Daily News 02 October 2025

October 02, 2025 No. 2896

AGRO

Bank Raya Indonesia Tbk.

PT. Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), emiten digital banking dari BRI Group, mencatat lonjakan signifikan pada transaksi QRIS sepanjang semester I-2025. Jumlah transaksi melonjak 300% YoY menjadi 3,3 juta, dengan volume transaksi naik 94% YoY hingga Rp13,8 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh inovasi fitur Saku Bisnis yang memudahkan pelaku usaha dalam pencairan dana, pembuatan QRIS ganda, fitur kasir multiuser, hingga pengelolaan akun bisnis terpisah.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menegaskan fitur tersebut memberi keleluasaan bagi UMKM dan retailer dalam mengelola operasional dengan lebih praktis, transparan, dan efisien. Akselerasi digital ini pun memperkuat daya tarik Bank Raya di segmen pelaku usaha ritel skala kecil hingga menengah. Dari sisi kinerja keuangan, Bank Raya juga menunjukkan fundamental yang solid.

Pada kuartal II-2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 64,5% YoY menjadi Rp32,93 miliar. Selain itu, penyaluran kredit digital tumbuh 64,8% YoY mencapai Rp13,42 triliun, sehingga mendorong outstanding kredit digital melesat 79,2% YoY ke Rp2,62 triliun.

https://emitennews.com/news/bank-raya-agro-catat-lonjakan-300-transaksi-qris-ritel

BUAH

Segar Kumala Indonesia Tbk.

PT. Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH), emiten distributor buah, sayuran, dan produk unggas, resmi mendapat restu pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:2 pada RUPSLB 1 Oktober 2025. Setelah stock split, jumlah saham perseroan akan meningkat menjadi 2 miliar lembar dengan nilai nominal Rp25 per saham, dari sebelumnya 1 miliar lembar dengan nominal Rp50 per saham.

Direktur Utama Segar Kumala Indonesia, Renny Lauren, menyebut langkah ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas investor dan memperkuat likuiditas saham di pasar modal. Meski harga per saham menurun, nilai investasi pemegang saham tetap sama, sekaligus memberi peluang partisipasi lebih luas bagi investor.

Dari sisi kinerja, hingga semester I-2025 BUAH membukukan penjualan Rp1,4 triliun atau 56% dari target tahunan Rp2,5 triliun. Laba bersih tercatat Rp21,7 miliar, tumbuh 22% YoY dari Rp17,7 miliar di periode yang sama 2024. Momentum konsumsi akhir tahun diperkirakan menjadi katalis tambahan bagi pencapaian target perseroan.

https://emitennews.com/news/dapat-izin-stock-split-buah-proyeksi-penjualan-tembus-rp25-triliun

CUAN

Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

PT. Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) berencana menerbitkan surat utang senilai Rp2 triliun yang terdiri dari obligasi berkelanjutan Rp1,35 triliun dan sukuk wakalah berkelanjutan Rp650 miliar. Obligasi ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A Rp1,16 triliun dengan kupon 8,50% per tahun berjangka 5 tahun dan Seri B Rp187,64 miliar dengan kupon 9,00% per tahun berdurasi 7 tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan dengan jatuh tempo penuh masing-masing pada 24 Oktober 2030 untuk Seri A dan 24 Oktober 2032 untuk Seri B.

Sukuk wakalah juga terdiri dari dua seri, yakni Seri A Rp137,64 miliar dengan imbal hasil ekuivalen 8,50% per tahun berdurasi 5 tahun, serta Seri B Rp512,36 miliar dengan imbal hasil ekuivalen 9,00% per tahun berjangka 7 tahun. Imbal hasil dibayarkan setiap tiga bulan, dengan jadwal pembayaran terakhir sekaligus pengembalian dana investasi pada 24 Oktober 2030 untuk Seri A dan 24 Oktober 2032 untuk Seri B.

Seluruh dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk wakalah, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Multi Tambangjaya Utama (MUTU), anak usaha yang mengelola tambang batubara bituminous thermal dan coking coal di Kalimantan Tengah. Pinjaman ini akan mendukung modal kerja MUTU, termasuk biaya kontraktor, pemasok, tenaga kerja, serta beban operasional lainnya. Masa penawaran umum ditetapkan pada 20?21 Oktober 2025, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Oktober 2025.

https://emitennews.com/news/emiten-prajogo-cuan-jajakan-surat-utang-rp2-t-telisik-tujuannya

SMIL

Sarana Mitra Luas Tbk.

PT. Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL) resmi memperluas lini usahanya ke sektor pertambangan melalui skema Joint Operation (JO) dengan Sarana Cipta Minergi (SCM) serta mitra lokal PT Barakara dan PT ATOZ sebagai pemilik IUP. Dalam kerja sama ini, SCM menguasai 40% saham operasional, sementara SMIL berperan sebagai penyedia utama alat berat seperti dump truck, excavator, dozer, hingga support equipment dengan kapasitas setara ±4 juta ton per tahun.

Lokasi tambang berada di Painan, Sumatera Barat dengan target produksi awal 200 ribu ton per bulan dan potensi peningkatan hingga 500 ribu ton per bulan. Batubara yang dihasilkan memiliki kualitas GAR 7000 kcal. Melalui kolaborasi ini, SMIL diproyeksikan memperoleh tambahan recurring income signifikan dari sektor tambang, sekaligus memperkuat diversifikasi di luar bisnis inti transportasi dan logistik.

Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, menegaskan bahwa ekspansi ke pertambangan merupakan milestone penting bagi perseroan untuk memperluas portofolio bisnis. Ia optimistis kontribusi dari tambang bisa menghasilkan pendapatan hingga ratusan miliar rupiah per bulan, yang akan mulai terefleksi dalam kinerja keuangan tahun 2026.

https://emitennews.com/news/smil-ekspansi-ke-tambang-peluang-bisnis-ratusan-miliar-dari-jo