Daily News 09 December 2025
-
ISSP
Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.
-
PT. Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) semakin memfokuskan strategi pertumbuhan pada pabrik barunya (Unit 7) di Gresik, yang dipersiapkan sebagai pusat produksi utama perseroan. Fasilitas ini dirancang untuk melayani kebutuhan perpipaan lintas industri, dengan fokus utama tetap pada sektor minyak dan gas (migas). Selain itu, kapabilitas memproduksi pipa kolom membuka peluang ekspansi ke segmen konstruksi, termasuk pasar ekspor, sehingga memperluas basis pendapatan di luar pasar domestik tradisional.
Manajemen menegaskan bahwa prioritas 2025 adalah menjaga profitabilitas sambil mendorong kenaikan volume produksi. Memasuki 2026, ISSP membidik pertumbuhan laba yang konservatif di kisaran 10%, yang ditopang oleh rencana pengoperasian penuh dua mesin utama di Unit 7. Secara teoritis, hal ini akan mengerek kapasitas produksi menuju sekitar 1,2 juta ton pipa per tahun, sehingga memberi ruang leverage operasional yang lebih besar ketika permintaan sektor migas dan konstruksi menguat.
Dari sisi belanja modal, ISSP menganggarkan capex sekitar Rp700 miliar untuk tahun ini, namun sebagian pembayaran di-shift ke kuartal I/2026. Hingga bulan ke-10, realisasi capex baru berada di kisaran Rp250?300 miliar. Manajemen menekankan bahwa perubahan jadwal ini bukan pemangkasan anggaran, melainkan penyesuaian waktu pembayaran yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan kombinasi ekspansi kapasitas terukur dan disiplin modal, ISSP berupaya menata fondasi pertumbuhan laba yang berkelanjutan memasuki 2026.
https://emitennews.com/news/issp-genjot-pabrik-baru-gresik-bidik-laba-bertumbuh-10-persen-di-2026
-
IRSX
Folago Global Nusantara Tbk.
-
PT. Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) mencatat lonjakan laba bersih yang sangat signifikan per 30 September 2025, dengan laba mencapai Rp23,39 miliar atau melesat 1.192% dibanding Rp1,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba per saham dasar dan dilusian ikut terdongkrak menjadi Rp0,45 dari Rp0,036. Menariknya, lonjakan laba ini terjadi di tengah penurunan pendapatan bersih yang cukup tajam, dari Rp723 miliar menjadi Rp207,3 miliar (-71,32% YoY), namun beban pokok pendapatan turun lebih dalam (-77% YoY), sehingga laba kotor justru melonjak 686% menjadi Rp43,02 miliar.
Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp10,16 miliar dari Rp3,1 miliar, sementara beban usaha lain-lain turun menjadi Rp0,36 miliar dari Rp0,52 miliar. Kombinasi efisiensi beban pokok dan skala beban usaha yang relatif terkendali mendorong laba usaha melesat 1.665% menjadi Rp32,49 miliar dibanding hanya Rp1,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di bawah laba usaha, kontribusi penghasilan keuangan tercatat stabil di kisaran Rp0,51 miliar, disertai munculnya keuntungan pembelian dengan diskon sebesar Rp15,48 juta dan beban keuangan Rp6,21 juta yang sebelumnya nihil. Manfaat pajak penghasilan sebesar Rp1,14 miliar (berbalik dari beban pajak Rp0,55 miliar) turut mempertebal kenaikan laba sebelum dan setelah pajak.
Secara neraca, total aset IRSX melonjak menjadi Rp338,18 miliar dari Rp167,4 miliar di akhir 2024, seiring kenaikan ekuitas yang hampir dua kali lipat menjadi Rp307,83 miliar dari Rp163,58 miliar. Di sisi lain, total liabilitas juga meningkat signifikan menjadi Rp30,35 miliar dari Rp3,81 miliar, mencerminkan adanya tambahan pendanaan atau kewajiban untuk menopang ekspansi atau perubahan struktur keuangan. Secara keseluruhan, kinerja kuartal III-2025 menunjukkan profil profitabilitas yang jauh lebih kuat, meski dengan basis pendapatan yang lebih ramping, menandakan perbaikan kualitas margin dan efisiensi usaha yang layak dicermati keberlanjutannya ke depan.
https://emitennews.com/news/pendapatan-drop-kuartal-iii-laba-irsx-melangit-1192-persen
-
MEDC
Medco Energi Internasional Tbk.
-
PT. Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mengeksekusi transaksi senilai USD80 juta yang melibatkan Petco Trading Labuan Company Ltd (Petco), Medco Energi Thailand (Bualuang) Limited (METBL), dan Medco Energi Thailand (E&P) Limited (METE&PL). Transaksi yang ditandatangani pada 4 Desember 2025 tersebut berbentuk perjanjian uang muka jual beli minyak mentah (prepayment), di mana Petco memberikan uang muka untuk pembelian crude dari METBL dan METE&PL sebagai entitas operasi Medco di Thailand. Skema ini sekaligus memperkuat kepastian penyerapan produksi minyak dari lapangan yang dikelola kedua anak usaha tersebut.
METBL dan METE&PL merupakan anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh MEDC. Untuk mendukung struktur offtake tersebut, perseroan memberikan jaminan dan penanggungan atas pemenuhan kewajiban kedua entitas dalam perjanjian dengan Petco. Dengan adanya corporate guarantee dari induk, risiko kontraktual bagi pembeli berkurang, sehingga mempermudah pengaturan skema pembiayaan berbasis prepayment dan memperkuat posisi tawar grup Medco dalam negosiasi komersial.
Manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha MEDC; operasional perseroan tetap berjalan normal. Secara praktis, pengaturan seperti ini lazim digunakan pelaku hulu migas untuk mengamankan arus kas dari penjualan crude sekaligus menjaga fleksibilitas permodalan di level anak usaha. Bagi investor, transaksi ini lebih merefleksikan optimalisasi struktur pembiayaan dan pemasaran produksi minyak Medco di Thailand, tanpa mengubah profil fundamental jangka pendek perseroan.
https://emitennews.com/news/medc-eksekusi-transaksi-usd80-juta
-
PJHB
Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk.
-
PT. Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) bergerak cepat memanfaatkan dana IPO dengan memulai pembangunan kapal baru melalui prosesi keel laying LCT Cipta Jaya Harapan 99 di Samarinda, Kalimantan Timur. Kapal ini merupakan yang pertama dari tiga unit LCT baru berkapasitas masing-masing 2.500 DWT, seluruhnya didanai dari belanja modal IPO sebesar Rp158,4 miliar. Armada baru tersebut dirancang dengan double bottom dan ditargetkan meraih klasifikasi tertinggi BKI A100, guna memperkuat posisi PJHB sebagai operator LCT berkualitas premium di segmen logistik laut nasional.
Ketiga kapal LCT ini diproyeksikan melayani lonjakan permintaan jasa angkut alat berat, kontainer, dan mesin industri di sektor pertambangan, migas, konstruksi, hingga perkebunan―segmen yang mengalami pertumbuhan pesat dalam dua tahun terakhir. PJHB juga telah mengamankan tender strategis seperti BP Tangguh, sekaligus memanfaatkan kedekatan geografis dan jejaring pemegang saham utama di Kalimantan untuk mengakses klien-klien besar, termasuk ekosistem bisnis terkait konglomerasi Prajogo Pangestu (misalnya Petrosea sebagai salah satu klien). Sejak IPO pada 6 November 2025 dengan harga Rp330 per saham, PJHB sudah mengukir kenaikan harga hingga Rp615, ditopang narasi ekspansi armada dan proyeksi pertumbuhan laba lebih dari 50% pada 2026.
Penambahan tiga kapal yang dibangun paralel diharapkan menjadi motor peningkatan kapasitas angkut dan pendapatan mulai 2025, dengan dampak penuh terasa dalam periode 2026?2027. Manajemen menegaskan bahwa eksekusi cepat pasca-IPO tidak hanya meningkatkan visibilitas pertumbuhan dan kepercayaan investor, tetapi juga mengukuhkan citra PJHB sebagai salah satu emiten pelayaran paling agresif namun tetap terukur dalam memanfaatkan dana pasar modal. Kombinasi kontrak industri yang kuat, momentum sektor pelayaran sebagai penopang hilirisasi komoditas, dan ekspansi armada terencana menempatkan PJHB pada jalur pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan bagi pemegang saham.
https://emitennews.com/news/kebut-armada-baru-pjhb-proyeksi-laba-meroket-50-persen