Daily News 16 September 2025
-
ARNA
Arwana Citramulia Tbk
-
PT. Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) membukukan penjualan neto Rp1,42 triliun pada semester I-2025, tumbuh 16,39% YoY dari Rp1,22 triliun. Namun laba bersih hanya naik tipis 0,49% menjadi Rp204,16 miliar. Pertumbuhan kinerja ditopang kenaikan volume penjualan 8,47% serta harga jual rata-rata 7,44%. CFO ARNA, Rudy Sujanto, menyebut capaian ini patut diapresiasi di tengah penurunan daya beli masyarakat. Kontribusi utama datang dari inovasi produk keramik rectify dan porcelain sesuai tren pasar.
Pada semester II-2025, perseroan tetap fokus mengembangkan produk rectify dan memperluas kapasitas keramik porcelain sebagai motor pertumbuhan. ARNA juga tengah mempersiapkan upgrading mesin produksi 4.0 serta pembangunan Plant 4D Ogan Ilir berkapasitas 6,5 juta m² per tahun, yang ditargetkan beroperasi akhir 2025. Secara total, ARNA mengandalkan lima pabrik dengan kapasitas lebih dari 68 juta m² per tahun, dan menargetkan volume penjualan 73,7 juta m² sepanjang 2025.
https://industri.kontan.co.id/news/kenaikan-volume-dan-harga-jual-mendongkrak-kinerja-arwana-citramulia-arna
-
CDIA
Chandra Daya Investasi Tbk.
-
PT. Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), emiten milik Prajogo Pangestu, membukukan laba bersih USD67,84 juta pada semester I-2025, melonjak 330,18% YoY dari USD15,77 juta. Laba per saham naik ke USD0,0007 dari USD0,0002, didorong pilar logistik yang menjadi mesin pertumbuhan utama pasca akuisisi PT Marina Indah Maritim dan PT Chandra Investa Prima.
Pendapatan CDIA tercatat USD66,87 juta, naik 41,94% YoY, dengan kontribusi energi USD49,1 juta (+9%), jasa pelabuhan dan penyimpanan USD2,8 juta (+41%), serta logistik USD15 juta (melonjak 17.110%). Laba kotor naik tajam 323,5% menjadi USD19,1 juta, ditopang juga oleh keuntungan lain-lain sebesar USD46,28 juta.
Total aset perseroan mencapai USD1,39 miliar (+29% YtD), ekuitas naik ke USD995,99 juta (+32,4%), sementara liabilitas USD397,84 juta (+21,2%). Direktur Jonathan Kandinata menegaskan capaian ini menunjukkan ketahanan strategi pertumbuhan CDIA sekaligus memperkuat posisi perseroan untuk menangkap peluang bisnis jangka panjang.
https://emitennews.com/news/laba-dan-pendapatan-naik-ini-kinerja-emiten-prajogo-cdia-juni-2025
-
GIAA
Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
-
PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menanggapi wacana merger dengan Pelita Air. Manajemen menyebut saat ini fokus utama perusahaan masih pada penyehatan kinerja melalui perbaikan ekuitas, optimalisasi aksi strategis seperti restorasi armada, pemulihan ekosistem usaha, dan peningkatan trafik penumpang. Direktur Utama GIAA, Wamildan Tsani, menjelaskan diskusi dengan pihak terkait masih berada pada tahap awal.
Progres lebih lanjut baru akan dipaparkan apabila ada perkembangan signifikan terkait tahapan maupun realisasi rencana strategis merger tersebut. Ia menegaskan bahwa dampak merger baru bisa dilihat setelah dilakukan kajian holistik. Untuk saat ini, konsolidasi BUMN penerbangan masih dalam tahap penjajakan, dan Garuda terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
https://emitennews.com/news/garuda-giaa-beber-isu-terkini-merger-dengan-pelita-air
-
PBID
Panca Budi Idaman Tbk.
-
PT. Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) optimistis kinerja hingga akhir 2025 tetap tumbuh dengan bertumpu pada konsumsi domestik, khususnya sektor makanan dan minuman yang bersifat kebutuhan pokok. Segmen ekspor masih kecil, di bawah 5%. Fokus utama diarahkan pada segmen B2C lewat pasar tradisional dan UMKM sebagai tulang punggung distribusi produk plastik kemasan. Pada semester I-2025, PBID membukukan penjualan bersih Rp2,55 triliun, naik 2,82% YoY.
Segmen kemasan plastik mendominasi dengan Rp1,69 triliun atau 66,27% dari total penjualan, disusul penjualan bijih plastik Rp698,83 miliar (+13,81% YoY), sementara segmen lain-lain turun ke Rp159,35 miliar. Manajemen menyiapkan strategi berupa ekspansi pasar, diversifikasi produk, efisiensi biaya, serta peningkatan kualitas layanan.
Dengan capex Rp50 miliar untuk pemeliharaan mesin dan utilisasi kapasitas produksi 70%, PBID yakin fokus pada pasar tradisional dan UMKM lewat brand Tomat, Wayang, dan Sparta akan menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
https://industri.kontan.co.id/news/panca-budi-pbid-genjot-pasar-tradisional-dan-umkm-untuk-dongkrak-penjualan-2025