Daily News 10 October 2025
-
CMRY
Cisarua Mountain Dairy Tbk.
-
PT. Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) atau Cimory akan membagikan dividen interim senilai Rp793,46 miliar untuk tahun buku 2025, setara Rp100 per saham. Nilai tersebut merepresentasikan 79,79% dari laba bersih semester I-2025 sebesar Rp993,87 miliar, sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 9 Oktober 2025.
Adapun jadwal pembagian dividen mencakup cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 17 Oktober 2025, ex dividen pada 20 Oktober, cum dividen pasar tunai pada 21 Oktober, dan pembayaran pada 30 Oktober 2025. Pemegang saham yang tercatat hingga 21 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB berhak menerima dividen tunai tersebut.
Per Juni 2025, Cimory mencatat laba bersih Rp993,87 miliar, saldo laba ditahan Rp2,73 triliun, dan total ekuitas Rp6,55 triliun. Pembagian dividen ini mencerminkan posisi keuangan yang kuat serta komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil yang konsisten kepada pemegang saham.
https://emitennews.com/news/cimory-cmry-tabur-dividen-interim-rp100-per-lembar-ikuti-jadwalnya
-
EMTK
Elang Mahkota Teknologi Tbk
-
PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) kembali memborong saham PT. Surya Citra Media Tbk. (SCMA) dalam beberapa tahap dengan total 256,98 juta lembar saham, menggunakan dana sekitar Rp102,82 miliar. Transaksi dilakukan pada rentang harga Rp338?421 per saham, dengan tujuan investasi langsung, sebagaimana dijelaskan Corporate Secretary EMTK Titi Maria Rusli dalam keterbukaan informasi BEI pada Kamis (9/10/2025).
Rinciannya, Emtek membeli saham SCMA pada periode 30 September hingga 7 Oktober 2025, di antaranya 5,4 juta saham di harga Rp338, 38,2 juta di Rp358, 9,25 juta di Rp383, 37,95 juta di Rp399, 62,4 juta di Rp400, dan 103,76 juta di Rp421 per saham. Dengan penambahan ini, kepemilikan EMTK atas SCMA meningkat menjadi 67,55% atau 49,96 miliar saham, dari sebelumnya 67,20% atau 49,71 miliar saham.
Seiring aksi akumulasi tersebut, saham EMTK tercatat menguat 1,05% ke level Rp1.440 per saham pada sesi I perdagangan Kamis (9/10/2025), mencerminkan sentimen positif pasar terhadap strategi konsolidasi grup Emtek di lini media digital dan konten hiburan.
https://investor.id/market/412588/serok-lagi-emtek-emtk-kuasai-6755-saham-scma
-
MCOL
Prima Andalan Mandiri Tbk.
-
PT. Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) melalui anak usahanya PT. Mandiri Intiperkasa (MIP) melaporkan hasil kegiatan eksplorasi pada Triwulan III 2025 (Juli?September) dengan fokus memperoleh data detail di area rencana penambangan untuk lima tahun ke depan. Eksplorasi juga ditujukan untuk menambah sumber daya dan cadangan batubara MIP.
Menurut Corporate Secretary MCOL Jie Jeanny Pratiwi, kegiatan dilakukan dengan metode pemboran lubang terbuka dan pemboran inti disertai geophysical logging guna meningkatkan akurasi data ketebalan lapisan batubara. Sepanjang kuartal III, MIP telah menyelesaikan 68 titik bor dengan total kedalaman 11.826,5 meter, yang terdiri dari 11.644 meter pemboran terbuka dan 182,5 meter pemboran inti.
Seluruh kegiatan selama periode tersebut masih berupa pengeboran infill dengan total biaya operasional mencapai USD348.088, tanpa adanya alokasi untuk biaya investasi. Untuk Triwulan IV 2025, MIP menargetkan 58 titik pemboran tambahan dengan total kedalaman 11.706 meter, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat data eksplorasi dan pengelolaan sumber daya batubara.
https://emitennews.com/news/mcol-sebut-eksplorasi-di-kuartal-iii-telan-dana-usd348088
-
PNBN
Bank Pan Indonesia Tbk
-
PT. Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) akan memulai pengalihan saham hasil buyback sebanyak 6,1 juta lembar, yang dilakukan pada periode 16 Maret?15 Juni 2020. Aksi ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap POJK No. 29/2023 jo POJK No. 30/2017, yang mewajibkan perusahaan terbuka untuk mengalihkan saham hasil pembelian kembali dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Corporate Secretary PNBN Jasman G. Munte, proses pengalihan akan dimulai pada 13 Oktober 2025 dan berlangsung hingga seluruh saham berhasil dialihkan. Untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Evergreen Sekuritas Indonesia sebagai pelaksana penjualan saham di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi PNBN dalam mengelola struktur permodalan dan memenuhi kewajiban regulasi OJK.
Sepanjang sebulan terakhir, saham PNBN tercatat turun 9,29% ke level Rp1.025 per saham. Dalam enam bulan terakhir, penurunan mencapai 24,9%, dan secara tahunan (YTD) melemah 43% dari posisi awal tahun Rp1.800 per saham, mencerminkan tekanan berkelanjutan pada kinerja saham bank tersebut di tengah kondisi pasar yang menantang.
https://emitennews.com/news/panin-bank-pnbn-umumkan-aksi-korporasi-baru