Daily News 08 January 2026

January 08, 2026 No. 2963

PTBA

Bukit Asam Tbk.

Menjelang realisasi proyek hilirisasi yang akan dijalankan Danantara mulai Januari 2026, PT. Bukit Asam Tbk. (PTBA) menyatakan masih menunggu arahan lebih lanjut dari Danantara dan PT. Mineral Industri Indonesia (MIND ID) selaku induk holding pertambangan. PTBA, emiten batubara anggota holding MIND ID, menyebut terus melakukan koordinasi intensif terkait rencana proyek hilirisasi batubara, termasuk gasifikasi batubara menjadi dimetil eter (DME) sebagai substitusi LPG. 

Proyek DME ini masuk dalam lima hingga enam proyek yang direncanakan melakukan groundbreaking tahap pertama. P.H. Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan perseroan mengikuti seluruh kebijakan dan arahan pemerintah terkait proyek tersebut.

https://industri.kontan.co.id/news/bukit-asam-ptba-tunggu-arahan-danantara-soal-proyek-hilirisasi-batubara-dme

RMKE

RMK Energy Tbk.

Saham PT. RMK Energy Tbk. (RMKE) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (7/1/2026) di level Rp6.775 per saham. Dalam 12 bulan terakhir, harga saham RMKE mencatatkan lonjakan signifikan dari kisaran Rp486?Rp500 pada awal tahun lalu hingga sempat menyentuh di level tertinggi Rp6.800 per saham, atau naik lebih dari 1.000% secara year-on-year (YoY). Kinerja saham yang impresif tersebut sejalan dengan penguatan fundamental bisnis logistik batu bara yang menjadi tulang punggung perseroan.

RMKE terus memperkuat ekosistem operasionalnya melalui integrasi hauling road yang menghubungkan area tambang langsung ke fasilitas angkutan utama. Infrastruktur ini kian strategis seiring dengan pemberlakuan larangan pengangkutan batu bara melalui jalan umum di Sumatera Selatan mulai 2026, yang secara struktural meningkatkan peran jalur hauling khusus dan moda kereta api sebagai tulang punggung distribusi.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah dan persiapan memasuki 2026, RMKE telah menuntaskan pembangunan hauling road baru yang telah terhubung dengan tiga pelanggan baru PT. Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT. Duta Bara Utama (DBU), Menambang Muara Enim (MME). Ketiga pelanggan baru ini berpotensi meningkatkan tambahan volume baru pada tahun 2026 sebesar 3 juta ton.

Untuk mengimbangi pertumbuhan volume yang signifikan, Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas infrastruktur dengan membangun container yard baru yang menggandakan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun, serta melakukan ekspansi kapasitas pelabuhan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun.

https://emitennews.com/news/operasional-hauling-road-jadi-fondasi-kinerja-rmke-2026

SMRA

Summarecon Agung Tbk

PT. Summarecon Agung Tbk. (SMRA) menjadi emiten pertama yang mencatatkan obligasinya di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada 2026. Obligasi yang dimaksud adalah Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025. Dalam pengumumannya, Selasa (6/1), BEI menyebut, obligasi Summarecon tercatat pada hari ini (Rabu, 7/1). Secara rinci, obligasi Summarecon terbagi menjadi dua seri.

Seri A Rp84,53 miliar berbunga 5,85% dengan jatuh tempo 6 Januari 2029. Kemudian seri B Rp267,43 miliar berbunga 6,5% akan jatuh tempo pada 6 Januari 2031.

https://emitennews.com/news/summarecon-smra-bakal-jadi-emiten-pertama-yang-catat-obligasi-2026

SMSM

Selamat Sempurna Tbk

Emiten produsen komponen kendaraan, PT. Selamat Sempurna Tbk. (SMSM), membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di rentang single digit pada tahun 2026. Kata Wakil Direktur Utama SMSM, Ang Andri Pribadi, target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global.

“Dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta perkembangan dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian karena meningkatnya tensi geopolitik,” ucap Ang saat dihubungi Kontan, Rabu (7/1/2026). Sebagai informasi, SMSM meraup pertumbuhan penjualan 2,65% secara tahunan (year on year/YoY) sebesar Rp 3,92 triliun hingga kuartal III-2025.

Sejalan dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan naik 13,50% YoY menjadi Rp 820 miliar.

https://industri.kontan.co.id/news/selamat-sempurna-smsm-bidik-pertumbuhan-kinerja-single-digit-tahun-2026