Daily News 10 July 2026

July 10, 2026 No. 3078

BIRD

Blue Bird Tbk.

Anggota dewan komisaris PT. Blue Bird Tbk. (BIRD), Sri Adriyani Lestari melepas kepemilikan saham sebanyak 52.560.000 lembar. Aksi divestasi yang terjadi pada 15 Juni 2026 itu, membuat porsi kepemilikan sahamnya berkurang menjadi 10 juta lembar setara 0,40 persen dari sebelumnya sebesar 62,56 juta lembar atau setara 2,50 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diunggah Kamis (09/07), Sri Adriyani melepas 52,56 juta saham biasa di harga pelaksanaan 1.490 pada 15 Juni 2026 lalu, dengan transaksi dan kepemilikan langsung. Di tanggal yang sama, Purnomo Prawiro selaku Co-Founder BIRD ternyata menampung saham tersebut. Dari aksi jala saham itu, Purnomo merogoh kocek senilai Rp78,31 miliar.

Alhasil, porsi kepemilikan sahamnya menjadi 354,85 juta lembar atau setara 14,182 persen dari sebelumnya hanya 302,29 juta lembar ata setara 12,082 persen. Pada perdagangan intraday Kamis (09/07) saham BIRD terpantau menguat 0,32 persen atau naik 5 poin ke level Rp1.555.

https://emitennews.com/news/komisaris-lepas-saham-rupanya-ditampung-pendiri-blue-bird-bird

CBDK

Bangun Kosambi Sukses Tbk.

PT. Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) entitas PT. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) itu memperkuat struktur permodalan dua anak usahanya. Total dana yang disuntikkan mencapai Rp103,9 miliar. Kabar ini dilaporkan Corporate Secretary CBDK, Yohanes Edmond Budiman, dalam keterbukaan informasi Perseroan pada Rabu (08/07/2026). Anak usaha pertama, PT. Industri Pameran Nusantara (IPN), diungkapkan Yohanes menerima penyertaan modal sebesar Rp90,1 miliar.

CBDK mengambil seluruh 5.300.000 saham baru seri B IPN dengan nilai nominal Rp17.000 per saham. Dengan demikian modal disetor IPN naik dari Rp2.555.606.486.000 menjadi Rp2.645.706.486.000. Anak usaha kedua, PT. Samudra Mega Utama (SMU), juga diungkapkan Yohanes ikut menerima aksi korporasi serupa.

Sebelum peningkatan, modal disetor SMU tercatat sebesar Rp600.000.000. Dari jumlah itu, CBDK memiliki penyertaan Rp599,4 juta atau setara 99,90%.

https://emitennews.com/news/cbdk-suntik-modal-rp1039-m-ke-2-anak-usaha-ekspansi-mal-dan-bar-fb/10

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) belum lama ini menuntaskan akuisisi PT. Bali Media Telekomunikasi (BMT), salah satu pemegang saham pengendali PT. XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL). Usai itu, emiten grup Sinar Mas tersebut berlanjut kembali mengucurkan dana Rp8,53 triliun ke anak usaha barunya tersebut.

Akuisisi BMT senilai USD238,4 juta atau sekitar Rp4,2 triliun itu dilakukan DSSA melalui dua anak usahanya, PT. DSST Mas Gemilang dan PT. Sinarmas Sukses Sejahtera. Transaksi pencaplokan 100% saham BMT dari PT. Infinity Investama dan PT. Prima Mas Abadi diumumkan dalam keterbukaan BEI, Kamis (02/07/2026).

Langkah ini dilakukan DSSA untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas kapabilitas operasional serta teknologi, dan mempercepat integrasi ekosistem layanan digital.

https://emitennews.com/news/tuntas-akuisisi-dssa-lanjut-suntik-rp853t-ke-pengendali-excl

NCKL

Trimegah Bangun Persada Tbk.

PT. Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) menghabiskan anggaran Rp15,23 miliar. Dana tersebut terserap untuk aktivitas eksplorasi untuk periode kuartal II 2026. Kegiatan eksplorasi meliputi lima area. Yaitu, Blok TBP Kawasi, Blok GPD-Loji, Blok JMP Jikodolong, Blok GTS, dan Blok OAM. Aktivitas eksplorasi di Blok TBP Kawasi menyedot Rp1,32 miliar dengan pemboran 16 titik pada kedalaman 287 meter.

Hasil pengeboran dengan total intercept limonit CoG lebih dari atau sama dengan 0,7 persen Ni sepanjang 54,48 m, ketebalan rata-rata 3,41 m pada kadar Ni 1,10 persen, dan Co 0,11 persen. Total intercept saprolite CoG lebih dari atau sama dengan 1,3 persen Ni sepanjang 51,22 m, ketebalan rata-rata 5,69 m dengan kadar Ni 1,65 persen.

Perseroan akan melanjutkan kegiatan pengeboran pada titik-titik bor berikutnya yang sudah direncanakan. Kemudian, eksplorasi di blok GPS-Loji dilakukan Gane Permai Sentosa dengan biaya Rp1,18 miliar.

https://emitennews.com/news/nckl-sedot-biaya-eksplorasi-rp1523-miliar-ini-hasilnya