Daily News 15 September 2025

September 15, 2025 No. 2883

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mendapat tambahan likuiditas Rp55 triliun dari pemerintah, bagian dari total Rp200 triliun dana untuk bank Himbara sesuai KMK No 276/2025. Dana ini akan memperbesar ruang penyaluran kredit sektor produktif, sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyebut tambahan dana akan diarahkan ke sektor prioritas seperti UMKM, infrastruktur, energi terbarukan, dan pembiayaan hijau.

Ia optimistis langkah ini mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka panjang. Per Juni 2025, LDR BNI berada di level 86,2%, turun dari 94% tahun lalu sehingga kondisi likuiditas lebih longgar. Okki menegaskan seluruh pembiayaan tetap dijalankan selektif dengan prinsip kehati-hatian serta dilaporkan berkala ke Kementerian Keuangan.

https://keuangan.kontan.co.id/news/dapat-likuiditas-rp-55-triliun-bni-bakal-salurkan-kredit-ke-sektor-produktif

BTPS

Bank BTPN Syariah Tbk.

Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) terus fokus menjaga kualitas pembiayaan ultra mikro dengan pendampingan rutin sentra setiap dua pekan. Program ini membangun empat perilaku unggul nasabah, menjaga kelancaran pembayaran, serta didukung insentif, reward, dan program umrah satu pesawat bagi nasabah dan sentra terpilih.

Direktur BTPS Arief Ismail menegaskan bahwa kehadiran rutin nasabah menjadi modal optimisme untuk menghadapi situasi ekonomi yang menantang, sekaligus sarana meningkatkan kualitas usaha dan solidaritas antaranggota. Hasilnya, pada semester I-2025 BTPS membukukan laba bersih Rp644 miliar, naik 16,6% YoY, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,14 triliun. Kinerja ini tercermin dari rasio keuangan solid, yakni RoA 7,6% dan CAR 54,5%, jauh di atas rata-rata industri.

https://keuangan.kontan.co.id/news/btpn-syariah-meraih-laba-bersih-rp-644-miliar-di-semester-i-2025-tumbuh-166-yoy

IPCM

Jasa Armada Indonesia Tbk.

Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) mengalokasikan investasi Rp148 miliar hingga 2026 untuk menambah dua kapal tunda, dengan sekitar Rp80 miliar direalisasikan tahun ini. Langkah ini bagian dari strategi memperkuat armada layanan pelayaran. Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, menyebut kedua kapal baru akan beroperasi pada 2026.

Selain itu, IPCM juga memperluas layanan terminal khusus (Tersus), terutama di Indonesia timur seperti Halmahera Utara yang mendongkrak kontribusi pendapatan segmen tersebut. Untuk 2025, IPCM menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 5% YoY. Pada medio 2025, perseroan mencatat pendapatan Rp1,34 triliun (+18% YoY) dan laba bersih Rp167 miliar (+5,8% YoY).

https://emitennews.com/news/ipcm-siapkan-rp148m-buat-tambah-kapal-tunda-dan-ekspansi-tersus

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memaparkan perkembangan bisnis data center dengan kapasitas lebih dari 148 MW dan utilisasi di atas 75%. Perseroan tengah menambah kapasitas di sejumlah lokasi, termasuk Batam yang ditargetkan menangkap potensi spillover Singapura dan Johor. Direktur Wholesale & International Service, Honesti Basyir, menyebut tren Artificial Intelligence (AI) mendorong lonjakan kebutuhan data center, sehingga Telkom membuka peluang kemitraan dengan pemain global.

Dari sisi pendanaan, opsi IPO atau strategic investment sedang dikaji untuk unlocking value. Direktur Keuangan, Heri Sihombing, menegaskan komitmen menjaga DPR 60?90%, dengan tetap memperhatikan laba bersih, kebutuhan investasi, dan kondisi keuangan. Dengan arus kas yang sehat, Telkom optimistis data center menjadi mesin pertumbuhan baru sekaligus tetap memberi dividen kompetitif.

https://emitennews.com/news/telkom-tlkm-beber-isu-ipo-data-center-dividen