Daily News 17 November 2025
-
MTDL
Metrodata Electronics Tbk
-
PT. Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) memperkuat ekspansi di bisnis Solusi & Konsultasi TI dengan menambah modal sebesar Rp150 miliar ke anak usaha PT Mitra Integrasi Informatika (MII). Manajemen menilai langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya investasi korporasi di transformasi digital dan prospek cerah segmen solusi/konsultasi TI menuju 2026, di tengah percepatan digitalisasi lintas industri.
Sepanjang Januari?September 2025, lini Solusi & Konsultasi TI mencatat pertumbuhan penjualan 20,5% YoY, ditopang permintaan kuat untuk layanan cloud, digital business platform, cyber security, AI, dan managed services. Kontribusi terbesar datang dari sektor jasa keuangan serta minyak & gas, sementara pendapatan berulang berbasis langganan membantu menjaga stabilitas kinerja unit ini.
Kuatnya segmen Solusi & Konsultasi ikut mengangkat performa konsolidasi MTDL pada 3Q25: perseroan membukukan laba bersih Rp469,6 miliar (+3,1% YoY) dan pendapatan Rp18,8 triliun (+9% YoY). Pilar distribusi sebagai kontributor utama juga tumbuh 5% YoY menjadi Rp13,7 triliun.
Di pasar, saham MTDL pada Jumat (14/11) ditutup di Rp605, naik 5 poin, mencerminkan sentimen positif terhadap strategi diversifikasi berbasis solusi bernilai tambah.
https://emitennews.com/news/aksi-baru-mtdl-transaksi-rp150m
-
RSGK
Kedoya Adyaraya Tbk.
-
PT. Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) mendapatkan peningkatan fasilitas kredit dari PT. Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) hingga Rp200 miliar dalam skema “Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus Extra on Revolving Basis” dan “Fasilitas Kredit Langsung Uncommitted”. Fasilitas ini tidak hanya untuk RSGK, tetapi juga untuk entitas pengendali PT. Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) dan jaringan anak/afiliasinya (SMI, SMA, KSU, UNPM, UTPM, SMS), memperluas ruang likuiditas grup rumah sakit Omni/EMC.
Sebagai agunan, SAME dan anak usahanya menyerahkan sertifikat Hak Guna Bangunan yang dibebani Hak Tanggungan Peringkat I dengan nilai penjaminan Rp150 miliar untuk menjamin seluruh fasilitas CIMB. Manajemen menegaskan transaksi ini merupakan transaksi afiliasi namun tidak mengandung benturan kepentingan sesuai POJK 42/2020.
Implikasi: tambahan plafon meningkatkan fleksibilitas pembiayaan operasional/ekspansi jaringan rumah sakit di bawah payung SAME?RSGK, sekaligus menekan risiko pendanaan jangka pendek. Struktur revolving & uncommitted memberi keluwesan penarikan sesuai kebutuhan kas, meski disiplin covenant dan manajemen agunan tetap krusial agar profil leverage dan biaya dana terjaga.
https://emitennews.com/news/kedoya-adyaraya-rsgk-tarik-utang-rp200m-dari-bnga
-
TSPC
Tempo Scan Pacific Tbk
-
PT. Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp1,13 triliun (+4,95% YoY) di tengah penjualan bersih yang sedikit terkontraksi 0,16% menjadi Rp10,13 triliun. Kontributor utama tetap berasal dari pasar domestik Rp9,70 triliun, dengan ekspor Rp428,16 miliar. Beban pokok penjualan naik tipis 0,52% menjadi Rp6,33 triliun; penopang penting laba tahun ini adalah penghasilan operasi lain sebesar Rp83 miliar yang tidak ada pada periode pembanding.
Secara kualitas pendapatan, kombinasi defensif portofolio farmasi?consumer health membantu menjaga profitabilitas ketika top line melemah. Manajemen tampak mengandalkan efisiensi dan pos non-operasional yang lebih konstruktif untuk menahan tekanan margin input, sehingga bottom line tetap bertumbuh walau permintaan agregat relatif mendatar.
Dari neraca, total aset per September 2025 naik 6,08% menjadi Rp13,24 triliun; liabilitas sedikit meningkat ke Rp3,35 triliun, sehingga ekuitas menguat ke Rp9,89 triliun―memberi bantalan modal yang nyaman untuk ekspansi terukur. Di pasar, saham TSPC pada Jumat (14/11) turun 0,93% ke Rp2.920 per saham.
https://emitennews.com/news/tempo-scan-tspc-cetak-laba-tumbuh-rp113t-di-q3-2025
-
WMUU
Widodo Makmur Unggas Tbk.
-
PT. Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) masih mencatat rugi, namun dengan tren perbaikan. Per 30 September 2025, rugi bersih tercatat Rp69,57 miliar, menyempit 31,65% YoY dari Rp101,47 miliar, sehingga rugi per saham dasar turun menjadi Rp5,36 (dari Rp7,84). Di sisi top line, penjualan bersih justru melonjak 111,87% YoY menjadi Rp505,7 miliar, mencerminkan pemulihan volume dan harga jual, meski profitabilitas belum ikut pulih penuh. Meskipun revenue naik signifikan, beban pokok penjualan ikut bengkak ke Rp529,08 miliar (dari Rp277,25 miliar), sehingga WMUU masih membukukan rugi kotor Rp23,37 miliar, meski angka ini membaik dibanding rugi kotor Rp38,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp15,37 miliar (dari Rp17,4 miliar), sementara pendapatan usaha lain naik ke Rp4,91 miliar dan beban usaha lain menurun ke Rp4,47 miliar, sehingga rugi usaha menyusut menjadi Rp38,32 miliar dari sebelumnya Rp59,6 miliar. Di bawah laba usaha, beban keuangan turun cukup signifikan ke Rp31,26 miliar (dari Rp42,1 miliar), membantu meringankan tekanan di bottom line sehingga rugi sebelum pajak dan rugi periode berjalan sama-sama turun menjadi Rp69,57 miliar.
Namun secara neraca, ekuitas terkoreksi ke Rp788,17 miliar dari Rp857,75 miliar, defisit akumulasi melebar menjadi Rp121,74 miliar, dan liabilitas naik tipis ke Rp1,55 triliun, sementara total aset turun menjadi Rp2,34 triliun. Artinya, meski operasional menunjukkan perbaikan, WMUU masih perlu kerja ekstra untuk memperbaiki struktur permodalan dan mengembalikan profitabilitas yang berkelanjutan.
https://emitennews.com/news/rugi-ciut-penjualan-wmuu-melambung-11187-persen