Daily News 23 October 2025

October 23, 2025 No. 2912

DCII

DCI Indonesia Tbk.

PT. DCI Indonesia Tbk. (DCII) mencatat lonjakan laba bersih hingga Rp825,09 miliar per 30 September 2025 (+83,4% YoY), didorong pertumbuhan pendapatan menjadi Rp1,92 triliun (+74,4% YoY) dan disiplin beban. Laba kotor naik 71,1% menjadi Rp1,08 triliun, sementara laba usaha melesat 76,5% ke Rp999,35 miliar setelah beban pemasaran Rp3,13 miliar dan G&A Rp77,93 miliar.

Dari sisi keuangan, beban bunga hanya naik tipis ke Rp64,06 miliar dan pendapatan bunga Rp5,96 miliar, sehingga laba bersih periode berjalan mencapai Rp825,09 miliar (EPS dasar Rp346, dari Rp189). Arus profitabilitas yang kuat mencerminkan scale-up kapasitas pusat data dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Neraca turut menguat: total aset naik menjadi Rp5,69 triliun (+18,1% YtD), ekuitas tumbuh ke Rp3,83 triliun (+27,5%), dan liabilitas relatif stabil Rp1,86 triliun (+2,4%). Di pasar, saham DCII pada Rabu (22/10) menguat 0,63% ke Rp279.650 per lembar.

https://emitennews.com/news/dcii-cetak-laba-rp825m-naik-834-di-kuartal-iii-2025

ESSA

ESSA Industries Indonesia Tbk.

PT. ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) membukukan laba bersih USD21,3 juta per 30 September 2025, turun 36,5% YoY (EPS dasar & dilusian USD1,237 dari USD1,948). Pendapatan ikut terkoreksi 12,9% YoY menjadi USD200,35 juta, sementara laba kotor menyusut 36,7% ke USD55,57 juta seiring normalisasi margin. Beban penjualan dan G&A relatif terkendali, pendapatan keuangan turun, dan beban keuangan berkurang tajam; ekuitas naik tipis ke USD556,61 juta, liabilitas turun menjadi USD53,68 juta, dan aset menjadi USD610,29 juta.

Secara operasional, pabrik amonia beroperasi di tingkat utilisasi 113% dengan total 9,1 juta jam kerja aman tanpa LTI. Kilang LPG membukukan 6,3 juta jam kerja aman kumulatif dan ketersediaan fasilitas 99,7% selama >6 tahun tanpa plant trip. Meski demikian, penurunan harga amonia sekitar 10% dan LPG ~2% menjadi tekanan eksternal utama terhadap kinerja kuartal berjalan.

Ke depan, ESSA menegaskan fokus transisi rendah karbon: mempersiapkan konversi fasilitas amonia menjadi amonia rendah karbon dengan target penangkapan & penyimpanan ~1 juta ton CO₂ per tahun, serta menjajaki proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF). Manajemen menyebut posisi “tanpa utang” memberi fleksibilitas pendanaan untuk ekspansi proyek-proyek strategis sekaligus menjaga kesinambungan operasi pasca perawatan pemasok gas hulu.

https://emitennews.com/news/anjlok-37-persen-laba-essa-kuartal-iii-2025-sisa-usd213-juta

MPRO

Maha Properti Indonesia Tbk.

PT. Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) membukukan rugi bersih Rp54,87 miliar per 30 September 2025, membengkak 99,5% YoY dari rugi Rp27,5 miliar. Rugi per saham dasar naik ke Rp0,00552. Pelemahan didorong pendapatan yang turun 56% YoY menjadi Rp2,51 miliar dan margin yang menyempit (laba kotor Rp527 juta, -69% YoY), sementara beban pajak melonjak tajam ke Rp23,74 miliar.

Di sisi operasional, beban penjualan naik menjadi Rp569 juta, beban umum & administrasi turun ke Rp14,4 miliar, dan beban lain-lain menurun, namun beban keuangan bertambah ke Rp14,89 miliar. Alhasil, rugi usaha melebar ke Rp40,26 miliar dan rugi sebelum pajak Rp54,89 miliar, meski ada pendapatan keuangan Rp260 juta.

Neraca menunjukkan ekuitas turun ke Rp1,19 triliun, dengan defisit akumulasi melebar ke Rp204,87 miliar. Liabilitas meningkat ke Rp485,51 miliar, sementara total aset turun tipis ke Rp1,67 triliun, mencerminkan tekanan keuangan di tengah pendapatan yang menipis dan biaya pendanaan yang lebih tinggi.

https://emitennews.com/news/makin-bengkak-emiten-sri-tahir-mpro-defisit-rp20487-miliar

PTRO

Petrosea Tbk

PT. Petrosea Tbk. (PTRO) mencatat laba bersih USD6,93 juta per 30 September 2025, melonjak 142,3% YoY dari USD2,86 juta. Namun, EPS dasar justru turun menjadi USD0,0007 dari USD0,0029, mengindikasikan potensi dilusi/kenaikan jumlah saham beredar. Pendapatan naik 18,4% YoY ke USD603,84 juta, dengan laba kotor meningkat ke USD73,75 juta dari USD71,87 juta.

Di sisi beban, biaya usaha langsung membengkak ke USD530,08 juta (dari USD438,03 juta), sementara beban penjualan & administrasi turun ke USD31,91 juta. Beban bunga dan keuangan melonjak ke USD35,28 juta, offset sebagian oleh pendapatan bunga USD2,21 juta dan perbaikan pos lain-lain yang berbalik menjadi laba USD8,04 juta. Laba sebelum pajak naik ke USD11,27 juta dan laba periode berjalan ke USD8,19 juta.

Neraca menunjukkan ekspansi signifikan: aset naik ke USD1,39 miliar (dari USD867,26 juta), liabilitas melonjak ke USD1,12 miliar (dari USD617,51 juta), dan ekuitas meningkat ke USD270,1 juta (dari USD249,75 juta). Kenaikan liabilitas yang lebih cepat dari ekuitas menandakan leverage lebih tinggi di tengah fase pertumbuhan perseroan.

https://emitennews.com/news/surplus-142-persen-emiten-prajogo-ptro-raup-laba-usd693-juta