Daily News 24 November 2025
-
BBTN
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
-
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berencana menerbitkan surat utang dengan total nilai maksimal Rp2,3 triliun yang terdiri dari obligasi berwawasan sosial senilai Rp300 miliar dan obligasi subordinasi hingga Rp2 triliun. Obligasi sosial tersebut berdurasi 3 tahun, sementara obligasi subordinasi memiliki tenor 5 tahun, dengan pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan. Struktur ini tidak hanya menambah sumber pendanaan jangka menengah-panjang, tetapi juga memperkuat profil permodalan melalui instrumen subordinasi yang berpotensi menopang rasio kecukupan modal.
Dana hasil penerbitan obligasi berwawasan sosial akan dialokasikan untuk pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek sosial baru maupun existing yang mendukung layanan infrastruktur dasar terjangkau, khususnya perumahan rakyat, serta program penciptaan lapangan kerja termasuk pembiayaan UMKM dan mikro. Porsi pembiayaan baru ditetapkan menjadi mayoritas (80?100%), sementara refinancing dibatasi maksimal 20% dengan periode tinjauan hingga tiga tahun. Alokasi dana per kategori proyek bersifat fleksibel selama sesuai dengan kriteria Use of Proceeds yang tercantum dalam kerangka kerja, dan realisasi penggunaannya akan diungkapkan dalam laporan tahunan penggunaan dana (allocation reporting).
Untuk jadwal pelaksanaannya, masa penawaran awal berlangsung pada 21?28 November 2025, dengan target memperoleh pernyataan efektif pada 4 Desember 2025. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 8?9 Desember 2025, penjatahan pada 10 Desember 2025, serta pengembalian dana pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik pada 12 Desember 2025. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 15 Desember 2025. Jika terserap optimal, aksi ini dapat memperkuat pendanaan BBTN untuk mendukung penyaluran KPR dan pembiayaan sosial lainnya secara berkelanjutan.
https://emitennews.com/news/bbtn-tawarkan-obligasi-rp23-t-intip-detailnya
-
DRMA
Dharma Polimetal Tbk.
-
PT. Dharma Polimetal Tbk. (DRMA), emiten komponen otomotif milik konglomerat TP Rachmat, berencana mengakuisisi 82% saham PT. Mah Sing Indonesia (MSI) dengan nilai transaksi sekitar Rp41 miliar. MSI merupakan anak usaha Mah Sing Group Berhad asal Malaysia yang memiliki portofolio bisnis di sektor properti, plastik, dan manufaktur. Manajemen menyebut proses akuisisi masih berada pada tahap awal penyelesaian dokumen dan proses hukum. Secara strategis, akuisisi ini diarahkan untuk memperkuat posisi DRMA di industri manufaktur komponen plastik kendaraan roda empat (4W) sekaligus mendukung agenda diversifikasi dan ekspansi bisnis perseroan.
Secara kinerja, manajemen DRMA optimistis dapat meraih target penjualan Rp6 triliun pada 2025. Pada periode Januari?September 2025, penjualan perseroan tumbuh 9,20% YoY menjadi Rp4,39 triliun, sementara laba bersih naik 1,69% YoY menjadi Rp428,11 miliar. Segmen roda dua (2W) masih menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp2,72 triliun atau sekitar 62% dari total penjualan konsolidasian, didukung inovasi produk dan upaya peningkatan pangsa pasar yang menopang pertumbuhan kinerja secara keseluruhan.
Di pasar saham, DRMA turut merespons sentimen positif rencana akuisisi dan solidnya kinerja operasional. Pada perdagangan Jumat (21/11/2025), saham DRMA tercatat menguat 1,99% ke level Rp1.025 per saham. Jika akuisisi MSI berjalan mulus dan sinergi bisnis plastik 4W dapat dioptimalkan, aksi korporasi ini berpotensi menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan pendapatan dan penguatan posisi DRMA dalam rantai pasok komponen otomotif kawasan.
https://investor.id/market/418373/emiten-tp-rachmat-drma-mau-akuisisi-82-saham-perusahaan-asal-malaysia
-
MEGA
Bank Mega Tbk
-
PT. Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 2,52 triliun sepanjang Januari?Oktober 2025, tumbuh 15,26% YoY dan sudah mencapai sekitar 90% dari target laba setahun penuh Rp 2,8 triliun. Peningkatan laba ini utamanya ditopang oleh penurunan sejumlah biaya operasional seperti biaya kerugian risiko operasional, biaya tenaga kerja, dan biaya promosi, sehingga mampu meredam tekanan dari sisi profitabilitas inti yang menghadapi kenaikan provisi dan melemahnya imbal hasil intermediasi.
Dari sisi penyaluran kredit, MEGA membukukan pertumbuhan moderat 5,86% YoY menjadi Rp 64,24 triliun hingga Oktober 2025. Namun, pendapatan bunga justru turun tipis 0,70% YoY menjadi Rp 8,55 triliun, sementara beban bunga naik 4,04% YoY menjadi Rp 4,33 triliun. Kondisi ini menekan pendapatan bunga bersih (NII) yang turun 5,14% YoY menjadi Rp 4,22 triliun. Kenaikan beban bunga tak lepas dari pergeseran komposisi pendanaan yang lebih berat ke dana mahal, tercermin dari lonjakan deposito 59,43% YoY menjadi Rp 85,20 triliun, sementara giro dan tabungan masing-masing turun 4,83% dan 5,60% YoY, sehingga rasio CASA tergerus signifikan dari 32,83% menjadi 22,48%.
Total DPK memang melonjak 38,15% YoY menjadi Rp 109,91 triliun, namun efektivitasnya dipertanyakan karena ditopang dana mahal dan tidak diikuti pertumbuhan kredit yang sepadan, tercermin dari LDR yang turun dari 76,27% menjadi hanya 58,45%, jauh di bawah target manajemen sekitar 70%. Di sisi lain, pencadangan meningkat agresif 94,61% YoY menjadi Rp 384,99 miliar, mengindikasikan kewaspadaan terhadap risiko kredit ke depan. Meskipun demikian, keberhasilan efisiensi biaya membuat laba tetap on track dengan target, meski di pasar saham MEGA masih tertekan, dengan harga turun 0,92% ke Rp 3.230 pada 21 November 2025 dan sudah terkoreksi 22,03% secara year to date.
https://investor.id/market/418535/laba-bank-mega-mega-tumbuh-1526/2
-
SULI
SLJ Global Tbk.
-
PT. SLJ Global Tbk. (SULI) berencana melakukan private placement hingga 632.077.684 saham baru (sekitar 632,07 juta lembar) dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Aksi korporasi ini akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada Jumat, 19 Desember 2025, dan pelaksanaannya dapat dilakukan dalam jangka waktu dua tahun sejak persetujuan tersebut diberikan.
Tujuan utama private placement ini adalah memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan SULI dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan, sekaligus menambah jumlah saham beredar agar likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia semakin meningkat. Selain itu, aksi ini menjadi bentuk diversifikasi sumber pendanaan dari pasar modal, melengkapi fasilitas pinjaman yang sudah ada. Dana hasil private placement, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk peningkatan modal kerja, perbaikan mesin, penambahan kapasitas produksi, pengembangan dan ekspansi usaha, serta kebutuhan korporasi lain yang mendukung operasional.
Manajemen berharap tambahan modal dan meningkatnya likuiditas saham dapat memperkuat pondasi keuangan, mendorong peningkatan kapasitas usaha, dan pada akhirnya memperbaiki kinerja bisnis serta daya saing SULI di industri terkait. Jika eksekusi dan pemanfaatan dana berjalan efektif, private placement ini berpotensi menjadi katalis positif bagi prospek jangka menengah perusahaan.
https://emitennews.com/news/cari-pemodal-suli-private-placement-63207-juta-lembar