Daily News 25 November 2025
-
FUJI
Fuji Finance Indonesia Tbk.
-
PT. Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Energy Absolute Public Company Limited (EA), perusahaan energi berkelanjutan asal Thailand yang dikenal sebagai pionir ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di ASEAN. Kerja sama ini menjadi kemitraan internasional pertama FUJI sekaligus menandai babak baru ekspansi pembiayaan hijau, setelah sebelumnya perusahaan lebih berfokus pada sektor properti. Penandatanganan MoU bertema kolaborasi strategis pembiayaan dan komersialisasi teknologi mobilitas listrik dan energy storage EA di Indonesia tersebut digelar di Bangkok pada 21 November.
Kesepakatan antara FUJI dan EA akan menjadi landasan untuk menjajaki pembiayaan kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, serta peluang kolaborasi lain yang mendukung agenda keberlanjutan Indonesia. Bagi FUJI, inisiatif ini sejalan dengan strategi transisi menuju pembiayaan produktif berorientasi jangka panjang, khususnya di segmen investasi dan modal kerja terkait ekosistem EV. Perseroan sendiri mencatat kinerja stabil sepanjang 9M25, dengan total aset mencapai Rp187,57 miliar (tumbuh 6,26% dari akhir 2024 dan telah melampaui target tahunan), disertai fokus menjaga kualitas pembiayaan melalui target NPF di bawah 1% dan gearing ratio kurang dari 1x, yang menjadi fondasi untuk ekspansi ke pembiayaan hijau.
Bagi Energy Absolute, kemitraan ini membuka akses strategis ke pasar Indonesia, salah satu negara dengan potensi adopsi EV terbesar di kawasan, sekaligus memperluas implementasi solusi mobilitas rendah emisi dan teknologi energi bersih lintas negara. Dengan rekam jejak kuat di proyek E-Bus, E-Ferry, fasilitas energy storage, serta komitmen terhadap target netral karbon Thailand 2050, EA berpotensi membawa kapabilitas teknis dan ekosistem EV yang matang, sementara FUJI menyediakan kanal pembiayaan dan pemahaman pasar lokal. Sinergi ini diharapkan mempercepat pengembangan ekosistem EV dan infrastruktur pendukung di Indonesia, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemangku kepentingan kedua belah pihak.
https://emitennews.com/news/perluas-portofolio-hijau-fuji-gandeng-energy-absolute-thailand
-
MBMA
Merdeka Battery Materials Tbk.
-
PT. Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) berencana menerbitkan surat utang senilai total Rp3,1 triliun yang terdiri dari obligasi Rp2,1 triliun dan sukuk mudharabah Rp1 triliun sebagai bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I dengan target Rp16 triliun (di mana sebelumnya perseroan telah menerbitkan Rp4,06 triliun). Obligasi Rp2,1 triliun ditawarkan dalam dua seri: Seri A senilai Rp982,15 miliar dengan kupon 7,50% per tahun dan tenor 3 tahun, serta Seri B sebesar Rp1,11 triliun dengan kupon 8,25% per tahun dan tenor 5 tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap triwulan, dengan pembayaran pertama pada 9 Maret 2026 dan pelunasan pokok sekaligus pada saat jatuh tempo masing-masing (9 Desember 2028 untuk Seri A dan 9 Desember 2030 untuk Seri B).
Sukuk mudharabah Rp1 triliun juga ditawarkan dalam dua seri. Seri A sebesar Rp379 miliar dengan nisbah 11,54% yang berindikasi bagi hasil ekuivalen 7,50% per tahun berjangka waktu 3 tahun, dan Seri B sebesar Rp621 miliar dengan nisbah 12,69% berindikasi bagi hasil ekuivalen 8,25% per tahun berjangka waktu 5 tahun. Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran pertama pada 9 Maret 2026 dan pelunasan dana sukuk sekaligus pada saat jatuh tempo (9 Desember 2028 untuk Seri A dan 9 Desember 2030 untuk Seri B). Struktur ini memberikan instrumen pendanaan konvensional dan syariah sekaligus, dengan profil tenor menengah yang mendukung kebutuhan pembiayaan proyek.
Dari sisi penggunaan dana, hasil penerbitan obligasi sekitar USD121 juta atau setara Rp2,02 triliun akan digunakan untuk pembayaran dipercepat seluruh pokok Fasilitas B dari perjanjian fasilitas kredit USD250 juta yang jatuh tempo 30 Januari 2026, sehingga setelah pelunasan saldo kewajiban Fasilitas B menjadi nihil. Sisa dana obligasi akan dialokasikan untuk modal kerja, termasuk biaya karyawan, jasa profesional, pajak, dan bunga fasilitas kredit terkait.
Adapun dana hasil sukuk mudharabah akan disalurkan sebagai pembiayaan mudharabah kepada anak usaha, Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), terutama untuk menggantikan pinjaman sebelumnya dan membiayai perancangan, pengadaan, konstruksi, serta pengembangan fasilitas pengolahan tembaga MTI yang berorientasi ekspor, serta kebutuhan korporasi umum lainnya.
Masa penawaran umum dijadwalkan pada 3?4 Desember 2025, penjatahan 5 Desember, pengembalian dana dan distribusi elektronik 9 Desember, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Desember 2025.https://emitennews.com/news/emiten-boy-thohir-mbma-jajakan-surat-utang-jumbo-cek-detailnya
-
PTRO
Petrosea Tbk
-
PT. Petrosea Tbk. (PTRO) resmi menyelesaikan akuisisi 60% saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL), perusahaan konstruksi multidisiplin asal Singapura, melalui anak usaha Petrosea Services Solutions Ltd. pada 21 November 2025. Transaksi dilakukan lewat perjanjian jual beli saham dengan TCAL Engineering Pte. Ltd. sebagai pemegang saham SBPL, dengan nilai akuisisi sebesar SGD 10,3 juta atau sekitar USD 8,03 juta. Pasca transaksi ini, Petrosea menjadi pemegang saham mayoritas SBPL dan memperkuat eksposur perseroan di bisnis konstruksi dan rekayasa sipil regional.
Manajemen menjelaskan bahwa akuisisi SBPL merupakan bagian dari strategi diversifikasi Petrosea, khususnya untuk mengembangkan kapabilitas multidisiplin EPC di industri pengolahan kimia serta memperluas jangkauan geografis ke kawasan Asia Pasifik dan Oceania, terutama di sektor migas. Ke depan, SBPL akan dikembangkan sebagai business hub untuk ekspansi Petrosea ke Singapura, Papua Nugini, Australia, dan Indonesia. SBPL sendiri, yang berdiri sejak 1990, memiliki rekam jejak panjang di proyek konstruksi dan teknik sipil untuk pengolahan migas onshore, pembangunan chemical plant, tankage terminal, dan fasilitas pembangkit listrik.
Langkah ini melengkapi posisi Petrosea sebagai perusahaan multidisiplin dengan layanan terpadu dari hulu hingga hilir―mulai EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk pertambangan dan minyak & gas di Asia Tenggara, Papua Nugini, dan Australia. Melalui anak usaha grup HBS dan Hafar, Petrosea juga terus memperluas portofolio ke sektor non-coal, termasuk solusi pertambangan dan konstruksi berkelanjutan untuk emas dan mineral, serta solusi EPCI lepas pantai terpadu. Akuisisi SBPL berpotensi memperkuat pipeline proyek, basis klien regional, serta positioning Petrosea di segmen non-batubara dan energi terkait.
https://emitennews.com/news/petrosea-ptro-beber-fakta-baru-akuisisi-perusahaan-singapura
-
SSMS
Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
-
PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) resmi menyelesaikan pembelian 98.328 saham PT. Sawit Mandiri Lestari (SML) dari PT. Citra Borneo Indah (CBI) pada 24 November 2025 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun. Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena CBI merupakan induk usaha sekaligus pemegang saham mayoritas SSMS dengan kepemilikan 62,30%. Perseroan menegaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan informasi atau fakta material yang penting, namun tidak mengganggu kelangsungan usaha maupun memengaruhi proforma keuangan SSMS secara signifikan.
Pendanaan akuisisi SML berasal dari fasilitas pinjaman sindikasi bank berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Sindikasi dan Line Facility Musyarakah yang ditandatangani pada 18 November 2025, bagian dari paket sindikasi hingga maksimal Rp5,2 triliun yang dipimpin Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Dana sindikasi ini difokuskan untuk refinancing, pengembangan kebun, investasi infrastruktur, pembiayaan keberlanjutan, serta akuisisi SML dan penguatan modal kerja. Secara kinerja, SSMS menunjukkan fundamental yang solid dengan laba bersih kuartal III 2025 mencapai Rp1,00 triliun, naik signifikan dari Rp609,3 miliar pada periode yang sama 2024, setara laba bersih per saham Rp105,40 per lembar.
Akuisisi SML sejalan dengan strategi ekspansi dan keberlanjutan SSMS, khususnya dalam memperkuat rantai pasok dan efisiensi operasional di Kalimantan Tengah. Langkah ini juga didukung inisiatif tata kelola berkelanjutan, termasuk penyesuaian susunan direksi dan pengangkatan Chief Sustainability Officer (CSO) untuk memperkuat praktik ESG. Dengan kombinasi ekspansi aset kebun, penguatan struktur pendanaan, dan fokus pada keberlanjutan, aksi ini berpotensi memperkokoh posisi SSMS sebagai salah satu pemain utama industri kelapa sawit nasional di segmen hulu maupun hilir.
https://emitennews.com/news/perkuat-posisi-ssms-sah-akuisisi-saham-sml-senilai-rp16-triliun