Daily News 09 July 2026

July 09, 2026 No. 3077

AMMN

Amman Mineral Internasional Tbk.

Jajaran direksi PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menunjukkan sinyal optimisme dan keyakinan penuh terhadap fundamental serta prospek masa depan perusahaan. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata berupa akumulasi pembelian  saham AMMN oleh pucuk pimpinan perusahaan di tengah tekanan pasar modal domestik yang terjadi belakangan ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama AMMN Arief Sidarto membeli 1,6 juta saham perseroan pada 30 Juni 2026 seharga Rp3.105 per saham, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,97 miliar. Langkah ini langsung diikuti oleh Direktur AMMN Anthony Mathias yang turut mengakumulasi 1,69 juta saham dalam periode 01?02 Juli 2026 di kisaran harga Rp3.120?Rp3.510 per saham, senilai total sekitar Rp5,6 miliar.

Tak hanya itu, dua direksi lainnya juga mengikuti langkah koleganya. Aditya Sasmito mengakumulasi 850.000 saham AMMN pada 06 Juli 2026 pada harga Rp3.530 per saham, dengan total nilai Rp3 miliar. Terbaru, direksi lainnya yaitu Lal Naveen Chandra, memborong 1.000.000 saham pada harga Rp 3.565 per saham. Dengan demikian, Naveen Chandra mengempit total 53.161.300 lembar saham.

https://emitennews.com/news/direksi-ammn-serok-saham-rp17-miliar-saat-harga-anjlok-ada-apa

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terus menunjukkan fundamental bisnis solid di tengah dinamika ekonomi global, dan industri perbankan nasional. Transformasi bisnis secara konsisten, dan penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan sekaligus melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.

Integrasi BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalisator utama akselerasi transformasi perseroan. Melalui Danantara, BTN mendapat akses pada penguatan sinergi lintas sektor lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya (shared services), dan optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis lebih masif. 

Danantara berperan penting dalam memberi arahan strategis agar BTN mampu bertransformasi menjadi bank modern lebih lincah, dengan memperkuat struktur permodalan, dan menyelaraskan kebijakan bisnis dengan agenda pembangunan nasional lebih terintegrasi. Sinergi itu, memastikan BTN memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi persaingan global, dan kemampuan eksekusi lebih cepat dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem perbankan.

https://emitennews.com/news/bisnis-seirama-danantara-kinerja-btn-lampaui-rata-rata-industri

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menginjeksi PT. Bali Media Telekomunikasi (BMT) senilai USD502,56 juta alias setara Rp8,54 triliun. Itu dengan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Maret 2026 sebesar Rp16.993 per dolar Amerika Serikat (USD). Transaksi itu dilakukan dengan skema DSST Mas Gilang, anak usaha perseroan, menyerap 8.539.999.121  saham BMT pada harga pelaksanaan Rp1.000 per lembar.

Penuntasan transaksi terssebut, sebagai langkah strategis memperkuat fondasi bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, dan mempercepat integrasi ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. DSSA meyakini transaksi tersebut akan mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan melalui peningkatan sinergi, optimalisasi sumber daya, penguatan posisi, dan daya saing dalam menghadapi perkembangan industri dan peluang pasar.

Tindakan korporasi itu dilandasi sejumlah pertimbangan, dan alasan mendasar.

https://emitennews.com/news/dssa-infrastruktur-digital-teknologi-dan-energi-berkelanjutan

PTBA

Bukit Asam (Persero) Tbk.

PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menyedot dana eksplorasi senilai Rp31,02 miliar. Biaya tersebut terserap untuk kegiatan dan aktivitas eksplorasi. Kegiatan tersebut berlangsung sepanjang kuartal II 2026 tepatnya periode April-Juni 2026. Kegiatan eksplorasi periode April-Juni 2026 dilakukan di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) oleh Internal PTBA dan pihak ketiga (kontraktor jasa pengeboran) dengan jumlah biaya telah dikeluarkan Rp29,17 miliar (unaudited).

Kegiatan eksplorasi meliputi pemetaan geologi, pengeboran (coring dan open hole), logging geofisika, pengambilan dan pengujian sampel batu bara dan batuan, serta monitoring TOC (Top of Coal) dan BOC (Bottom of Coal). Kegiatan eksplorasi dilakukan PTBA di TEMS meliputi kegiatan pengeboran, logging geofisika, pengambilan sampel batu bara, batuan, dan monitoring ToC-BoC Front Tambang.

Kegiatan pengeboran dilaksanakan pada empat IUP. Yaitu IUP Air Laya, IUP MTB, IUP Banko Barat, dan Banko Tengah B sebanyak 95 titik dengan total kedalaman 15.514 meter. 

https://emitennews.com/news/ptba-sedot-puluhan-miliar-rupiah-ini-hasil-eksplorasinya