Daily News 18 November 2025
-
ELPI
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk.
-
PT. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI), melalui entitas anak PT. ELPI Trans Cargo (ETC), memperoleh fasilitas Kredit Investasi dari Bank Mandiri Balikpapan senilai Rp76,8 miliar dengan tenor 96 bulan. Struktur fasilitas mencakup availability period 9 bulan, grace period 3 bulan, dan masa angsuran 84 bulan setelah grace. Pendanaan ini sepenuhnya dialokasikan untuk pengadaan dua unit kapal tugboat dan dua unit barge/tongkang baru, sejalan dengan strategi ekspansi armada milik sendiri di segmen jasa pelayaran dan logistik maritim.
Secara korporasi, ELPI menggenggam 99% saham ETC (Rp29,7 miliar), sementara KCT memiliki 1% (Rp300 juta). Dalam transaksi ini, ELPI sebagai pemegang saham mayoritas memberikan Corporate Guarantee dan Cash Deficit Guarantee, yang menegaskan komitmen dukungan keuangan induk terhadap pertumbuhan anak usaha. Manajemen menyatakan bahwa tambahan dua unit tug and barge akan meningkatkan fleksibilitas operasional ETC dalam mengejar dan mengeksekusi kontrak baru, sekaligus berpotensi meningkatkan utilisasi armada dan profitabilitas jangka menengah.
Fasilitas investasi ini dipandang berdampak positif bagi kinerja operasional maupun keuangan ETC, karena memperkuat kapasitas layanan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada charter pihak ketiga. Dengan struktur tenor jangka panjang, profil pembayaran angsuran diharapkan tetap manageable terhadap arus kas operasional yang dihasilkan oleh aset kapal baru tersebut.
https://emitennews.com/news/elpi-tarik-pinjaman-rp768m-dari-bank-mandiri-ini-peruntukannya
-
IRRA
Itama Ranoraya Tbk.
-
PT. Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp44,6 miliar (+122,22% YoY), dengan EPS dasar naik ke Rp29,58 dari Rp13,32. Penjualan bersih melonjak 74,13% YoY menjadi Rp1,01 triliun (dari Rp584,24 miliar), didorong peningkatan volume/permintaan produk kesehatan. Beban pokok penjualan turut naik ke Rp828,09 miliar, namun laba kotor masih terkerek signifikan menjadi Rp185,51 miliar (vs Rp119,27 miliar), sehingga margin kotor tetap membaik secara nominal.
Di bawah laba kotor, beban bunga dan keuangan memang melonjak tajam ke Rp41,45 miliar (dari Rp13,65 miliar), mencerminkan leverage dan kebutuhan pendanaan yang lebih besar. Meski demikian, pos pendapatan lain-lain ikut menguat signifikan menjadi Rp11,8 miliar (dari hanya Rp247,66 juta), sehingga laba sebelum pajak tetap melesat ke Rp54,54 miliar (vs Rp27,07 miliar). Beban pajak penghasilan naik ke Rp9,94 miliar, sejalan dengan peningkatan profit.
Dari sisi struktur keuangan, total aset IRRA membengkak menjadi Rp2,72 triliun (dari Rp1,65 triliun akhir 2024), seiring ekspansi skala usaha. Liabilitas ikut naik signifikan ke Rp2,16 triliun (dari Rp1,14 triliun), menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada pendanaan eksternal.
Ekuitas juga meningkat dibanding akhir tahun sebelumnya, menandakan akumulasi laba yang mulai menguat―namun ke depan, keseimbangan antara agresivitas pertumbuhan, beban bunga, dan likuiditas akan menjadi fokus utama untuk menjaga kualitas profitabilitas.
https://emitennews.com/news/melejit-122-persen-irra-kuartal-iii-2025-raup-laba-rp45-miliar
-
PEGE
Panca Global Kapital Tbk.
-
PT. Panca Global Kapital Tbk. (PEGE) berencana menerbitkan rights issue hingga 944.472.352 saham baru bernominal Rp100 per saham, yang akan disertai penerbitan waran sebanyak 944,47 juta lembar dengan nominal Rp100. Aksi korporasi ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus menyediakan buffer pendanaan jangka menengah melalui kombinasi ekuitas baru dan potensi dana dari pelaksanaan waran di kemudian hari.
Dana hasil rights issue dan waran akan digunakan untuk modal kerja perseroan serta peningkatan penyertaan pada entitas anak guna mendukung ekspansi dan kegiatan usaha inti. Penggunaan dana untuk penguatan permodalan entitas anak diklasifikasikan sebagai transaksi material sesuai POJK 17/2020 dan juga termasuk transaksi afiliasi dalam konteks POJK 42/2020, namun dikecualikan karena PEGE memiliki kepemilikan hampir penuh (99,99%) di entitas anak tersebut.
Aksi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 24 Desember 2025. Pemegang saham yang berhak menghadiri dan memberikan suara adalah mereka yang tercatat dalam DPS per 1 Desember 2025. Jika disetujui dan dieksekusi optimal, rights issue plus waran berpotensi memperkuat kapasitas permodalan grup, mendukung ekspansi bisnis, dan memperbaiki fleksibilitas pembiayaan ke depan.
https://emitennews.com/news/pege-ungkap-aksi-baru-telisik-detailnya
-
RATU
Raharja Energi Cepu Tbk.
-
PT. Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) membukukan laba bersih 9M25 sebesar USD11,76 juta (+28,1% YoY), meski pendapatan justru turun 12,97% YoY menjadi USD37,61 juta (dari USD43,21 juta). Kenaikan laba di tengah penurunan top line ini menandakan ekspansi margin yang kuat, bukan semata pertumbuhan volume atau harga jual.
Penopang utama kinerja adalah efisiensi biaya: beban pokok pendapatan ditekan tajam 31,64% YoY menjadi USD19,14 juta, sehingga laba bruto naik 21,4% menjadi USD18,46 juta (dari USD15,21 juta). Laba sebelum pajak ikut meningkat 15,5% menjadi USD20,52 juta, mencerminkan bauran antara cost efficiency, profitabilitas operasi yang membaik, dan disiplin pengelolaan beban di luar beban pokok.
Dari sisi neraca, liabilitas turun signifikan 19,7% menjadi USD20,42 juta, sementara total aset naik 25,5% menjadi USD66,31 juta, menandakan kombinasi de-leveraging dan penguatan basis aset. Di pasar, saham RATU stagnan di Rp10.150 pada 17 November 2025, tetapi secara kinerja harga sudah re-rating tajam: +32,8% sebulan, +64,2% dalam 6 bulan, dan terbang 603% YTD, mencerminkan ekspektasi tinggi investor atas profil pertumbuhan dan perbaikan fundamental perseroan.
https://emitennews.com/news/emiten-milik-hapsoro-ratu-cetak-laba-naik-281-di-kuartal-iii-2025