Daily News 09 October 2025
-
ASSA
Adi Sarana Armada Tbk.
-
PT. Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) terus memperkuat lini bisnis rental mobil dengan menambah jumlah armada. Hingga paruh pertama 2025, perseroan telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp900 miliar dari total anggaran Rp1,5 triliun yang disiapkan tahun ini. Menurut Corporate Secretary ASSA Jerry Fandy, penambahan armada dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar, dengan total kendaraan yang kini mencapai 30.000 unit.
Setiap tahun, ASSA membeli sekitar 4.000?5.000 kendaraan baru untuk menggantikan armada lama dan memenuhi permintaan baru. Dengan ekspansi ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan rental kendaraan sebesar 5%?10% di 2025. Pada semester I-2025, ASSA mencatat pendapatan Rp2,84 triliun, tumbuh 20% YoY, seiring kinerja solid dari tiga pilar bisnisnya: rental, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas.
ASSA juga memperluas segmen logistik melalui pengembangan hub Cargoshare dan layanan cold chain Coldspace, termasuk penambahan gudang baru di Pulo Gadung yang akan beroperasi akhir tahun ini. Di bisnis kendaraan bekas, ASLC melalui Caroline.id telah memiliki 18 cabang hingga Juli 2025 dan berencana memperluas ke wilayah potensial lain guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
https://industri.kontan.co.id/news/assa-realisasikan-capex-rp-900-miliar-untuk-tambah-armada-rental-mobil
-
BUMI
Bumi Resources Tbk
-
PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) resmi mengakuisisi 99,68% saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia Barat, senilai Rp696,77 miliar (AUD63,29 juta). Transaksi tersebut diteken pada 7 Oktober 2025 sebagai pembayaran awal dari rencana akuisisi penuh 100% saham Wolfram, dengan sisa 0,32% senilai Rp2,2 miliar akan diselesaikan pada akhir Oktober 2025.
Dengan begitu, BUMI akan menjadi pemilik penuh Wolfram per November 2025 dengan total nilai transaksi Rp698,98 miliar (AUD63,5 juta). Aksi korporasi ini menandai langkah strategis diversifikasi usaha BUMI di luar batu bara, memperluas portofolio ke sektor mineral strategis dan mineral kritis.
Akuisisi tersebut merupakan tindak lanjut dari term sheet agreement yang telah disetujui oleh Foreign Investment Review Board (FIRB) Australia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam upaya ekspansi global BUMI. Presiden Direktur Adika Nuraga Bakrie menyebut akuisisi ini akan memperkuat posisi BUMI dalam rantai pasok mineral strategis dan membuka peluang hilirisasi.
Melalui Wolfram, BUMI akan memperoleh akses produksi emas dan tembaga jangka pendek, yang diharapkan berkontribusi pada pendapatan perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham tanpa berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perseroan.
https://emitennews.com/news/caplok-wolfram-grup-bakrie-bumi-perkuat-pasar-australia
-
CDIA
Chandra Daya Investasi Tbk.
-
PT. Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), melalui anak usahanya PT. Krakatau Chandra Energi (KCE), akan menambah kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 4,7 MWp, sehingga total kapasitas terpasang kini mencapai 11 MWp. Proyek PLTS tipe ground-mounted tersebut berlokasi di Cilegon, Banten, dan ditargetkan beroperasi pada November 2025. Proyek ini memanfaatkan jalur transmisi distribusi KCE dengan optimalisasi lahan yang sebelumnya belum difungsikan.
Dengan total kapasitas tersebut, CDIA memperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 9.855 ton CO₂eq per tahun, setara dengan penyerapan karbon dari 469.000 pohon setiap tahunnya. Didukung pengalaman di sektor kelistrikan dan teknologi panel surya berstandar internasional, KCE memastikan proyek PLTS dirancang untuk efisiensi dan keberlanjutan tinggi.
Presiden Direktur Fransiskus Ruly Aryawan menyebut langkah ini memperkuat kontribusi CDIA terhadap bauran energi nasional dan agenda transisi energi Indonesia. Ke depan, CDIA berkomitmen memperluas kapasitas PLTS secara bertahap untuk menghadirkan pasokan listrik andal dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional melalui energi bersih.
https://industri.kontan.co.id/news/chandra-daya-investasi-cdia-tambah-portofolio-plts-total-kapasitas-capai-11-mwp
-
KRAS
Krakatau Steel (Persero) Tbk.
-
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) tengah mengajukan dukungan pendanaan USD500 juta dari Danantara Indonesia Management, dengan alokasi awal USD250 juta dalam bentuk pinjaman pemegang saham untuk kebutuhan operasional utama. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku slab baja bagi pabrik Hot Strip Mill (HSM), Cold Rolling Mill (CRM) milik PT Krakatau Baja Industri (KBI), serta pabrik pipa baja PT Krakatau Pipe Industries (KPI).
Langkah ini diharapkan memperkuat modal kerja dan efisiensi rantai pasok bahan baku. Dukungan Danantara juga akan menggantikan pembiayaan dari pihak ketiga yang memiliki bunga lebih tinggi, sehingga dapat menurunkan financing cost dan meningkatkan EBITDA hingga USD31,9 juta. KRAS menilai pinjaman pemegang saham ini akan menciptakan nilai tambah signifikan bagi seluruh entitas grup dan membantu perusahaan memenuhi kewajiban restrukturisasi Tranche A dari kas operasional.
Ke depan, KRAS akan fokus memperkuat lini HSM dan CRM sebagai pusat profitabilitas utama dengan menjalankan program efisiensi biaya dan strategi product mix yang menonjolkan unique selling point (USP) produk baja domestik. Perseroan menargetkan peningkatan daya saing melalui efisiensi berkelanjutan, perluasan ekspor, serta fokus pada segmen pasar bernilai tinggi di industri baja nasional dan internasional.
https://emitennews.com/news/kras-beber-usulan-modal-danantara-usd500-juta