Daily News 02 January 2026
-
BANK
Bank Aladin Syariah Tbk.
-
PT. Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) menyiapkan pendanaan melalui penerbitan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I dengan target dana hingga Rp2 triliun. Pada tahap awal, perseroan akan menerbitkan Sukuk Wakalah Tahap I senilai Rp500 miliar sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Instrumen ini diterbitkan tanpa warkat, dengan Sertifikat Jumbo Sukuk Wakalah atas nama PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai bukti kepemilikan bagi pemegang sukuk.
Sukuk Wakalah Tahap I ditawarkan dengan nilai 100 persen dari dana modal investasi, disertai imbal hasil sebesar Rp41,25 miliar atau setara 8,25 persen per tahun. Jangka waktu sukuk ditetapkan selama 370 hari kalender sejak tanggal emisi. Pembayaran imbal hasil pertama dijadwalkan pada 8 April 2026, sementara pembayaran terakhir sekaligus pelunasan pokok akan dilakukan pada saat jatuh tempo pada 18 Januari 2027.
Dari sisi jadwal, sukuk ini telah dinyatakan efektif pada 30 Desember 2025 dan masa penawaran umum berlangsung pada 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Sukuk Wakalah Bank Aladin direncanakan akan dicatatkan di BEI pada 9 Januari 2026. Dalam pelaksanaan penerbitan ini, perseroan menunjuk PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi sekaligus penjamin emisi sukuk.
https://emitennews.com/news/bank-aladin-incar-dana-rp2-triliun-dari-penerbitan-sukuk
-
IPCC
Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.
-
PT. Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) mencatat kinerja operasional yang solid hingga November 2025 dengan total kargo konsolidasi mencapai 1.104.883 unit, tumbuh 15,58 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh seluruh segmen kargo utama, yakni CBU, truck/bus, dan alat berat, di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang masih penuh ketidakpastian. Kinerja kunjungan kapal juga meningkat signifikan dengan 3.225 kunjungan, naik 581 kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan tingginya aktivitas ekspor-impor kendaraan melalui terminal IPCC.
Dari sisi komposisi, kargo truck/bus menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 44,42 persen YoY atau tambahan 69.122 unit, seiring meningkatnya aktivitas pertambangan domestik dan program hilirisasi mineral yang mendorong kebutuhan alat angkut. Penanganan CBU hingga November 2025 mencapai 850.712 unit, tumbuh 9,57 persen YoY, dengan lonjakan ekspor kendaraan―khususnya ke Vietnam yang menjadi tujuan ekspor terbesar dengan volume 72.776 unit. Tren kendaraan elektrifikasi juga semakin terlihat, di mana BEV, HEV, dan PHEV yang ditangani mencapai 83.720 unit atau sekitar 7,57 persen dari total CBU, didominasi merek-merek Asia seperti BYD, Vinfast, dan AION.
Manajemen optimistis kinerja positif operasional tersebut akan berlanjut hingga penutupan kuartal IV 2025, ditopang oleh implementasi sistem digital PTOS-C, inovasi bisnis seperti layanan inland transportation untuk kargo BYD, serta transformasi pola operasi di seluruh terminal termasuk lima terminal satelit. Dengan berbagai inisiatif strategis tersebut, IPCC menargetkan kinerja keuangan 2025 dapat tumbuh lebih dari 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat nilai tambah bagi pengguna jasa, investor, dan pemegang saham.
https://emitennews.com/news/november-kinerja-operasional-ipcc-melonjak-2564-persen
-
MMLP
Mega Manunggal Property Tbk.
-
PT. Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) mencatat laba bersih sebesar Rp50,39 miliar per 30 September 2025, anjlok 77,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp226,61 miliar. Penurunan tajam ini berdampak pada laba per saham dasar yang turun menjadi Rp7 dari sebelumnya Rp33. Kinerja laba tertekan terutama akibat melemahnya komponen pendapatan non-operasional yang tahun lalu bersifat one-off, khususnya kenaikan nilai wajar properti investasi.
Pendapatan tercatat Rp265,45 miliar, turun tipis 3,24 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp257,11 miliar, sementara total beban meningkat 11,03 persen menjadi Rp118,92 miliar. Kenaikan beban terutama berasal dari provisi penurunan nilai piutang lain-lain yang meningkat menjadi Rp22,54 miliar dari Rp13,73 miliar, serta lonjakan imbalan pascakerja menjadi Rp11,41 miliar dari Rp1,9 miliar. Di sisi lain, beban keuangan turun menjadi Rp116,66 miliar dari Rp123,94 miliar, namun penghasilan bunga dan kontribusi laba entitas asosiasi masing-masing mengalami penurunan.
Dari sisi neraca, total aset MMLP meningkat menjadi Rp6,56 triliun dari Rp6,49 triliun pada akhir 2024, seiring kenaikan liabilitas menjadi Rp1,79 triliun dari Rp1,7 triliun. Ekuitas tercatat relatif stabil namun sedikit menyusut menjadi Rp4,77 triliun dari Rp4,79 triliun. Secara keseluruhan, kinerja kuartal III 2025 menunjukkan normalisasi laba setelah lonjakan valuasi properti investasi pada tahun sebelumnya, dengan tekanan utama berasal dari kenaikan beban dan melemahnya kontribusi pendapatan non-operasional.
https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-astra-group-mmlp-anjlok-78-persen
-
SHIP
Sillo Maritime Perdana Tbk.
-
PT. Sillo Maritime Perdana Tbk. (SHIP) melalui anak usahanya, Cassa Mega Lautan, merealisasikan pembelian satu unit kapal very large gas carrier senilai USD80,50 juta atau setara Rp1,34 triliun dengan asumsi kurs Rp16.694 per dolar AS. Kapal keluaran tahun 2016 tersebut dibeli dari New Gas Taurus Limited dan memiliki spesifikasi teknis utama berupa panjang 217 meter, lebar 36,60 meter, serta tonase kotor 46.789. Akuisisi armada ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perseroan di bisnis pelayaran, khususnya untuk mendukung kegiatan di sektor hulu migas nasional.
Penambahan armada tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan meningkatkan pangsa pasar SHIP, sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ke depan. Manajemen menilai langkah ini strategis untuk memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia jasa pelayaran gas berskala besar, sejalan dengan kebutuhan transportasi energi yang terus meningkat. Dengan armada tambahan, perseroan juga berharap dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasian.
Dari sisi neraca, transaksi ini berdampak signifikan terhadap struktur keuangan perseroan. Total aset SHIP meningkat 15,57 persen menjadi USD537,89 juta, sementara total liabilitas naik 29,35 persen menjadi USD319,5 juta. Rasio keuangan turut mengalami perubahan, dengan debt to equity ratio tercatat 53,08 persen dan debt to asset ratio sebesar 59,40 persen, mencerminkan peningkatan leverage namun tetap dalam kerangka ekspansi usaha yang diharapkan menciptakan nilai tambah bagi perseroan dan para pemangku kepentingan.
https://emitennews.com/news/genjot-kinerja-ship-daratkan-armada-baru-rp134-triliun