Daily News 24 October 2025

October 24, 2025 No. 2913

ADHI

Adhi Karya (Persero) Tbk

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) membukukan laba bersih Rp4,42 miliar per 30 September 2025, ambles 93,62% YoY; EPS turun ke Rp0,53. Pendapatan usaha menurun 38,31% YoY menjadi Rp5,65 triliun, sementara laba kotor relatif tertahan di Rp833,65 miliar (-3,46% YoY). Efisiensi beban operasional menjaga laba usaha naik tipis ke Rp260,48 miliar, namun kontribusi ventura bersama turun tajam ke Rp321,64 miliar dan entitas asosiasi berbalik rugi Rp10,81 miliar.

Beban keuangan masih tinggi Rp523,71 miliar; pra-pajak menyusut ke Rp30,4 miliar dan laba periode berjalan Rp21,33 miliar. Neraca relatif stabil: ekuitas naik tipis ke Rp9,7 triliun, liabilitas turun ke Rp23,92 triliun, dan aset menjadi Rp33,62 triliun. Secara keseluruhan, penurunan proyek/kinerja JV serta beban bunga menekan bottom line, meski efisiensi biaya operasional mulai terasa.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-adhi-terpangkas-9362-persen

AKRA

AKR Corporindo Tbk

PT. AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatat laba bersih Rp1,65 triliun per Kuartal III-2025, naik 12,29% YoY, ditopang pendapatan yang meningkat 13,22% YoY menjadi Rp32,39 triliun dan laba kotor Rp2,76 triliun (+17,58% YoY). Dari neraca, aset bertambah ke Rp33,72 triliun, liabilitas naik ke Rp19,16 triliun, sementara ekuitas sedikit turun menjadi Rp14,56 triliun.

Pendorong utama berasal dari pendapatan berulang JIIPE; segmen kawasan industri membukukan Rp1,26 triliun, dengan lonjakan pendapatan utilitas hingga 199%, disertai monetisasi lahan dan sewa yang stabil. Manajemen menyebut utilitas mulai mengalir seiring penyewa utama beroperasi penuh dan menaikkan kapasitas produksi.

Ke depan, AKRA memprioritaskan optimalisasi perdagangan & distribusi, ekspansi ke Indonesia Timur, serta penguatan jaringan B2C. Perseroan optimistis iklim investasi mendorong penjualan lahan di JIIPE SEZ dan memperbesar kontribusi pendapatan utilitas berulang.

https://investor.id/market/414476/akr-corporindo-akra-cetak-kenaikan-laba-1229

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membukukan laba bersih Rp2,3 triliun hingga kuartal III-2025, tumbuh 10,6% YoY dari Rp2,08 triliun. Kenaikan ditopang pendapatan bunga kredit yang naik 18,8% YoY menjadi Rp26,57 triliun, sementara beban bunga hanya meningkat 2,5% YoY ke Rp13,81 triliun sehingga memperbaiki efisiensi biaya pendanaan. Pendapatan bunga bersih melonjak 43,5% YoY menjadi Rp12,76 triliun, mengerek NIM 101 bps ke 3,9% (dari 2,9%).

Upaya efisiensi juga tercermin dari penurunan cost-to-income ratio (CIR) menjadi 47,8% per September 2025, dibanding 59,9% setahun sebelumnya, menandakan perbaikan profitabilitas yang lebih merata di seluruh lini. Manajemen menyebut pertumbuhan DPK 11,18% YoY melampaui rata-rata industri, didorong kenaikan deposito ritel berbiaya rendah dan naiknya porsi CASA yang kini mendekati setengah total DPK.

Peningkatan transaksi melalui aplikasi Bale by BTN ikut menguatkan dana murah dan basis likuiditas, menopang bisnis pembiayaan perumahan sebagai fokus utama perseroan.

https://emitennews.com/news/btn-cetak-laba-rp23t-naik-106-di-kuartal-iii-2025

NSSS

Nusantara Sawit Sejahtera Tbk.

PT. Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) membukukan laba bersih Rp554,12 miliar per 30 September 2025, melesat 309,3% YoY dari Rp135,38 miliar; EPS naik ke Rp23,28 dari Rp5,69. Penjualan mencapai Rp1,49 triliun (+56,84% YoY) dengan beban pokok Rp681,48 miliar, mendorong laba kotor Rp810,03 miliar (+163,31% YoY).Di operasional, beban penjualan turun ke Rp5,2 miliar, beban umum & administrasi naik ke Rp58,2 miliar; pendapatan operasi lain Rp3,78 miliar dan beban operasi lain turun ke Rp528,97 juta.

Laba usaha menanjak 163,78% menjadi Rp765,43 miliar; pendapatan keuangan Rp23,15 miliar, beban keuangan menurun ke Rp115,42 miliar, menghasilkan laba periode berjalan Rp554,12 miliar. Neraca membaik: ekuitas naik ke Rp1,91 triliun (dari Rp1,36 triliun), liabilitas turun menjadi Rp2,2 triliun (dari Rp2,36 triliun), dan aset meningkat ke Rp4,12 triliun (dari Rp3,72 triliun).

Perubahan nilai wajar aset biologis tercatat Rp15,55 miliar (lebih rendah dari Rp31 miliar tahun lalu) namun tidak menghalangi lonjakan profitabilitas keseluruhan.

https://emitennews.com/news/laba-nsss-kuartal-iii-2025-melambung-3093-persen