Daily News 29 September 2025
-
INET
Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.
-
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), resmi mengumumkan aksi korporasi jumbo berupa rights issue (PMHMETD I) senilai maksimal Rp3,2 triliun. Perseroan akan menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham dan rasio 3:4. Aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi hingga 57,14% bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi.
Menariknya, pemegang saham pengendali PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) dengan kepemilikan 60,62% menyatakan komitmen penuh menyerap seluruh haknya senilai Rp1,78 triliun dan siap menjadi standby buyer untuk sisa saham hingga Rp1,41 triliun. Dengan demikian, potensi dana segar ke kas INET bisa tembus lebih dari Rp3,2 triliun.
Dana hasil rights issue akan difokuskan pada ekspansi jaringan Fiber To The Home (FTTH) berbasis Wi-Fi 7, termasuk Rp2,8 triliun untuk anak usaha GPI dalam menggaet 2 juta pelanggan baru di Bali dan Lombok. Sisanya dialokasikan untuk sewa kabel bawah laut, modal kerja FTTH di Jawa, serta pengembangan layanan dan perangkat. Sebagai insentif, INET juga menerbitkan hingga 3,07 miliar Waran Seri II yang berpotensi menambah dana Rp921,6 miliar pada 2026?2028.
https://emitennews.com/news/pengendali-jadi-standby-buyer-inet-akan-right-issue-rp32-triliun -
PGAS
Perusahaan Gas Negara Tbk.
-
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), mencatat volume penjualan gas 830 BBtud sepanjang Januari?Agustus 2025, turun 2% YoY dan masih 4?13% di bawah target tahun ini (873?958 BBtud). Dari sisi upstream, penjualan turun tajam 21% YoY menjadi 15.844 BOEPD, lebih rendah 8% dari target 17.227 BOEPD.
Namun, bisnis transmisi gas menunjukkan kinerja solid. Volume transmisi tercatat 1.627 MMSCFD, tumbuh 8% YoY sekaligus melampaui target tahunan 1.435 MMSCFD atau 13% lebih tinggi. Pencapaian ini menjadi penopang penting bagi kinerja keuangan perseroan di tengah lemahnya serapan gas industri dan fluktuasi upstream.
Manajemen menyebut PGAS akan menjalankan strategi adaptif guna meminimalkan dampak pelemahan di segmen upstream, dengan mengandalkan kekuatan pada bisnis transmisi yang masih tumbuh positif.
https://emitennews.com/news/pgn-pgas-catat-penjualan-gas-830-bbtud-belum-capai-target
-
ACES
Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.
-
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melanjutkan ekspansi agresif dengan membuka 16 toko baru AZKO hingga September 2025, menjangkau 11 wilayah baru seperti Abepura, Sorong, Palu, Bukittinggi, hingga Rantau Prapat. Perseroan menargetkan total 25?30 gerai baru tahun ini, dengan fokus utama pada kota-kota lapis kedua dan ketiga di luar Jawa yang dinilai memiliki potensi pasar besar.
Untuk mendukung ekspansi, ACES menyiapkan capex Rp250?300 miliar pada 2025, dengan realisasi Rp87 miliar hingga semester I. Dana tersebut digunakan untuk pembukaan gerai baru serta pembaruan konsep toko eksisting agar lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Dari sisi kinerja, penjualan semester I-2025 tumbuh 3,24% menjadi Rp4,26 triliun, namun laba bersih terkoreksi 19,92% menjadi Rp292 miliar. Manajemen menegaskan fokus pada efisiensi operasional, penguatan rantai pasok, dan optimalisasi kanal penjualan offline maupun online di tengah kondisi makro yang masih menantang.
https://industri.kontan.co.id/news/target-ekspansi-30-gerai-aspirasi-hidup-indonesia-aces-buka-16-toko-baru-azko
-
TSPC
Tempo Scan Pacific Tbk
-
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) terus memperluas portofolio bisnisnya dengan mendirikan entitas baru bernama PT Tempo Agri Nusantara (TAN) bersama induknya PT Bogamulia Nagadi (BMN) pada 18 September 2025. TAN akan berfokus pada industri pengolahan susu, mulai dari produk segar, bubuk, kental, hingga turunannya, sekaligus merambah sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan jasa.
Struktur kepemilikan TAN menempatkan BMN sebagai pemegang mayoritas dengan 60% saham, sementara dua anak usaha TSPC, yaitu PT Polari Limunusainti (PLI) dan PT Kian Mulia Manunggal (KMM), masing-masing memiliki 20%. Total modal disetor mencapai Rp1 miliar, dengan transaksi afiliasi dari PLI dan KMM senilai Rp250 juta per entitas. Manajemen menegaskan pendirian TAN tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan.
Meski nilai transaksinya kecil, langkah ini mencerminkan strategi TSPC membidik pertumbuhan baru di sektor agribisnis, khususnya industri susu yang prospektif seiring meningkatnya konsumsi protein hewani dan gaya hidup sehat. Namun, kinerja keuangan TSPC di semester I-2025 masih tertekan, dengan laba bersih turun 16,75% YoY menjadi Rp754,48 miliar dan penjualan bersih melemah 2,63% YoY ke Rp6,59 triliun.
https://industri.kontan.co.id/news/ekspansi-baru-tempo-scan-tspc-perluas-bisnis-sektor-industri-susu