Daily News 23 December 2025
-
CBRE
Cakra Buana Resources Energi Tbk.
-
PT. Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE) menyiapkan rights issue dengan jumlah maksimal 48 miliar saham baru bernominal Rp25 per saham, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 18 Desember 2025. Aksi ini diposisikan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka ruang partisipasi investor baru, dengan harapan keterlibatan investor dapat memberi nilai tambah terhadap kinerja perseroan.
Penggunaan dana rights issue diarahkan untuk beberapa pos utama, yakni pembayaran sebagian utang perseroan kepada pihak ketiga, kebutuhan modal kerja, serta rencana penambahan armada (capex). Salah satu poin kunci adalah rencana pelunasan utang pihak ketiga melalui skema konversi utang menjadi saham, sehingga rights issue berpotensi menjadi mekanisme deleveraging sekaligus perbaikan struktur neraca jika konversi berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Oktober 2025, utang yang akan dikonversi berasal dari promissory note kepada Hilong Shipping Holding Limited (USD25 juta), Yafin Tandiono Tan (USD11 juta), Saga Investama Sedaya (USD12,5 juta), dan Superkrane Mitra Utama (USD6,5 juta).
Perseroan menyatakan pada 10 November 2025 telah menerima surat pemberitahuan konversi dari para kreditur tersebut yang memilih opsi konversi pinjaman menjadi saham, sehingga eksekusi rights issue ini berpotensi mempercepat restrukturisasi liabilitas dan menambah fleksibilitas pendanaan ke depan.
https://emitennews.com/news/dapat-mandat-cbre-bersiap-right-issue-48-miliar-lembar
-
ELPI
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk.
-
PT. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) memenangkan kontrak jangka panjang untuk mendukung proyek FLNG Genting di Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan estimasi nilai mencapai Rp2,39 triliun sepanjang masa operasional. Kontrak ini diperoleh dari Genting Group melalui PT. Layar Nusantara Gas, dan ELPI akan menyediakan enam unit kapal yang terdiri dari 1 crew boat, 1 pilot boat, 1 offshore supply vessel (OSV), serta 3 multi-purpose tug untuk kebutuhan operasional proyek.
Manajemen menjelaskan persiapan dan pembangunan armada diperkirakan memakan waktu sekitar 18 bulan, sementara masa kontrak charter berlangsung hingga 18 tahun. Namun, charter baru efektif setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi dan tanggal mobilisasi ditetapkan, sehingga realisasi pendapatan akan sangat bergantung pada efektivitas perjanjian serta tingkat utilisasi armada sesuai ketentuan kontrak.
Untuk mendukung kontrak tersebut, ELPI akan membangun enam armada baru yang sekaligus memperkuat portofolio perseroan di sektor minyak dan gas, dengan pendanaan berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan. Dengan karakter kontrak yang panjang, manajemen menilai kemenangan tender ini memberikan visibilitas pendapatan yang lebih tinggi dan berpotensi menjadi pendorong peningkatan revenue ELPI ke depan.
https://emitennews.com/news/prospek-cerah-elpi-amankan-kontrak-jumbo-flng-genting-group-rp239-t
-
PIPA
Multi Makmur Lemindo Tbk.
-
PT. Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai pengendali baru PT. Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) sesuai POJK No. 9/2018 sebagai konsekuensi perubahan pengendalian. MCI menyiapkan dana maksimal sekitar Rp93,46 miliar untuk membeli saham publik, dengan harga penawaran Rp54,47 per saham (mengacu pada ketentuan harga minimum berbasis rata-rata harga tertinggi perdagangan harian 90 hari terakhir). Jumlah saham yang ditawar maksimal 1.715.765.790 saham atau sekitar 50,08% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Secara kronologi, MCI resmi menjadi pengendali setelah mengakuisisi 1,5 miliar saham PIPA (±43,78%) dari para penjual pada 6 dan 10 Oktober 2025.
Menariknya, MCI menyampaikan arah transformasi PIPA ke depan: dari bisnis material bahan bangunan berbasis PVC menuju bagian dari ekosistem distribusi energi nasional, mencakup perdagangan dan logistik BBM serta pengembangan infrastruktur pendukung seperti fasilitas penyimpanan dan jaringan distribusi darat?laut. Strategi ini bertujuan memosisikan PIPA sebagai pemain yang lebih relevan dalam rantai pasok energi, meski realisasinya akan bergantung pada perizinan, eksekusi capex, dan kesiapan operasional.
Dari sisi jadwal, periode tender berlangsung 23 Desember 2025?22 Januari 2026 dengan tanggal pembayaran 3 Februari 2026, dan transaksi jual beli dilakukan melalui mekanisme crossing di BEI serta pembayaran mengikuti ketentuan KSEI. MCI juga menegaskan tidak berencana melikuidasi perusahaan, mengubah kebijakan dividen, maupun melakukan delisting PIPA, serta menyatakan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran penuh kepada pemegang saham yang berhak dalam penawaran tender wajib ini.
https://emitennews.com/news/siap-jadi-sultan-energi-mci-tender-offer-saham-pipa-rp9345-miliar
-
SMKM
Sumber Mas Konstruksi Tbk.
-
PT. Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM) menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Lim Shrimp Org Pte Ltd (LSO) pada 22 Desember 2025 untuk mengakuisisi seluruh saham Panasia Aquaculture Pte. Ltd, perusahaan berbadan hukum Singapura. Dalam struktur transaksi, LSO berkomitmen menjual 100% modal disetor Panasia kepada SMKM, sehingga setelah seluruh persyaratan dalam CSPA terpenuhi dan transaksi ditutup, SMKM akan menjadi pemilik penuh (100%) Panasia. Nilai transaksi diperkirakan hingga sekitar USD100 juta, namun angka final akan ditentukan kemudian dengan mengacu pada laporan penilaian independen atas valuasi Panasia yang akan diterbitkan penilai independen pilihan perseroan.
Penilaian tersebut juga menjadi acuan sebelum rencana penawaran umum terbatas dengan HMETD (rights issue) yang disebut akan dilakukan pada 2026, sehingga pembiayaan dan valuasi akuisisi berpotensi terkunci setelah proses appraisal dan struktur pendanaan final disiapkan. Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan kondisi-kondisi prasyarat dengan batas akhir maksimal 30 Juni 2026 (dapat diperpanjang atas kesepakatan para pihak).
Manajemen menyatakan transaksi ini tidak berdampak negatif material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha SMKM, dan diposisikan untuk mendukung pengembangan usaha melalui pengalihan aset baru (Panasia) yang diklaim sejalan dengan keahlian dan pengalaman bisnis LSO sebagai pengendali, termasuk rencana pengembangan budidaya perikanan.
Perseroan juga menegaskan perubahan kegiatan usaha akan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk POJK 17/POJK.04/2020 terkait transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.
https://emitennews.com/news/smkm-beber-transaksi-usd100-juta