Daily News 06 October 2025
-
ANJT
Austindo Nusantara Jaya Tbk.
-
First Resources Ltd resmi menuntaskan tender wajib saham PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) dengan menyerap 159,24 juta saham publik senilai Rp288,69 miliar atau seharga Rp1.813 per lembar pada 3 Oktober 2025. Dengan penyelesaian ini, First Resources kini menguasai 95,92% saham ANJT, naik dari 91,17% sebelumnya, setelah sebelumnya menyiapkan dana hingga Rp376,46 miliar untuk penawaran tender wajib sebesar 6,19% saham publik.
Akuisisi ini memperkuat posisi First Resources sebagai pengendali utama ANJT dan membuka jalan bagi strategi ekspansi agresif di sektor perkebunan kelapa sawit. Perusahaan berencana melakukan peremajaan tanaman tidak produktif menggunakan benih unggul, memperluas area kebun melalui akuisisi, serta meningkatkan infrastruktur dan logistik agar distribusi dari kebun ke pabrik menjadi lebih efisien.
Selain itu, integrasi operasional dengan fasilitas pengolahan milik grup di segmen hilir juga menjadi fokus untuk memastikan kontinuitas pasokan bahan baku dan efisiensi biaya. Dengan langkah ini, pengendali baru menargetkan peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui ekosistem agribisnis terintegrasi.
https://emitennews.com/news/transaksi-beres-first-resources-resmi-kendalikan-austindo-anjt
-
CLEO
Sariguna Primatirta Tbk.
-
PT. Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) optimistis kinerjanya membaik pada paruh kedua 2025 setelah mencatat penjualan Rp1,36 triliun (+5,42% YoY) dan laba bersih Rp207,54 miliar (-9,7% YoY) pada semester I-2025. Pertumbuhan penjualan Juli 2025 meningkat 10% YoY, ditopang oleh segmen air minum dalam kemasan botol serta kontribusi dari pabrik baru yang mulai beroperasi penuh sejak 2024.
CEO Melisa Patricia menegaskan bahwa ekspansi pabrik terbukti efektif memperkuat kapasitas produksi dan mendukung pertumbuhan volume penjualan. CLEO kini fokus mendorong penjualan melalui channel general trade (GT) seperti warung, toko kelontong, pasar tradisional, dan grosir kecil yang mayoritas transaksinya tunai, sehingga dapat meminimalkan risiko piutang.
Selain memperkuat GT, CLEO juga mengembangkan kanal digital lewat e-commerce dan live-commerce di TikTok untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan engagement dengan konsumen. Strategi ini difokuskan pada pembangunan brand awareness dan loyalitas pelanggan, bukan sekadar bersaing lewat harga.
https://industri.kontan.co.id/news/sariguna-primatirta-cleo-siapkan-strategi-untuk-dorong-kinerja-hingga-akhir-tahun
-
HDFA
Radana Bhaskara Finance Tbk.
-
PT. Radana Bhaskara Finance Tbk. (HDFA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,17 miliar pada semester I-2025, anjlok 79,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp10,45 miliar. Penurunan tajam laba ini membuat laba per saham dasar turun menjadi Rp0,33 dari sebelumnya Rp1,60.
Meski demikian, pendapatan perseroan justru meningkat 12,11% secara tahunan menjadi Rp202,34 miliar dari Rp180,48 miliar, ditopang oleh kenaikan pendapatan pembiayaan menjadi Rp188 miliar dan pendapatan bunga Rp1,3 miliar. Namun, penurunan pendapatan lain-lain menjadi Rp13,03 miliar dan kenaikan beban keuangan menjadi Rp132,58 miliar turut menekan profitabilitas perusahaan.
Secara total, beban HDFA naik menjadi Rp197,89 miliar dari Rp166,84 miliar, dengan komponen terbesar berasal dari beban bunga, administrasi, dan penyisihan kerugian pembiayaan. Laba sebelum pajak tercatat Rp4,45 miliar, turun dari Rp13,63 miliar pada semester I-2024.
Dari sisi neraca, ekuitas HDFA relatif stabil di Rp574,58 miliar, sedangkan total aset meningkat menjadi Rp3,59 triliun dari Rp3,19 triliun di akhir 2024. Meski defisit perusahaan masih tercatat Rp421,87 miliar, nilainya sedikit membaik dibandingkan akhir tahun sebelumnya sebesar Rp424,05 miliar.
https://emitennews.com/news/laba-drop-hdfa-juni-2025-defisit-rp422-miliar
-
HRUM
Harum Energy Tbk.
-
PT. Harum Energy Tbk. (HRUM) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) untuk periode 2025?2026 dengan nilai alokasi dana mencapai Rp837 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas internal perusahaan. Buyback ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham perseroan.
Direktur Utama HRUM, Ray Antonio Gunara, menyampaikan bahwa dana tersebut juga mencakup biaya transaksi, jasa pedagang perantara, serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan buyback. Jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan maksimal 751,79 juta lembar atau sekitar 5,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp20 per saham dan total nominal sekitar Rp15,04 miliar.
Program buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 6 Oktober 2025 hingga 2 Januari 2026. Manajemen menegaskan aksi korporasi ini tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, mengingat HRUM memiliki posisi kas yang kuat serta likuiditas yang mencukupi untuk membiayai pembelian saham tanpa mengganggu kebutuhan modal kerja perusahaan.
https://emitennews.com/news/hrum-ungkap-buyback-saham-rp837m-gunakan-kas