Daily News 30 September 2025

September 30, 2025 No. 2894

COCO

Wahana Interfood Nusantara Tbk.

PT. Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) mendapat restu pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Persetujuan itu diperoleh dalam RUPSLB pada 15 Juli 2025, dengan pelaksanaan efektif mulai 29 September 2025. Berdasarkan prospektus 21 Juli 2025, COCO akan menerbitkan maksimal 2,66 miliar saham baru bernominal Rp100, setara 75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Setiap pemegang satu saham lama berhak atas tiga HMETD, dengan harga pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian. Rights issue ini direncanakan diperdagangkan pada 23?17 Oktober 2025. Manajemen menyebut seluruh dana dari aksi korporasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, pengembangan usaha, belanja modal, dan modal kerja.

Namun, kinerja COCO masih tertekan. Per 31 Maret 2025, perseroan mencatat rugi bersih Rp18,76 miliar, naik dari rugi Rp8,27 miliar pada periode sama 2024. Penjualan bersih turun 12,34% YoY menjadi Rp36,36 miliar, sementara beban pokok penjualan naik tipis 1,48% YoY menjadi Rp36,26 miliar.

https://investasi.kontan.co.id/news/siap-eksekusi-rights-issue-wahana-interfood-coco-terbitkan-266-miliar-saham

SMBR

Semen Baturaja Tbk.

PT. Semen Baturaja Tbk. (SMBR) membukukan kenaikan produksi semen 22% YoY menjadi 1,14 juta ton pada semester I-2025, dengan volume penjualan naik 21% YoY menjadi 1,13 juta ton, lebih baik dari pasar nasional yang terkoreksi 2%. Dari sisi keuangan, laba bersih melonjak 987,7% YoY menjadi Rp79,62 miliar, didorong pendapatan yang tumbuh 31% YoY ke Rp1,09 triliun.

Direktur Utama Suherman Yahya menilai permintaan semen nasional masih menghadapi tantangan oversupply hingga 2030, namun area Sumatera bagian Selatan tetap tumbuh positif berkat proyek infrastruktur pemerintah, swasta, dan segmen ritel. SMBR juga memperkuat efisiensi biaya produksi dan distribusi, serta meningkatkan sinergi dengan Semen Indonesia Group (SIG) untuk memperkuat posisinya di pasar.

Selain itu, SMBR mendorong penggunaan energi dan bahan baku alternatif untuk menekan biaya sekaligus menurunkan emisi karbon, yang tercatat turun menjadi 559,99 kg CO2/ton dari 577,33 kg CO2/ton pada semester I-2024. Dengan kapasitas produksi terpasang 3,85 juta ton per tahun dari fasilitas di Sumatera Selatan dan Lampung, SMBR optimistis menjaga kinerja positif hingga akhir 2025.

https://industri.kontan.co.id/news/intip-fokus-bisnis-semen-baturaja-smbr-guna-dongkrak-penjualan-semen

SMCB

Solusi Bangun Indonesia Tbk

PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) membukukan laba bersih Rp266,52 miliar pada semester I-2025, naik 62,98% dari Rp163,52 miliar pada periode sama tahun lalu. Laba per saham dasar dan dilusian pun ikut meningkat menjadi Rp30 dari sebelumnya Rp18. Pendapatan tercatat Rp4,97 triliun, turun 8,3% YoY dari Rp5,42 triliun, sementara beban pokok pendapatan menyusut 11,68% menjadi Rp3,93 triliun. Kondisi ini mendorong laba kotor naik 7,29% menjadi Rp1,03 triliun.

Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) naik 20,25% YoY menjadi Rp443,72 miliar, didukung efisiensi beban keuangan yang turun ke Rp87,79 miliar dari Rp127,8 miliar. Di sisi neraca, ekuitas SMCB per Juni 2025 tercatat Rp12,81 triliun, sedikit turun dari Rp12,91 triliun di akhir 2024. Total liabilitas berkurang menjadi Rp7,92 triliun dari Rp8,13 triliun, sementara total aset menurun tipis ke Rp20,74 triliun dari Rp21,04 triliun di akhir tahun lalu.

https://emitennews.com/news/surplus-63-persen-juni-2025-smcb-raup-laba-rp26652-miliar

TBIG

Tower Bersama Infrastructure Tbk.

PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) akan melepas saham treasuri sebanyak 350,33 juta lembar. Penjualan saham hasil buyback ini akan dilakukan mulai 6 Oktober 2025 dan paling lambat hingga 31 Desember 2025, baik dalam satu tahap maupun beberapa tahap. Pembeli saham treasuri tersebut adalah Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd, yang merupakan induk investasi sekaligus pengendali TBIG.

Harga pelaksanaan akan mengikuti ketentuan POJK No. 29/2023, yaitu tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan sehari sebelum transaksi atau rata-rata harga penutupan 90 hari terakhir dengan diskon maksimal 7,5%. Langkah ini menandakan dukungan penuh pemegang kendali terhadap struktur permodalan perseroan sekaligus memberikan kepastian dalam pengelolaan saham hasil buyback.

https://emitennews.com/news/pengendali-tbig-serap-35033-juta-saham-treasuri-intip-jadwalnya