Daily News 01 October 2025
-
DOID
BUMA Internasional Grup Tbk.
-
PT. Buma International Grup Tbk. (DOID) membukukan rugi bersih USD74,2 juta pada semester I-2025, melonjak 179,15% dari rugi USD26,58 juta di periode sama tahun lalu. Rugi per saham dasar dan dilusian pun meningkat menjadi USD0,01000 dari sebelumnya USD0,00350. Pendapatan bersih DOID turun 14,59% YoY menjadi USD730,2 juta, sementara beban pokok pendapatan terkoreksi ke USD743,9 juta dari USD781,12 juta.
Kondisi ini membuat perusahaan mencatat rugi kotor USD13,69 juta, berbalik dari laba kotor USD73,85 juta tahun lalu. Meski beban usaha relatif stabil di USD43,42 juta, penurunan pendapatan keuangan dan tingginya beban lain-lain ikut menekan kinerja. Di sisi neraca, ekuitas DOID turun signifikan menjadi USD100,87 juta dari USD193,47 juta di akhir 2024, dengan defisit USD17,8 juta setelah sebelumnya surplus USD56,43 juta.
Total liabilitas naik ke USD1,47 miliar, sedangkan aset sedikit turun ke USD1,57 miliar. Kondisi ini mencerminkan tekanan berat pada fundamental DOID di tengah tantangan industri jasa pertambangan.
https://emitennews.com/news/anjlok-179-persen-doid-medio-2025-tekor-usd742-juta
-
EMAS
Merdeka Gold Resources Tbk.
-
PT. Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) menyalurkan fasilitas pinjaman sebesar USD120 juta kepada entitas usahanya, PT. Gorontalo Sejahtera Mining (GSM). Transaksi ini merupakan amendemen ketiga dari perjanjian utang piutang yang diteken pada 26 September 2025, dengan perpanjangan jatuh tempo hingga 31 Agustus 2029 dan margin bunga pinjaman pokok disesuaikan menjadi 6,26%.
Dana pinjaman akan digunakan GSM untuk kebutuhan korporasi umum, termasuk belanja modal, operasional, serta modal kerja. Skema pinjaman memungkinkan GSM untuk menarik, membayar, dan kembali meminjam selama masa perjanjian. Proses pencairan dana dilakukan berdasarkan permohonan resmi yang disampaikan satu hari kerja sebelum tanggal pencairan.
Manajemen menegaskan, transaksi ini dilakukan untuk mendukung pendanaan GSM sekaligus memperkuat posisi keuangan dan operasional entitas tersebut, sehingga menciptakan nilai tambah secara konsolidasi bagi EMAS. Perseroan juga menekankan bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan EMAS.
https://emitennews.com/news/emas-suntik-entitas-usaha-usd120-juta-telisik-lengkapnya
-
SRAJ
Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.
-
PT. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) membukukan rugi bersih Rp65,55 miliar pada semester I-2025, anjlok 779,27% dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih mencatat laba Rp9,65 miliar. Rugi per saham dasar ikut membengkak menjadi Rp5,36 dari sebelumnya surplus Rp0,80. Pendapatan bersih SRAJ naik tipis 4,42% YoY menjadi Rp1,18 triliun, dengan laba kotor Rp462,5 miliar atau tumbuh 5,30% YoY.
Namun, beban penjualan meningkat ke Rp21,04 miliar dan beban umum serta administrasi melonjak signifikan ke Rp412,55 miliar. Akibatnya, laba operasi berbalik menjadi rugi sebelum pajak Rp109,48 miliar dari sebelumnya surplus Rp18,33 miliar. Dari sisi neraca, total ekuitas SRAJ turun ke Rp1,47 triliun, dengan defisit melebar menjadi Rp611,27 miliar.
Liabilitas melonjak tajam ke Rp6,12 triliun dari Rp3,84 triliun di akhir 2024, sehingga total aset naik menjadi Rp7,6 triliun. Kondisi ini mencerminkan tekanan berat pada struktur keuangan emiten rumah sakit milik konglomerasi Sri Tahir tersebut.
https://emitennews.com/news/rugi-bengkak-juni-2025-emiten-sri-tahir-sraj-defisit-rp611-miliar
-
TPIA
Chandra Asri Pacific Tbk.
-
PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bersama Glencore melalui perusahaan patungan Aster Chemicals & Energy Pte Ltd mengumumkan investasi US$125 juta atau sekitar Rp2,08 triliun untuk meremajakan infrastruktur Single Buoy Mooring (SBM) dan pipa SBM di Bukom, Singapura. Fasilitas lepas pantai sepanjang 5,1 km ini menjadi jalur utama penyaluran minyak mentah ke kilang dan fasilitas penyimpanan darat Aster.
Investasi multi-fase ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dengan memangkas kebutuhan kapasitas dermaga, sekaligus mendukung rencana jangka panjang Aster dalam peremajaan kilang dan unit pemisah kondensat. Aster menunjuk mitra global, Allseas dan DOF, untuk pembangunan, pemasangan, hingga komisioning infrastruktur tersebut.
Menurut manajemen, peningkatan jaringan pipa SBM diharapkan dapat beroperasi andal selama lebih dari 20 tahun, memperkuat daya saing Singapura sebagai pusat energi dan logistik regional. Proyek ini juga menegaskan komitmen Aster dan mitra strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di sektor energi dan petrokimia.
https://industri.kontan.co.id/news/perusahaan-patungan-tpia-glencore-investasi-us-125-juta-untuk-peremajaan-pipa