Daily News 25 September 2025

September 25, 2025 No. 2891

CARS

Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk.

PT. Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk. (CARS) mencatat penurunan kinerja sepanjang semester I-2025 akibat melemahnya industri otomotif nasional. Pendapatan turun 20,37% YoY menjadi Rp2,31 triliun dari Rp3,01 triliun, dipengaruhi penurunan daya beli, kebijakan efisiensi, serta penerapan opsen daerah. Meski begitu, perseroan masih mampu mempertahankan pangsa pasar regional 31,5% di tengah lesunya permintaan.

Manajemen menyebut fokus utama saat ini adalah menjaga keberlanjutan bisnis dengan memperkuat penetrasi di segmen MPV dan SUV yang lebih tangguh terhadap fluktuasi pasar. Selain itu, CARS disiplin dalam efisiensi biaya dan siap menyesuaikan portofolio dengan kondisi regional. Meski target kinerja akan direvisi, perseroan berharap dapat menjaga performa keuangan hingga akhir tahun.

Untuk 2025, CARS menyiapkan capex Rp53 miliar, dengan realisasi Rp10 miliar hingga Juni yang dialokasikan untuk pengadaan kendaraan, peremajaan dan relokasi dealer, serta investasi sistem IT. Dari sisi laba, perseroan mencatat Rp72,71 miliar, turun tipis dari Rp77,39 miliar pada semester I-2024.

https://industri.kontan.co.id/news/bisnis-bintraco-dharma-cars-terdampak-penurunan-daya-beli

INKP

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) akan menawarkan surat utang Rp5,26 triliun yang tercatat di BEI pada 1 Oktober 2025. Penerbitan mencakup obligasi berkelanjutan Rp3,94 triliun dengan bunga 9?9,5%, sukuk mudharabah Rp1,1 triliun ekuivalen 9,5%, serta obligasi dolar USD12,51 juta setara Rp205,28 miliar dengan tenor 370 hari hingga 5 tahun.

Dana hasil penerbitan dialokasikan sekitar Rp1,5 triliun untuk pembayaran utang dalam rupiah maupun dolar, sedangkan sisanya untuk modal kerja, seperti pembelian bahan baku, energi, bahan pembantu produksi, hingga biaya overhead. Dana sukuk juga sepenuhnya diarahkan untuk kebutuhan operasional.

Masa penawaran umum berlangsung 25 September 2025, penjatahan 26 September, distribusi 30 September, dan pencatatan di BEI pada 1 Oktober 2025. Aksi ini ditujukan memperkuat permodalan serta mendukung keberlanjutan bisnis perseroan.

https://emitennews.com/news/hari-ini-grup-sinarmas-inkp-mulai-tawarkan-obligasi-jumbo

KEEN

Kencana Energi Lestari Tbk.

PT. Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) memberikan klarifikasi kepada BEI terkait volatilitas sahamnya yang naik signifikan belakangan ini. Per 24 September 2025, saham KEEN ditutup di Rp1.005 per lembar, naik 20,4% dalam sebulan, 66,7% dalam enam bulan, dan 68,9% secara tahunan. Manajemen menegaskan tidak ada informasi material tersembunyi maupun rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang memengaruhi pergerakan saham, sehingga dinamika harga murni faktor pasar.

KEEN bergerak di sektor energi baru terbarukan, khususnya PLTA dan PLTMH. Namun, sepanjang 2024 kinerja keuangan perseroan menurun dengan laba bersih USD6,23 juta, turun 51,74% YoY dari USD12,91 juta. Pendapatan juga terkoreksi 21% menjadi USD37,86 juta, sementara laba kotor terpangkas ke USD22,03 juta dari USD27,91 juta.

Sebelumnya, Direktur KEEN Rusmin Cahyadi sempat melepas 155 ribu saham pada Mei 2025 dengan harga Rp893,39 per lembar. Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa tidak ada rencana perubahan kepemilikan signifikan dari pemegang saham utama, sehingga operasional dan strategi bisnis tetap berjalan normal.

https://emitennews.com/news/bei-telisik-kencana-energi-keen-laba-drop-saham-melonjak

SSMS

Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mencatat pendapatan semester I-2025 tumbuh 39,8% YoY menjadi Rp7,2 triliun, ditopang kenaikan produksi inti 5,3% dan harga produk turunan sawit (olein +30% YoY, stearin +25% YoY). Produksi TBS mencapai 813 ribu MT dan CPO 264.433 MT. Corporate Secretary SSMS Deni Agustinus menegaskan operasional pabrik berjalan stabil dan efisien, dengan penjualan terfokus ke produk midstream melalui anak usaha PT. Citra Borneo Utama (CBUT).

Struktur ini dinilai memberi stabilitas serapan dan margin lebih baik dibanding mengandalkan ekspor. SSMS juga menyiapkan capex Rp510 miliar pada 2025, dengan realisasi 30%?35% di kuartal I, terutama untuk belanja fisik dan infrastruktur. Ke depan, katalis positif datang dari kebijakan biodiesel B50 yang diproyeksikan meningkatkan permintaan domestik CPO, meski risiko perdagangan global dan cuaca tetap diwaspadai.

https://industri.kontan.co.id/news/sawit-sumbermas-sarana-ssms-fokus-kelola-produk-midstream