Daily News 05 November 2025

November 05, 2025 No. 2921

FUJI

Fuji Finance Indonesia Tbk.

PT. Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI) mencatat laba bersih 9M25 sebesar Rp6,35 miliar (+43,66% YoY), mengangkat EPS menjadi Rp4,89 (dari Rp3,40). Pertumbuhan laba sejalan dengan pendapatan yang melesat 44,43% YoY menjadi Rp11,93 miliar, ditopang pendapatan pembiayaan Rp8,90 miliar, pendapatan bunga Rp2,15 miliar, dan pendapatan lain-lain bersih Rp861,28 juta.

Struktur keuangan sangat konservatif: liabilitas hanya Rp8,65 miliar berbanding ekuitas Rp178,92 miliar, mencerminkan leverage yang nyaris tak signifikan. Total aset mencapai Rp187,57 miliar (+6,26% vs akhir 2024), dengan kas & setara kas tebal Rp105,32 miliar (+26,92%) yang memberi bantalan likuiditas untuk ekspansi terukur.

Dari sisi bisnis inti, total pembiayaan tercatat Rp80,57 miliar per 30 September 2025. Kombinasi pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, dan fondasi permodalan yang kuat menjaga tren profitabilitas positif, sekaligus menyediakan ruang untuk memperbesar penyaluran pembiayaan tanpa mengorbankan kehati-hatian risiko.

https://emitennews.com/news/pendapatan-tumbuh-44-persen-laba-bersih-fuji-finance-fuji-melesat

GPSO

Geoprima Solusi Tbk.

PT. Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) menunjukkan perbaikan fundamental pada 9M25, terutama dari arus kas dan efisiensi biaya. Arus kas operasi berbalik positif menjadi Rp316,7 juta (dari negatif Rp6,08 miliar pada 9M24), didorong penerimaan kas dari pelanggan yang naik 48,2% menjadi Rp7,70 miliar. Manajemen menegaskan ini sebagai titik balik yang menandakan kekuatan bisnis inti dan perbaikan kualitas penagihan.

Likuiditas menguat: kas & bank per 30 September 2025 naik 193% menjadi Rp2,26 miliar, sementara piutang usaha pihak ketiga neto turun drastis dari Rp4,75 miliar (31/12/2024) menjadi Rp168 juta―mencerminkan konversi piutang ke kas yang jauh lebih baik. Di sisi biaya, G&A turun ke Rp5,51 miliar (dari Rp6,24 miliar), menegaskan disiplin efisiensi operasional.

Pada neraca, persediaan meningkat ke Rp17,14 miliar (dari Rp16,71 miliar) sebagai persiapan proyek/penjualan ke depan, dan liabilitas jangka pendek turun ke Rp5,97 miliar (dari Rp6,50 miliar), memperkuat struktur modal kerja. Secara keseluruhan, GPSO bertransisi dari sekadar mengejar volume ke peningkatan kualitas laba dan pengelolaan modal kerja yang lebih efektif―memberi bantalan yang lebih kuat menghadapi dinamika ekonomi ke depan.

https://emitennews.com/news/arus-kas-operasi-berbalik-positif-likuiditas-gpso-melesat-tajam

PANI

Pantai Indah Kapuk Dua Tbk.

PT. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) membukukan pendapatan 9M25 sebesar Rp3,1 triliun (+48% YoY) dan laba bersih Rp791 miliar (+62% YoY)―tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Kenaikan kinerja juga tercermin pada penguatan profitabilitas: margin laba kotor mencapai ~66% dan margin laba operasi ~56%, menandakan efisiensi pemasaran dan eksekusi proyek yang kian solid.

Pertumbuhan terutama didorong penjualan kaveling tanah komersial yang melonjak signifikan, sementara segmen residensial tetap stabil ditopang permintaan kuat pada portofolio hunian (Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residences, Manhattan Residences, Bukit Nirmala).

Produk komersial menjadi lokomotif dengan pertumbuhan 114% (SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Marina Bay). Secara kuartalan, pendapatan Q3 naik 41% menjadi Rp1,45 triliun dengan laba bersih melesat 114% ke Rp505 miliar berkat percepatan serah terima dan efisiensi biaya.

Dari neraca, total aset naik 6% menjadi Rp49,5 triliun, terdorong kenaikan properti investasi 142% seiring progres proyek Nusantara International Convention and Exhibition (NICE). Perseroan mengelola cadangan lahan 1.855 ha melalui 12 entitas anak dengan nilai perolehan kumulatif Rp37 triliun (hasil rights issue dan non-preemptive rights issue tiga tahun terakhir), menjadi basis kuat untuk pengembangan kawasan terpadu PIK2 dan pertumbuhan berkelanjutan ke depan.

https://emitennews.com/news/laba-pani-melejit-62-persen-segmen-ini-paling-dominan

WIRG

WIR ASIA Tbk.

PT. WIR Asia Tbk. (WIRG) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp74,82 miliar (+26,83% YoY), mengangkat EPS dasar ke Rp6,27 dari Rp4,94. Pendapatan bersih naik 3,72% menjadi Rp1,95 triliun, sementara beban pokok pendapatan mencapai Rp1,71 triliun sehingga laba kotor meningkat ke Rp230,65 miliar (dari Rp198,89 miliar).

Di level operasional, beban penjualan naik ke Rp11,94 miliar namun G&A turun signifikan ke Rp81,67 miliar; total beban usaha karenanya menyusut menjadi Rp93,62 miliar (dari Rp109,85 miliar). Efek bersihnya, laba usaha melonjak ke Rp137,03 miliar (dari Rp89,04 miliar), mencerminkan perbaikan efisiensi dan pengendalian biaya di tengah pertumbuhan pendapatan yang moderat.

Dari neraca, total aset meningkat ke Rp1,53 triliun (dari Rp1,43 triliun), ekuitas naik ke Rp890,02 miliar (dari Rp807,68 miliar), sementara liabilitas bertambah ke Rp642,11 miliar (dari Rp632,14 miliar). Struktur permodalan yang menguat dan profit operasional yang membaik menjadi dasar yang baik untuk menjaga tren pertumbuhan kinerja ke depan.

https://emitennews.com/news/surplus-27-persen-wir-asia-wirg-tabulasi-laba-rp75-miliar