Daily News 21 October 2025

October 21, 2025 No. 2910

ASSA

Adi Sarana Armada Tbk.

PT. Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) membukukan pendapatan Rp4,41 triliun per 30 September 2025, naik 21% YoY. Pertumbuhan terutama ditopang pilar pengiriman & logistik dengan kontribusi Rp1,9 triliun (+39%), disusul segmen sewa kendaraan dan Autopool senilai Rp1,2 triliun. Laba bersih melonjak 63,9% menjadi Rp348,6 miliar, menegaskan efektivitas strategi pertumbuhan berkelanjutan di tiga pilar utama bisnis.

Segmen logistik menjadi motor utama melalui pengembangan layanan end-to-end, perluasan warehouse, transport management system, dan peningkatan efisiensi operasional. ASSA juga memperkuat lini cold chain lewat ekspansi fasilitas Coldspace di Pulo Gadung yang ditargetkan beroperasi akhir 2025, serta memperluas jaringan Cargoshare di lokasi-lokasi strategis untuk memperbesar kapasitas distribusi.

Di sisi lain, ekosistem kendaraan bekas tumbuh signifikan dengan penjualan mobil bekas mencapai Rp806,7 miliar (+24% YoY). Melalui anak usaha Autopedia, ASSA memperluas jangkauan Caroline.id (17 outlet di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) serta mengoptimalkan jaringan lelang JBA dan layanan gadai MotoGadai.

Untuk segmen rental, perseroan terus mendiversifikasi basis pelanggan dan menjaga kehati-hatian di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.

https://emitennews.com/news/laba-bersih-emiten-tp-rachmat-assa-melonjak-64-persen

BBCA

Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan entitas anak membukukan pertumbuhan kredit 7,6% YoY menjadi Rp944 triliun per September 2025, didukung likuiditas kuat dan DPK yang naik 7,0% YoY. CASA tetap dominan ~83,8% dari total DPK dan tumbuh 9,1% YoY ke Rp999 triliun. Laba bersih 9M25 naik 5,7% YoY menjadi Rp43,4 triliun.

Dari sisi portofolio, kredit korporasi tumbuh 10,4% YoY ke Rp436,9 triliun; komersial 5,7% ke Rp142,9 triliun; UKM 7,7% ke Rp129,3 triliun; dan konsumer 3,3% ke Rp223,6 triliun, dengan KPR naik 6,4% ke Rp138,8 triliun serta pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) naik 6,9% ke Rp23,5 triliun.

Kualitas aset terjaga: LAR 5,5% (dari 6,1%), NPL 2,1%, dengan coverage NPL 166,6% dan LAR 69,5%. Pembiayaan berkelanjutan naik 12,7% YoY ke Rp241 triliun (25,5% dari total). Perseroan mendorong pembiayaan lewat BCA Expo yang diperpanjang hingga 31 Oktober serta BCA UMKM Fest (menjangkau >1.700 UMKM).

Secara digital, myBCA menambah OTP in-app, myBCA Keyboard, pengaturan akses instan, dan Poket Valas kini 18 mata uang; QRIS cross-border sudah bisa dipakai di Jepang. Inisiatif ESG juga dijalankan di BCA Expo melalui pengelolaan sampah yang diperkirakan mengurangi emisi ~18,1 ton CO₂.

https://emitennews.com/news/bca-cetak-laba-rp434t-tumbuh-57-persen-di-kuartal-iii-2025

IPCC

Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

PT. Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) membukukan laba Rp190,29 miliar per 30 September 2025, naik 28,5% YoY, dengan EPS dasar Rp104,65. Pendapatan operasi tumbuh 12,7% menjadi Rp660,24 miliar, sementara beban pokok pendapatan naik ke Rp371,75 miliar sehingga laba kotor menguat ke Rp288,48 miliar. Di sisi opex, beban umum dan administrasi meningkat ke Rp63,13 miliar, namun efisiensi pada pos lain menahan tekanan margin.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan pengendalian biaya tetap menjaga profitabilitas di level yang sehat dibanding tahun lalu. Secara operasional, beban operasi lainnya turun ke Rp9,79 miliar dari Rp14,97 miliar, ikut mendongkrak laba usaha menjadi Rp218,42 miliar. Pendapatan operasi lainnya terkoreksi ke Rp2,86 miliar, tetapi tertutup oleh kenaikan pendapatan keuangan ke Rp43,69 miliar, meski beban keuangan juga meningkat ke Rp25,25 miliar.

Alhasil, laba sebelum pajak melesat ke Rp236,86 miliar dari Rp187,34 miliar. Dinamika ini menegaskan perbaikan kualitas earnings meski biaya pendanaan dan opex administratif masih menanjak. Di neraca, total aset naik ke Rp1,92 triliun dengan ekuitas menguat ke Rp1,34 triliun dan liabilitas berada di Rp586,72 miliar, mencerminkan struktur permodalan yang tetap solid untuk menopang ekspansi layanan terminal kendaraan.

Perbaikan kinerja ini memberi ruang IPCC menjaga arus kas operasional, meningkatkan kapabilitas layanan, dan memperkuat resiliensi terhadap siklus permintaan otomotif. Ke depan, fokus pada efisiensi biaya dan monetisasi layanan bernilai tambah berpeluang mempertahankan tren pertumbuhan kinerja.

https://emitennews.com/news/surplus-29-persen-kuartal-iii-2025-ipcc-raup-laba-rp19029-miliar

SNLK

Sunter Lakeside Hotel Tbk.

PT. Sunter Lakeside Hotel Tbk. (SNLK) membukukan rugi bersih Rp5,73 miliar pada 9M25, melebar 173,6% YoY dari rugi Rp2,09 miliar. Pendapatan turun 20,5% YoY menjadi Rp30,05 miliar; laba bruto ikut susut 23,6% ke Rp16,47 miliar. Di operasional, beban usaha turun tipis 4,6% menjadi Rp16,04 miliar, namun kenaikan penyusutan (Rp7,23 miliar, +4,2%) menekan margin meski pendapatan lain-lain dan pendapatan keuangan masing-masing naik 59,8% dan 75,2%.

Dari neraca, aset per 30 Sep 2025 tercatat Rp204,81 miliar (-4,2% YtD), liabilitas turun ke Rp42,46 miliar (-7,1% YtD) dengan penurunan terbesar pada liabilitas sewa jangka panjang; ekuitas menyusut menjadi Rp162,35 miliar (-3,4% YtD). Arus kas operasi melambat menjadi Rp1,63 miliar (-55,8% YoY); kas akhir periode turun 13,8% ke Rp20,57 miliar seiring defisit arus kas investasi dan pendanaan.

Di pasar, saham SNLK pada Senin (20/10) ditutup Rp410 (-0,97%). Dalam 1 bulan turun 10,4%, 6 bulan turun 38,8%, dan YtD turun 35,4%.

https://emitennews.com/news/snlk-catat-rugi-bengkak-173-persen-di-kuartal-iii-2025