Daily News 22 October 2025

October 22, 2025 No. 2911

GUNA

Gunanusa Eramandiri Tbk.

PT. Gunanusa Eramandiri Tbk. (GUNA) mencatat laba bersih kuartal III-2025 sebesar Rp48,01 miliar, tumbuh 37,05% YoY sehingga laba per saham dasar naik ke Rp19 dari Rp16. Penjualan menanjak 21,35% menjadi Rp1,25 triliun dengan HPP Rp1,09 triliun, mengantar laba kotor ke Rp161,14 miliar (+25,47% YoY). Perbaikan margin didukung beban penjualan, umum, dan administrasi yang turun ke Rp56,15 miliar dari Rp59,05 miliar.

Di level operasional, laba operasi meningkat tajam ke Rp104,26 miliar dari Rp70,16 miliar, meski pendapatan keuangan susut menjadi Rp944,02 juta dan beban keuangan naik tipis ke Rp7,73 miliar. Pos lain-lain berbalik menekan (pengeluaran Rp722,48 juta vs surplus Rp797,02 juta tahun lalu). Secara total, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp76,02 miliar, naik dari Rp49,92 miliar.

Dari neraca, ekuitas menguat menjadi Rp723,21 miliar dibanding akhir 2024 Rp679,19 miliar, mencerminkan akumulasi laba. Liabilitas meningkat ke Rp387 miliar dari Rp300,94 miliar, sejalan ekspansi, sementara total aset melejit ke Rp1,11 triliun dari Rp980,13 miliar. Momentum pertumbuhan top line dan efisiensi opex menjadi penopang utama kinerja kuartal ini.

https://emitennews.com/news/surplus-37-persen-kuartal-iii-2025-guna-kemas-laba-rp48-miliar

PJAA

Pembangunan Jaya Ancol Tbk

PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) membukukan laba bersih yang diatribusikan ke pemilik Rp58,63 miliar per 30 September 2025, turun 41,7% YoY seiring pendapatan usaha melemah 9,4% menjadi Rp798,53 miliar. Laba bruto ikut tertekan 18,2% ke Rp358,49 miliar, terutama karena penurunan di segmen rekreasi dan real estat, meski beban pokok/biaya langsung turun tipis 0,7%. Alhasil, laba usaha menyusut 31,1% ke Rp164,29 miliar; setelah beban keuangan Rp56,47 miliar dan pajak Rp29,76 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp58,19 miliar.

Struktur keuangan menunjukkan perbaikan di sisi kewajiban jangka pendek: total liabilitas turun 9,4% menjadi Rp1,68 triliun, didorong pelunasan besar utang bank jangka pendek (turun 89,8% ke Rp24,85 miliar). Liabilitas jangka pendek menyusut 39,8% ke Rp342,47 miliar, sementara liabilitas jangka panjang naik tipis 4,1% ke Rp1,34 triliun. Ekuitas meningkat 1,1% ke Rp1,75 triliun, namun total aset turun 4,3% ke Rp3,44 triliun.

Dari arus kas, CFO naik 32,9% YoY menjadi Rp113,60 miliar, tetapi arus pendanaan negatif Rp198,64 miliar seiring pembayaran utang dan dividen, sehingga kas akhir periode menyusut 49,1% menjadi Rp135,20 miliar. Secara keseluruhan, profitabilitas tertekan oleh pelemahan pendapatan, namun de-leveraging jangka pendek dan ekuitas yang naik memberi ruang untuk perbaikan operasional ke depan.

https://emitennews.com/news/pjaa-catat-laba-anjlok-418-di-kuartal-iii-2025

PPRO

PP Properti Tbk.

PT. PP Properti Tbk. (PPRO) membukukan rugi bersih Rp37,02 miliar per 30 September 2025, menyusut 94,85% YoY dari rugi Rp720,23 miliar; EPS dasar membaik ke Rp0,63 dari Rp12,22. Pendapatan usaha turun 19,74% YoY menjadi Rp230,97 miliar, sementara beban pokok penjualan menurun ke Rp223,89 miliar sehingga laba kotor tertekan menjadi Rp7,08 miliar (-77,48% YoY). Beban usaha relatif terjaga di Rp39,45 miliar, mencerminkan disiplin pengendalian biaya operasional di tengah pelemahan penjualan.

Di bawahnya, beban keuangan turun tajam ke Rp141,41 miliar dari Rp697 miliar, didampingi lonjakan penghasilan lain-lain menjadi Rp136,66 miliar (dari minus Rp3,69 miliar), serta beban CKPN naik ke Rp5,77 miliar. Kombinasi faktor tersebut menghasilkan laba sebelum pajak Rp46,17 miliar (vs Rp721,32 miliar tahun lalu), namun setelah pajak final dan penyesuaian lainnya, PPRO tetap mencatat rugi bersih tahun berjalan Rp47,25 miliar―jauh lebih kecil dibanding tahun lalu.

Struktur neraca menunjukkan perbaikan signifikan: ekuitas naik ke Rp11,78 triliun (dari Rp2,19 triliun) seiring aksi penyehatan, sementara liabilitas turun tajam ke Rp5,96 triliun (dari Rp16,04 triliun) dan aset menjadi Rp17,74 triliun (dari Rp18,24 triliun). Secara keseluruhan, penurunan beban keuangan dan peningkatan pos non-operasional menjadi katalis utama penyusutan rugi, meski tantangan profitabilitas inti (laba kotor) masih membayangi.

https://emitennews.com/news/terpangkas-95-persen-rugi-ppro-kuartal-iii-2025-sisa-rp37-miliar

SDMU

Sidomulyo Selaras Tbk.

PT. Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) memperoleh restu pemegang saham untuk mengubah klasifikasi 1,13 miliar saham menjadi seri A bernominal Rp100 dan membentuk saham seri B bernominal Rp50, sebagai bagian dari rencana private placement guna memperbaiki struktur permodalan melalui konversi utang. Perseroan menyiapkan penerbitan 1,11 miliar saham baru (setara 49,56% saham beredar) dengan harga pelaksanaan Rp55 per saham, bernilai sekitar Rp61,35 miliar, yang seluruhnya dialokasikan untuk konversi piutang Tjoe Mien Sasminto (TMS) menjadi ekuitas. Aksi ini ditopang persetujuan RUPSLB 17 Oktober 2025 serta persetujuan pembatasan (negative covenant) dari Bank Central Asia (BBCA) pada 4 Juli 2025.

Manajemen menilai skema konversi akan menurunkan beban keuangan, memperkuat ekuitas, dan memperbaiki profil leverage: rasio aset terhadap kewajiban jangka pendek diproyeksikan naik menjadi 95,86% (dari 30,15%), sementara rasio kewajiban terhadap ekuitas membaik ke 58,59% (dari 517,56%). Pasca transaksi, TMS berpotensi menjadi pemegang saham pengendali, sementara porsi kepemilikan Asabri diperkirakan menyusut menjadi sekitar 9,11% dari sebelumnya 18,06%. Langkah ini diharapkan menambah ruang manuver untuk pemulihan operasional tanpa tekanan arus kas bunga yang tinggi.

Utang yang dikonversi berawal dari fasilitas Bank Permata Maret 2012 untuk pembelian armada, isotank, tanah, dan modal kerja, yang kemudian dialihkan berturut-turut ke SC Lowy, Layman Holdings, hingga akhirnya ke TMS pada akhir 2023. Setelah serangkaian pembayaran dan keringanan (termasuk potongan Rp30 miliar dari TMS), sisa kewajiban tercatat sekitar Rp76,39 miliar sebelum dikonversi. Dengan penyelesaian melalui ekuitas, SDMU menargetkan struktur permodalan yang lebih sehat dan profitabilitas yang lebih baik ke depan.

https://emitennews.com/news/dapat-restu-sdmu-akselerasi-private-placement-rp6135-miliar