Daily News 10 December 2025
-
ASSA
Adi Sarana Armada Tbk.
-
PT. Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) terus menjaga momentum positif bisnis penyewaan kendaraan dengan memperkuat armada rental untuk segmen korporasi dan logistik. Strategi penambahan dan peremajaan armada ini diarahkan untuk menangkap permintaan pasar yang terus berkembang sekaligus mengamankan prospek pertumbuhan jangka menengah. Sebagai dukungan pendanaan, perseroan mengantongi fasilitas kredit Rp500 miliar dari QNB Indonesia yang seluruhnya dialokasikan untuk pembelian unit armada baru.
Komitmen ekspansi juga tercermin dari belanja modal (capex) tahun ini yang dipatok Rp1,5 triliun, dengan realisasi sekitar Rp1,04 triliun hingga September, mayoritas diserap untuk pembelian armada. Saat ini, total armada roda dua dan roda empat ASSA telah mencapai sekitar 30 ribu unit. Untuk menjaga profitabilitas, perseroan berupaya mempertahankan level armada pada kisaran tersebut sambil memaksimalkan tingkat utilisasi. Sampai kuartal III-2025, ASSA membukukan pendapatan konsolidasi Rp4,41 triliun (+21% YoY), di mana lini penyewaan kendaraan dan autopool menyumbang Rp1,2 triliun (+4% YoY) atau sekitar 34% dari total pendapatan.
Manajemen menegaskan bahwa basis pelanggan yang terdiversifikasi―terutama B2B dengan kontrak tahunan―menjadi bantalan penting yang menjaga tarif dan utilisasi tetap solid, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sektor tertentu. ASSA menargetkan pertumbuhan segmen rental di kisaran 5?10% tahun ini dan optimistis momentum permintaan jasa sewa kendaraan akan berlanjut beberapa tahun ke depan, didorong kebutuhan logistik, mobilitas korporasi, dan efisiensi operasional para klien.
https://emitennews.com/news/perkuat-armada-assa-tarik-fasilitas-rp500-miliar
-
DOOH
Era Media Sejahtera Tbk.
-
PT. Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) melalui brand SSPACE resmi meluncurkan Cinemagenda, sebuah Intellectual Property (IP) baru yang dirancang untuk mendukung industri dan perkembangan film Indonesia. Diluncurkan di ajang Jogja Asian Film Festival (JAFF) Market, Cinemagenda diposisikan sebagai platform kurasi, edukasi, dan promosi film nasional yang menggabungkan insight kreatif dengan kekuatan jaringan media transit dan digital milik SSPACE. DOOH akan memanfaatkan aset seperti TV Kereta di Jabodetabek hingga kanal digital Cinemagenda (termasuk Instagram) untuk memperluas jangkauan informasi dan eksposur film lokal ke publik.
Manajemen menjelaskan bahwa Cinemagenda tidak sekadar kanal ulasan, tetapi gerakan untuk membangun ruang independen yang objektif, segar, dan dekat dengan penonton. Dengan pendekatan ini, SSPACE ingin menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati dan menonton film Indonesia sekaligus membantu mengangkat apresiasi terhadap karya sineas lokal. Dukungan pelaku industri juga mulai terlihat, salah satunya dari sutradara Agak Laen 2: Menyala Pantiku, Muhadkly Acho, yang menilai Cinemagenda berpotensi memperkuat sinergi antara insan film dan platform media dalam mendorong lahirnya lebih banyak karya baru.
Sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem, Cinemagenda memperkenalkan CIA ? Cinemagenda Agents, yakni program pelatihan bagi komunitas muda untuk mengasah kemampuan analisis film secara objektif. Para agen ini diharapkan menjadi pemberi perspektif independen atas film-film Indonesia yang tayang di bioskop sekaligus katalis peningkatan apresiasi sinema nasional. Melalui kombinasi IP baru, jaringan media digital, dan penguatan komunitas, SSPACE (DOOH) menegaskan komitmennya untuk mendukung kreativitas anak bangsa dan memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis inovasi media dan komunitas.
https://investor.id/market/420849/sspace-dooh-luncurkan-cinemagenda-dorong-perkembangan-industri-film
-
PTDU
Djasa Ubersakti Tbk.
-
PT. Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas tanpa HMETD (PMTHMETD) dengan menerbitkan hingga 3,75 miliar saham Seri B bernominal Rp16 per saham, setara sekitar 71,43% dari modal disetor setelah aksi korporasi. Rencana private placement ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 24 Desember 2025 dan diposisikan sebagai langkah restrukturisasi permodalan yang sangat agresif mengingat skala penerbitannya relatif besar terhadap basis ekuitas perseroan saat ini.
Manajemen menjelaskan bahwa aksi tersebut menjadi krusial karena kondisi keuangan PTDU tengah berada dalam tekanan. Per 30 September 2025, liabilitas jangka pendek tercatat melampaui aset lancar sehingga perseroan mencatat modal kerja bersih negatif sebesar Rp65,81 miliar. Total kewajiban konsolidasi mencapai Rp129,75 miliar, lebih tinggi daripada total aset Rp121,99 miliar, yang membuat rasio kewajiban terhadap aset menyentuh 106,35%―jauh di atas batas “aman” industri konstruksi yang umumnya disasar di bawah 80%. Struktur seperti ini menandakan leverage yang terlalu tinggi dan ruang manuver keuangan yang sangat terbatas jika tidak segera diperbaiki.
Dana hasil private placement akan diarahkan terutama untuk mengurangi sebagian kewajiban dan memperkuat modal kerja, dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas dan fleksibilitas keuangan perseroan dalam menghadapi kondisi pasar yang menantang. Manajemen menilai, setelah PMTHMETD, profil keuangan PTDU akan menjadi lebih solid sehingga operasional dapat dioptimalkan dan daya saing di industri konstruksi meningkat. Bagi pemegang saham, aksi ini mencerminkan upaya manajemen menjaga keberlanjutan usaha dan memulihkan nilai jangka panjang, meski di sisi lain berpotensi menimbulkan dilusi signifikan bagi investor yang tidak ikut serta dalam penyerapan saham baru.
https://emitennews.com/news/ptdu-kerahkan-private-placement-sebanyak-375-miliar-saham
-
UNVR
Unilever Indonesia Tbk
-
PT. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) resmi menuntaskan penjualan bisnis es krim kepada PT. The Magnum Ice Cream Indonesia pada 8 Desember 2025. Transaksi antar-entitas afiliasi di bawah Unilever PLC ini merupakan eksekusi dari Perjanjian Pengalihan Bisnis yang ditandatangani pada 22 November 2024 dan telah mendapat persetujuan RUPSLB serta RUPS Independen pada 14 Januari 2025. Nilai transaksi mencapai Rp7 triliun, di atas hasil penilaian independen KJPP SRR sebesar Rp6,574 triliun dan setara sekitar 204% dari ekuitas UNVR per 30 September 2024, sehingga menjadi aksi korporasi yang sangat material bagi struktur keuangan perseroan.
Manajemen menyampaikan bahwa hasil bersih penjualan akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai, sehingga dalam jangka pendek transaksi ini mempertebal kas dan potensi payout kepada investor. Dalam jangka panjang, pelepasan bisnis es krim diposisikan sebagai langkah untuk memperkuat fundamental keuangan dan mengurangi eksposur pada segmen dengan kebutuhan belanja modal tinggi dan volatilitas profitabilitas yang lebih besar. UNVR mengarahkan fokus kembali ke lini-lini inti yang dinilai lebih strategis dan sejalan dengan arah pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Secara operasional, kinerja bisnis es krim memang menunjukkan tren melemah dalam lima tahun terakhir. Pendapatan segmen ini membukukan CAGR sekitar -2% pada 2019?2023, sementara marjin laba bersih turun dari 11,1% menjadi 7,2% akibat penyusutan marjin kotor dan tekanan biaya. Pangsa pasar juga terkoreksi dari 69,2% (2019) menjadi 61,9% per September 2024, di saat kebutuhan capex segmen ini mencapai sekitar 8% dari penjualan, jauh di atas rata-rata capex konsolidasian UNVR yang hanya sekitar 3%.
Dengan karakteristik tersebut, manajemen menilai prospek bisnis es krim akan lebih optimal jika dikelola oleh entitas yang lebih fokus pada kategori tersebut, sementara UNVR sendiri dapat mengalokasikan modal ke segmen yang memberikan return dan profil risiko lebih menarik.
https://emitennews.com/news/unvr-jual-bisnis-es-krim-rp7-triliun-investor-siap-siap-kecipratan