Daily News 05 February 2026

February 05, 2026 No. 2982

BREN

Barito Renewables Energy Tbk.

PT. Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan kesiapan dana maksimum Rp2 triliun, yang dananya bersumber dari kas internal perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi BREN yang dirilis di Jakarta, Rabu (4/2/2026), buyback saham akan berlangsung selama kurun tiga bulan atau pada periode 4 Februari hingga 3 Mei 2026.

Pelaksanaan buyback sebagai upaya menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Manajemen BREN menyampaikan, dana yang dialokasikan untuk buyback saham sebesar Rp2 triliun tersebut berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional perseroan, serta telah memperhitungkan kecukupan modal kerja maupun arus kas.

“Besarnya dana yang secara bertahap akan disisihkan oleh perseroan dalam rangka pelaksanaan buyback sebagaimana dimaksud di atas adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun,” demikian disampaikan manajemen BREN.

https://emitennews.com/news/kawal-harga-bren-buyback-rp2-triliun

CUAN

Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

PT. Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mengumumkan bahwa anak perusahaan yang dimiliki melalui PT. Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) yaitu PT. Guna Darma Integra (GDI) pada hari ini telah melakukan Groundbreaking untuk menandakan telah dimulainya konstruksi proyek Pembangkit Listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri terintegrasi Feni Haltim (FHT) Industrial Park, Halmahera Timur, Maluku Utara. FHT Industrial Park merupakan kawasan industri terintegrasi sebagai bagian dari implementasi strategi hilirisasi mineral pemerintah Indonesia untuk merealisasikan potensi pengembangan pusat industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Groundbreaking konstruksi proyek Pembangkit Listrik ini dihadiri oleh perwakilan dari pemegang saham dan manajemen GDI, FHT, kontraktor, dan beberapa Bank yang akan mendanai proyek Pembangkit Listrik yang mana nilai estimasi proyek diperkirakan mencapai USD 600 juta (atau setara dengan Rp 10 triliun).

https://emitennews.com/news/petrindo-cuan-groundbreaking-proyek-pembangkit-listrik-rp10t

DEWA

Darma Henwa Tbk

PT. Darma Henwa Tbk. (DEWA) telah menggelontorkan anggaran senilai Rp675 miliar. Dana taktis tersebut digunakan untuk membuyback saham 1,19 miliar lembar. Aksi itu, telah dilakukan sejak 10 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026. Alokasi belanja itu, berarti sudah terserap 71,10 persen dari total anggaran pembelian kembali saham maksimal Rp950 miliar. Buyback dilaksanakan dengan harga pembelian rata-rata Rp566 per eksemplar.

Saham-saham itu, dijala dalam tujuh kali transaksi. Pada 10 Desember 2025, menyerap 372,09 juta helai seharga Rp430 per saham senilai Rp159,99 miliar. Lalu, pada 6 Januari 2026, perseroan menyerok 418,6 juta lembar pada harga Rp645 per helai sebesar Rp269,99 miliar. Kemudian, pada 19 Januari 2026, perseroan mengemas 76,33 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp655 per eksemplar sebesar Rp50 miliar.

Pada 22 Januari 2026, perseroan memborong 176 juta lembar dengan harga beli Rp625 per helai senilai Rp110 miliar. Pada 28 Januari 2026, kembali menyerap 8,77 juta saham Rp570 per helai sejumlah Rp5 miliar. Berikutnya, pada 29 Januari 2026, perseroan kembali menjala 20,57 juta lembar dengan harga Rp486 per saham senilai Rp9,99 miliar. 

https://emitennews.com/news/grup-bakrie-dewa-habiskan-dana-buyback-rp675-miliar

INET

Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

PT. Abadi Kreasi Unggul Nusantara, pemegang saham pengendali PT. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) melakukan pembelian saham perusahaan secara langsung dengan tujuan untuk memperkuat jumlah kepemilikan saham di emiten infrastruktur teknologi informasi tersebut. Abadi Kreasi Unggul sebelumnya menguasai 5,36 miliar saham INET yang setara dengan 55,95 persen dari total modal disetor dalam Perseroan.

Melalui keterbukaan informasi, Rabu, (4/2/2026), manajemen INET melaporkan adanya penambahan kepemilikan di Perseroan oleh pemegang saham pengendali tersebut. Abadi Kreasi diketahui memborong 124,4 juta saham INET pada harga Rp364 per saham. Transaksi dilakukan pada Selasa, 3 Januari 2026.

https://emitennews.com/news/perkuat-kepemilikan-di-inet-pt-abadi-kreasi-borong-1244-juta-saham