siahaan, menegaskan langkah ini sejalan dengan strategi perseroan untuk fokus pada aset berkualitas tinggi yang berproduksi dan menghasilkan arus kas kuat. PSC Corridor sendiri mencakup 7 lapangan gas dan 1 lapangan minyak di Sumatra Selatan, dengan kontrak jangka panjang ke pembeli di Indonesia dan Singapura.

Meski kinerja semester I-2025 melemah―laba bersih turun 81,5% YoY menjadi US$37 juta akibat harga minyak rendah, kerugian anak usaha AMMN, dan beban dry hole―analis Kiwoom Sekuritas memproyeksikan H2-2025 menjadi titik balik. Dukungan datang dari stabilitas bisnis gas serta integrasi Corridor.

Investor disarankan buy on weakness dengan target Rp1.450, sembari mencermati risiko harga energi global dan pembiayaan akuisisi.

https://investasi.kontan.co.id/news/akuisisi-blok-corridor-medco-energi-medc-incar-tambahan-laba-us-145-juta

MSIN

MNC Digital Entertainment Tbk.

MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) berencana menggelar private placement sebanyak 6,06 miliar saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp515 per saham, perseroan berpotensi meraup dana segar sekitar Rp3,12 triliun. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 15 September 2025, dengan periode efektif mulai 7 Oktober 2025 hingga 14 September 2027 sesuai ketentuan POJK No. 15/2022.

Dana hasil private placement akan dipakai memperkuat struktur permodalan, meskipun alokasi dapat disesuaikan kebutuhan perseroan. Namun, hingga saat ini MSIN belum memiliki investor strategis maupun pihak afiliasi yang siap menyerap aksi korporasi tersebut. Jika terealisasi, aset MSIN diperkirakan naik menjadi Rp11,04 triliun dari Rp7,92 triliun, ekuitas menjadi Rp10,11 triliun dari Rp6,98 triliun, dan kas bersih pendanaan melejit ke Rp3,15 triliun dari Rp33,07 miliar.

Dampak dilusi bagi pemegang saham lama relatif kecil, maksimal 9,09%.

https://emitennews.com/news/izin-pemodal-emiten-ht-msin-private-placement-606-miliar-lembar