Daily News 07 October 2025

October 07, 2025 No. 2899

ADMF

Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) akan menerbitkan surat utang senilai total Rp2,35 triliun, terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VII Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp1,65 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2025 senilai Rp700 miliar. Obligasi ini terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A dengan nilai Rp900 miliar dan bunga 5,50% per tahun berjangka 370 hari, serta Seri B senilai Rp750 miliar dengan bunga 5,65% per tahun berjangka tiga tahun. 

Pembayaran bunga dilakukan tiap tiga bulan, dengan pelunasan penuh saat jatuh tempo. Sementara itu, sukuk mudharabah juga terdiri dari dua seri: Seri A senilai Rp400 miliar dengan imbal hasil indikatif 5,50% per tahun dan Seri B senilai Rp300 miliar dengan imbal hasil indikatif 5,65% per tahun. Pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pelunasan pokok dilakukan penuh pada saat jatuh tempo masing-masing seri.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembiayaan konsumen sesuai kegiatan usaha perseroan, sedangkan dana hasil sukuk mudharabah dipakai untuk pembiayaan kendaraan bermotor berbasis akad murabahah. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 15?16 Oktober 2025, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Oktober 2025.

https://emitennews.com/news/adira-finance-admf-sajikan-obligasi-rp235-t-ini-besaran-bunganya 

BIRD

Blue Bird Tbk.

PT. Blue Bird Tbk. (BIRD) terus memperkuat bisnis transportasi terintegrasinya sepanjang 2025. Hingga Agustus 2025, perseroan telah menambah lebih dari 1.500 armada baru, melampaui target awal tahun sebanyak 1.200 unit. Penambahan ini mencakup seluruh lini layanan seperti Bluebird, Silverbird, Goldenbird, Bigbird, dan Cititrans, sebagai bagian dari strategi ekspansi dan peremajaan armada yang dilakukan secara terukur untuk menjaga keberlanjutan operasional.

Kinerja keuangan Bluebird juga mencatat hasil positif pada paruh pertama 2025, dengan pendapatan naik 15% YoY menjadi Rp2,67 triliun dan laba bersih tumbuh 27,4% YoY menjadi Rp339,1 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh diversifikasi layanan, peningkatan permintaan di segmen sewa kendaraan dan shuttle antarkota, serta strategi peremajaan armada yang konsisten. 

Hingga Agustus, realisasi belanja modal (capex) telah mencapai 74% dari total Rp1,69 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk pembelian armada baru dan pengembangan layanan transportasi massal, termasuk bus BRT. Menatap sisa tahun 2025, Bluebird menargetkan ekspansi ke beberapa kota baru di luar Jawa seiring meningkatnya mobilitas dan pemulihan pariwisata. 

Perusahaan juga berfokus menjaga relevansi bisnis di tengah digitalisasi transportasi dan tren berbagi kendaraan. Dengan strategi ekspansi berimbang serta efisiensi operasional, Bluebird optimistis menutup 2025 dengan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

https://industri.kontan.co.id/news/bluebird-bird-tambah-1500-armada-capex-terserap-74 

BKSL

Sentul City Tbk.

PT. Sentul City Tbk. (BKSL) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transaksi penjualan lahan seluas 152 hektare yang dilakukan oleh anak usahanya, PT. Aftanesia Raya (AFTA), bersama PT. Primatama Cahaya Sentosa (PCS) dan PT. Genting Properti Abadi (GPRA) dengan nilai Rp2,05 triliun. Perseroan menyebut status transaksi saat ini telah pada tahap Penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan akan dilanjutkan dengan Akta Jual Beli pada akhir 2025.

Manajemen menjelaskan bahwa nilai transaksi merupakan hasil kesepakatan para pihak tanpa penilaian independen. Seluruh dana hasil penjualan lahan akan digunakan untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. BKSL juga memastikan bahwa proses due diligence terkait aspek legal, lingkungan, dan perizinan telah diselesaikan sesuai ketentuan, serta pihak pembeli diyakini mampu memenuhi seluruh kewajiban pembayaran.

Perseroan menegaskan tidak terdapat informasi material lain yang memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham. Pada perdagangan 2 Oktober 2025, saham BKSL turun 0,74% ke Rp134 per saham, namun masih mencatat kenaikan 116% dalam enam bulan terakhir dan 103% secara year-to-date.

https://emitennews.com/news/sentul-city-bksl-ungkap-jual-lahan-rp205t 

SMMA

Sinarmas Multiartha Tbk.

PT. Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) melanjutkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III dengan menerbitkan Tahap IV Tahun 2025 senilai Rp1,05 triliun, bagian dari total target Rp5 triliun. Sebelumnya, SMMA telah merampungkan tiga tahap dengan total Rp2,6 triliun. Obligasi ini menawarkan bunga tetap 8% per tahun dengan tenor lima tahun, pembayaran bunga triwulanan mulai 23 Januari 2026, dan pelunasan pada 23 Oktober 2030.

Dana hasil penerbitan dialokasikan Rp896,4 miliar untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2020 Seri B, Rp103,5 miliar untuk Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2025 Seri A, dan sisanya untuk modal kerja seperti biaya operasional, pemasaran, dan pengembangan usaha. Obligasi ini mendapat peringkat “irAA” dari PT. Kredit Rating Indonesia (KRI) yang mencerminkan kemampuan keuangan kuat. 

Penjamin pelaksana emisi meliputi Sinarmas Sekuritas, Aldiracita Sekuritas Indonesia, dan PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) Masa penawaran umum berlangsung 16?20 Oktober 2025, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 24 Oktober 2025.

https://emitennews.com/news/grup-sinarmas-smma-tawarkan-obligasi-rp105t-bunga-8-ini-jadwalnya