Daily News 13 October 2025
-
ANTM
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatat pengeluaran eksplorasi sebesar Rp176,95 miliar hingga akhir September 2025, dengan fokus pada tiga komoditas utama yakni emas, nikel, dan bauksit. Corporate Secretary ANTM, Wisnu Danandi Haryanto, menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi emas dilakukan di Pongkor, Jawa Barat, melalui metode in-mine drilling dan deep drilling untuk memperkuat cadangan di tambang bawah tanah.Untuk komoditas nikel, eksplorasi difokuskan di Konawe Utara dan Pomalaa (Sulawesi Tenggara), serta di Buli, Maluku Utara, melalui entitas anak PT Sumberdaya Arindo (SDA). Aktivitas meliputi pemetaan geologi, pengambilan sampel, pengeboran, dan analisis laboratorium guna memperluas basis sumber daya dan mendukung rencana hilirisasi nikel perseroan.
Sementara itu, eksplorasi bauksit dilakukan di Tayan, Landak, dan Mempawah?Toho (Kalimantan Barat), mencakup penggalian test pit, pemetaan geologi, pengukuran lintasan grid, serta pembuatan sumur uji. Melalui Unit Geomin, ANTM juga menjalankan eksplorasi geologi, geofisika, serta perhitungan cadangan mineral dengan dukungan sistem informasi geografis (GIS) untuk memastikan efisiensi dan akurasi data eksplorasi.
https://emitennews.com/news/eksplorasi-emas-di-pongkor-antam-habiskan-dana-rp1769m
-
HRTA
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen perhiasan dan emas batangan terintegrasi, menargetkan pertumbuhan penjualan 50?60% sepanjang 2025. Direktur Investor Relations, Thendra Crisnanda, menyebut strategi utama perseroan berfokus pada efisiensi, inovasi produk, dan ekspansi pasar. HRTA juga menyiapkan koleksi baru berdesain modern seperti Anabul dan HRTA x Yupi dengan gramasi kecil dan harga kompetitif untuk mengikuti tren permintaan konsumen.
Hingga tahun berjalan, HRTA telah membuka 93 toko ritel guna memperluas penetrasi pasar domestik, dengan fokus memperkuat kehadiran di kota tier-2 dan tier-3. Untuk mendukung ekspansi tersebut, perseroan menyiapkan capex Rp150 miliar, dengan realisasi 55% pada semester I-2025 yang digunakan untuk pembangunan pabrik terintegrasi, penambahan gerai, dan peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, HRTA juga menjajaki peluang ekspor dan kerja sama strategis dengan mitra internasional, meski pasar domestik tetap menjadi prioritas utama.
Sepanjang semester I-2025, HRTA mencatat pendapatan Rp15,05 triliun, melonjak 82,6% YoY, dengan laba bersih Rp348,9 miliar, tumbuh 69,5% YoY. Tahun depan, HRTA akan memperkuat tiga pilar utama, yakni ekspansi jaringan distribusi, inovasi produk HRTA Gold yang lebih relevan bagi generasi muda, dan kolaborasi digital untuk memperluas jangkauan di seluruh rantai nilai.
https://industri.kontan.co.id/news/hartadinata-abadi-hrta-kejar-kenaikan-penjualan-hingga-60-di-2025
-
INDY
PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan telah menyerap belanja modal (capex) sebesar US$51,8 juta atau sekitar Rp869,14 miliar hingga semester I-2025. Menurut Head of Corporate Communications Ricky Fernando, sekitar 95% capex digunakan untuk pengembangan bisnis non-batubara, khususnya proyek Awak Mas, kendaraan listrik, dan inisiatif bisnis hijau lainnya.
Proyek Awak Mas, yang dikelola oleh anak usaha PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mendapat alokasi capex terbesar yakni US$158 juta, dengan realisasi penyerapan mencapai US$36 juta hingga pertengahan 2025. Proyek tambang emas ini ditargetkan mulai beroperasi komersial pada semester II-2026, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 100.000?120.000 ounces emas.
Indika Energy menegaskan fokusnya pada persiapan operasional dan efisiensi proyek Awak Mas sepanjang paruh kedua 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi portofolio dan memperkuat kontribusi bisnis non-batubara, sejalan dengan arah transformasi energi yang lebih berkelanjutan.
https://industri.kontan.co.id/news/genjot-bisnis-non-batubara-indika-energy-indy-sudah-serap-capex-us-518-juta
-
AMMN
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat biaya eksplorasi sebesar USD2,69 juta sepanjang kuartal III-2025, yang difokuskan pada kegiatan di Blok II (Elang) dan Blok III (Rinti), Sumbawa. Mayoritas dana atau sekitar USD2,34 juta digunakan untuk eksplorasi di Blok Elang, mencakup pengeboran inti, pemetaan geologi, dan pengambilan sampel tanah di area proyek Elang, Gerbang Timur, Sebu Timur, serta rencana lokasi waste dump Elang.
Kegiatan eksplorasi di Blok Elang melibatkan 19 lubang bor dengan total kedalaman 5.722,7 meter, meliputi pengeboran infill sumber daya (10 lubang), eksplorasi di Gerbang Timur (6 lubang), Sebu Timur (1 lubang), serta lubang sterilisasi di area waste dump (2 lubang). Sebanyak 1.841 sampel inti dan 128 sampel tanah dikirim ke laboratorium untuk analisis lanjutan. Ke depan, AMMN akan melanjutkan program pengeboran sumber daya dan eksplorasi di area tersebut menggunakan lima rig.
Sementara itu, di Blok III Rinti, kegiatan eksplorasi menelan biaya USD351 ribu yang difokuskan pada survei geofisika IP, resistivitas, dan pemetaan geologi. Survei IP sepanjang 11,35 km bertujuan mengidentifikasi sistem porfiri Cu-Au di bawah lapisan lithocap. Dari kegiatan ini, 25 sampel batuan telah dikirim ke laboratorium, dengan rencana lanjutan berupa pengeboran eksplorasi (1 rig) di zona lithocap dan area dengan anomali IP tinggi.
https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-ammn-habiskan-biaya-eksplorasi-usd269-juta