Daily News 20 October 2025

October 20, 2025 No. 2909

IPCM

Jasa Armada Indonesia Tbk.

PT. Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) menuntaskan penjualan saham hasil pembelian kembali (treasury stock) di Bursa Efek Indonesia. Perseroan melepas 3.391.100 lembar saham treasury dengan harga rata-rata Rp305,55 per saham, sehingga nilai transaksi terkumpul Rp1.036.159.067. Periode penjualan berlangsung pada 1?13 Oktober 2025, dengan PT. BNI Sekuritas bertindak sebagai anggota bursa pelaksana. Saham treasury tersebut berasal dari program buyback IPCM pada 18 Juni 2020.

Manajemen menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pengelolaan struktur permodalan yang lebih efisien sekaligus meningkatkan free float. Setelah transaksi rampung, sisa saham treasury yang masih tercatat berjumlah 4.648.700 lembar, sehingga ruang manuver perseroan untuk aksi korporasi lanjutan tetap tersedia jika dibutuhkan.

IPCM menekankan bahwa penjualan dilakukan melalui mekanisme pasar reguler sesuai ketentuan harga dan tata cara perdagangan bursa yang berlaku. Dengan selesainya aksi ini, perseroan berharap likuiditas saham IPCM tetap terjaga dan komposisi ekuitas semakin berkualitas guna mendukung strategi operasional perusahaan ke depan.

https://emitennews.com/news/ipcm-lepas-treasury-raup-dana-segini

MMIX

Multi Medika Internasional Tbk.

PT. Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) mengesahkan pembagian saham bonus maksimum 2.400.212.690 lembar dengan rasio 1:1 (setiap 1 saham lama memperoleh 1 saham bonus). Aksi ini bersumber dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham) sebesar Rp60,005 miliar per 31 Desember 2024. Sejalan dengan aksi korporasi tersebut, perseroan menyesuaikan modal dasar dan modal ditempatkan/disetor penuh menjadi setara 4,8 miliar saham bernilai nominal Rp25 per saham.

Manajemen menyebut pembagian saham bonus ditujukan memperkuat struktur permodalan sekaligus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di tengah strategi ekspansi bisnis alat kesehatan. Jadwalnya: cum saham bonus pasar reguler/negosiasi pada 23 Oktober 2025 dan ex pada 24 Oktober 2025; cum pasar tunai 28 Oktober 2025; recording date 27 Oktober 2025; distribusi saham bonus oleh KSEI pada 10 November 2025.

Dari sisi pasar, saham MMIX pada Jumat (17/10) ditutup di Rp420 (+3,32% harian), naik 7,14% dalam sebulan dan melesat sekitar 303% dalam enam bulan terakhir. Perseroan berharap aksi saham bonus dapat memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas, dan selaras dengan rencana pengembangan kapasitas serta jaringan distribusi produk kesehatan ke depan.

https://emitennews.com/news/mmix-dapat-restu-bagi-saham-bonus-cek-jadwalnya

MTLA

Metropolitan Land Tbk.

PT. Metropolitan Land Tbk. (MTLA) membukukan marketing sales Rp1,345 triliun hingga kuartal III-2025, setara 67% dari target tahunan Rp2 triliun dan naik sekitar 4% secara tahunan. Manajemen menyebut momentum perpanjangan PPN DTP menjadi pendorong penting, dengan kontribusi program tersebut mencapai sekitar 52% dari penjualan residensial sampai akhir September. Untuk mempercepat konversi menjadi pendapatan, MTLA fokus pada percepatan serah terima unit dan menjaga kelancaran progres proyek. Di sisi pengembangan, perusahaan merilis produk baru seperti Walden phase 2 di Metland Transyogi dan Conifera di Metland Menteng pada kuartal III-2025.

Strategi tahun ini diarahkan untuk memaksimalkan demand segmen rumah tapak yang tetap resilien, didukung kurasi produk di lokasi bertumbuh serta skema pembayaran yang adaptif. MTLA juga menyiapkan pipeline pemasaran yang memanfaatkan insentif PPN DTP, sekaligus memperkuat kampanye digital dan aktivitas on-site untuk mengonversi prospek menjadi penjualan. Perseroan tengah menyusun anggaran 2026 dan menargetkan pertumbuhan kinerja, meski rincian target belum diungkap.

Arah 2026 akan melanjutkan pengembangan proyek berjalan―termasuk Metland Cikarang dan Metland Kertajati yang masih relatif baru―seraya menjaga kualitas eksekusi, kecepatan konstruksi, dan kontrol biaya.  Di pasar saham, MTLA ditutup di Rp436 per saham (19/10/2025), melemah 5,22% sebulan terakhir dan turun 9,17% year to date, sehingga manajemen menekankan pentingnya disiplin eksekusi untuk menopang kinerja operasional dan keuangan hingga akhir tahun.

https://industri.kontan.co.id/news/marketing-sales-metropolitan-land-mtla-capai-rp-134-triliun-per-kuartal-iii-2025

WSBP

Waskita Beton Precast Tbk.

PT. Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) membukukan pendapatan usaha Rp1,17 triliun per Kuartal III-2025, turun 12,45% YoY. Kontributor terbesar berasal dari beton precast Rp528,66 miliar (45,26%), disusul readymix & quarry Rp358,99 miliar (30,73%), serta jasa konstruksi Rp280,51 miliar (24,01%). Perseroan menekankan optimasi produksi, pemeliharaan aset, dan inovasi teknologi untuk menjaga kualitas dan efisiensi. Hingga akhir September, nilai kontrak dikelola mencapai Rp2,12 triliun dan kontrak baru Rp838,09 miliar (70,24% proyek eksternal).

Proyek yang tengah berjalan antara lain suplai Tangguh UCC, Peningkatan Jalan Paket C KIPP 1B?1C, pembangunan kawasan Basilika & Gereja Nusantara, Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, serta Tembok Penahan Jembatan Enim 1?Enim 2. Dari sisi profitabilitas, WSBP mencatat laba kotor Rp201,49 miliar (GPM 17,25%) dan efisiensi G&A ke Rp273,47 miliar.

Pada restrukturisasi, pembayaran CFADS Tahap VI Rp112,34 miliar (kumulatif Rp541,74 miliar) dan PMTHMETD Tahap V Rp47,96 miliar membawa total konversi saham ke Rp1,55 triliun (?90,23% target). Alhasil, rugi bersih menyusut 49,39% menjadi Rp324,21 miliar dari Rp640,65 miliar.

https://industri.kontan.co.id/news/waskita-beton-precast-wsbp-bukukan-pendapatan-rp-117-triliun-per-kuartal-iii-2025