Daily News 22 December 2025
-
ANJT
Austindo Nusantara Jaya Tbk.
-
PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) memperoleh fasilitas kredit term loan senilai total Rp4,85 triliun dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan perjanjian ditandatangani pada 19 Desember 2025. Fasilitas ini akan dimanfaatkan oleh empat anak usaha dengan plafon berbeda: PT. Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) Rp1,64 triliun, PT. Kayung Agro Lestari (KALE) Rp1,39 triliun, PT. Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) Rp760 miliar, dan PT. Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) Rp1,06 triliun. Pinjaman dikenakan bunga 7,5% per tahun dengan tenor panjang hingga 19 Maret 2037.
Manajemen menyebut transaksi ini tergolong transaksi material karena nilainya melebihi 50% ekuitas perseroan per Desember 2024 yang sekitar Rp6,54 triliun (ekuivalen US$391,89 juta). Secara tujuan, fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pengelolaan keuangan serta kebutuhan operasional grup agar lebih optimal dan efisien, sehingga memperkuat fleksibilitas pendanaan anak usaha dalam menjalankan aktivitas bisnis perkebunan sawit. Sebelumnya, ANJT juga telah menandatangani fasilitas kredit Rp1,6 triliun dengan BBCA pada Mei 2025 (bunga 7% per tahun, tenor hingga 12 Agustus 2026), sehingga fasilitas baru dari BBRI mempertebal sumber pendanaan dengan horizon lebih panjang.
Dari sisi struktur kepemilikan, ANJT telah diakuisisi First Resources Limited (FRL) pada Mei 2025 dan setelah tender wajib pada September 2025, FRL menguasai 95,92% saham; perseroan memiliki waktu maksimal dua tahun untuk memenuhi ketentuan free float 7,5% agar tetap tercatat di BEI.
https://emitennews.com/news/emiten-sawit-anjt-diguyur-pinjaman-rp485-triliun-dari-bri
-
BUMI
Bumi Resources Tbk
-
PT. Bumi Resources Tbk. (BUMI) menuntaskan akuisisi Jubilee Metals Limited (JML) dan kini menguasai 64,98% saham perusahaan tambang emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia. Akuisisi ini diposisikan sebagai langkah strategis diversifikasi jangka panjang dengan target komposisi EBITDA terkonsolidasi 50:50 antara batu bara termal dan aset non?batu bara termal pada 2031, guna memperkuat ketahanan bisnis, mengurangi ketergantungan pada satu siklus komoditas, serta menyesuaikan arah pertumbuhan di tengah transisi energi global.
JML disebut sebagai aset emas berkadar tinggi yang diproyeksikan segera masuk tahap produksi, dengan aktivitas eksplorasi yang masih berpotensi menambah nilai. Perseroan memperkirakan JML mulai kegiatan penambangan pada Juli 2026 dan menargetkan produksi sekitar 9,89 ribu ons emas pada 2026, sehingga akuisisi ini berfungsi sebagai “near-term producer” yang dapat menambah sumber EBITDA non-batubara dalam waktu relatif dekat. BUMI juga menautkan akuisisi JML dengan penguatan platform tembaga melalui Wolfram, mengingat perseroan sebelumnya telah menuntaskan akuisisi 100% Wolfram Limited.
Wolfram ditarget beroperasi kembali pada Juni 2026 dan diperkirakan menghasilkan 9.334 ton tembaga pada 2026, yang memperluas eksposur BUMI di koridor tembaga?emas Australia. Kombinasi aset emas (JML) dan tembaga (Wolfram) dinilai memperkuat roadmap diversifikasi perseroan untuk menciptakan kinerja yang lebih stabil lintas siklus komoditas.
https://emitennews.com/news/akuisisi-beres-bumi-kebut-produksi-emas-jubilee-metals
-
GTSI
GTS Internasional Tbk.
-
PT. GTS Internasional Tbk. (GTSI) menegaskan strategi pertumbuhan dengan memperkuat integrasi rantai pasok energi melalui ekspansi di segmen midstream dan downstream, yang dibingkai dalam transformasi “Rising the New GTSI, Driving Energy as One”. Manajemen menargetkan peningkatan peran perseroan dalam sistem pasokan energi nasional, terutama dengan memonetisasi stranded gas yang selama ini belum termanfaatkan optimal, dengan cara menghubungkan sumber gas dari wilayah terpencil dan kepulauan menuju pusat-pusat permintaan.
Pada segmen midstream, fokus pengembangan diarahkan ke optimalisasi armada LNG, peningkatan efisiensi operasional, dan penguatan layanan logistik agar distribusi gas ke wilayah kepulauan lebih andal―menjawab tantangan geografis Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi. Di downstream, perseroan membuka ruang pengembangan hilirisasi dan layanan LNG terpadu untuk kebutuhan pembangkit listrik, industri, serta daerah yang belum terjangkau pipa, sehingga akses energi yang lebih bersih dan efisien dapat diperluas.
Sejalan dengan strategi tersebut, GTSI memproyeksikan capex hingga US$200 juta yang dialokasikan bertahap untuk penguatan armada, pembangunan infrastruktur LNG, dan ekspansi bisnis yang terukur, termasuk penjajakan mini LNG plant sebagai solusi fleksibel monetisasi stranded gas untuk permintaan skala menengah-kecil. Perseroan juga menautkan ekspansi LNG dengan agenda transisi energi dan net zero emission, sembari menekankan disiplin investasi, seleksi proyek yang prudent, serta penguatan tata kelola dan keselamatan operasional sebagai landasan pertumbuhan jangka panjang.
https://emitennews.com/news/gtsi-siagakan-capex-usd200-juta
-
SUPA
Super Bank Indonesia Tbk.
-
PT. Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mencatat kinerja positif hingga November 2025 dengan laba sebelum pajak (PBT) Rp122,4 miliar, ditopang pertumbuhan pendapatan yang konsisten pasca pencatatan saham di BEI. Pendapatan bunga bersih melonjak 165% yoy menjadi Rp1,4 triliun, sejalan dengan pertumbuhan intermediasi dan skala bisnis yang terus membesar di sepanjang 2025.
Dari sisi neraca, DPK tumbuh 149% yoy menjadi Rp11 triliun, sementara penyaluran kredit naik 58% yoy menjadi Rp9,3 triliun, sehingga total aset meningkat 69% yoy menjadi Rp18,0 triliun per akhir November 2025. Manajemen menilai tren ini mencerminkan fundamental yang menguat, dengan fokus menjaga ekspansi tetap prudent sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang sebagai bank digital.
Pada sisi operasional, sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, SUPA telah melayani lebih dari 5 juta nasabah dengan rata-rata transaksi harian melampaui 1 juta transaksi per hari, termasuk kenaikan aktivitas lebih dari 40% pada 3Q25 dibanding periode sebelumnya. Seiring penguatan permodalan pasca IPO, modal inti SUPA telah melampaui Rp6 triliun sehingga memenuhi kriteria KBMI 2, yang memberi ruang lebih besar untuk memperluas skala usaha dan memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
https://emitennews.com/news/supa-raup-laba-rp1224-m-catat-1-juta-transaksi-per-hari