Daily News 24 September 2025

September 24, 2025 No. 2890

AUTO

Astra Otoparts Tbk

PT. Astra Otoparts Tbk. (AUTO) semakin agresif memperkuat diversifikasi bisnis di luar otomotif, termasuk ke alat kesehatan, alat berat, industrial, dan perkeretaapian. Saat ini, AUTO telah mengembangkan 33 produk alat kesehatan yang didistribusikan ke lebih dari 70 ribu puskesmas dan 70 rumah sakit. Langkah ini dilakukan di tengah penjualan mobil nasional yang melemah, dengan penjualan Agustus 2025 turun 19,03% YoY meski naik tipis 1,48% dibanding bulan sebelumnya.

Diversifikasi menjadi strategi penting untuk menjaga kinerja. Per Juni 2025, AUTO membukukan pendapatan Rp9,58 triliun, naik 4,22% YoY, namun laba bersih turun 7,38% menjadi Rp938,96 miliar.

https://industri.kontan.co.id/news/penjualan-kendaraan-lesu-astra-otoparts-auto-makin-getol-diversifikasi-usaha

BUMI

Bumi Resources Tbk

Saham PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) melonjak 10,74% ke Rp134 pada perdagangan pagi, dengan volume transaksi 9,02 miliar saham senilai Rp1,19 triliun. Data Stockbit Sekuritas mencatat net buy mencapai Rp290,7 miliar, tertinggi di bursa. BUMI juga baru menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp721,6 miliar dengan rating idA+ dari Pefindo.  Obligasi ditawarkan dalam tenor 3 tahun (kupon 8%) dan 5 tahun (kupon 9,25%).

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pembayaran akuisisi Wolfram Limited (WFL), pemberian pinjaman kepada WFL untuk belanja modal dan modal kerja, serta modal kerja perseroan. WFL adalah perusahaan tambang tembaga dan emas di Australia Barat dengan izin pertambangan hingga 31 Desember 2036, yang setelah akuisisi akan menjadi anak usaha BUMI.

https://investor.id/market/410596/aksi-akuisisi-bumi-perusahaan-tambang-emas-targetnya

GIAA

Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mencatat rugi bersih USD142,83 juta per 30 Juni 2025, membengkak 41,36% dari rugi USD100,35 juta tahun lalu. Kerugian per saham dasar naik menjadi USD0,00157 dari USD0,00111. Pendapatan usaha turun 4,93% menjadi USD1,54 miliar, dengan penerbangan berjadwal USD1,18 miliar, penerbangan tidak berjadwal USD205,83 juta, serta pendapatan lain USD158,2 juta.

Sementara itu, beban operasional penerbangan menurun, namun beban pemeliharaan melonjak signifikan menjadi USD318,96 juta.Dari sisi neraca, ekuitas GIAA masih negatif USD1,49 miliar, defisit membengkak menjadi USD3,65 miliar. Liabilitas naik tipis ke USD8,01 miliar, sementara aset susut ke USD6,51 miliar.

https://emitennews.com/news/makin-boncos-juni-2025-garuda-giaa-defisit-usd365-miliar

TRIM

Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) akan menawarkan obligasi Rp500 miliar sebagai bagian dari Obligasi Berkelanjutan II senilai Rp2 triliun, setelah sebelumnya menerbitkan Rp700 miliar. Dari total tersebut, Rp90 miliar dijamin penuh dan Rp410 miliar dengan kesanggupan terbaik. Obligasi terbagi dalam dua seri: Seri A berjangka 370 hari dengan bunga 6,75% per tahun, serta Seri B tenor tiga tahun dengan kupon 8,25% per tahun.

Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan jadwal jatuh tempo 18 Oktober 2026 (Seri A) dan 8 Oktober 2028 (Seri B). Seluruh dana hasil penerbitan akan dipakai untuk modal kerja. Masa penawaran dijadwalkan pada 3?6 Oktober 2025, dengan pencatatan di BEI pada 9 Oktober 2025.

https://emitennews.com/news/broker-boy-thohir-trim-jajakan-obligasi-rp500-m-simak-tujuannya