Daily News 27 October 2025

October 27, 2025 No. 2914

CFIN

Clipan Finance Indonesia Tbk

PT. Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) membukukan laba bersih Rp135,65 miliar per 30 September 2025, turun 15,56% YoY dari Rp160,66 miliar. Laba per saham ikut menurun menjadi Rp34,05 dari Rp40,32 seiring pelemahan kinerja top line dan kenaikan biaya kredit bermasalah. Pendapatan tercatat Rp1,22 triliun (-10,29% YoY): pembiayaan konsumen Rp896,12 miliar (turun), pendapatan lain-lain Rp265,02 miliar (turun), sewa pembiayaan Rp53,89 miliar (naik), serta jual & sewa balik Rp8,18 miliar (naik).

Beban turun 7,82% menjadi Rp1,06 triliun didorong efisiensi bunga, G&A, dan tenaga kerja, namun kerugian penurunan nilai aset keuangan naik ke Rp403,91 miliar. Pada neraca, aset turun menjadi Rp9,74 triliun, ekuitas terkoreksi ke Rp5,70 triliun, dan liabilitas menurun dibanding akhir 2024. Secara keseluruhan, perbaikan efisiensi menahan penurunan kinerja, namun tekanan kualitas aset masih membatasi pemulihan laba.

https://emitennews.com/news/laba-dan-pendapatan-cfin-kuartal-iii-2025-kompak-jeblok

DGIK

Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.

PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. (DGIK) membukukan laba bersih Rp32,33 miliar pada kuartal I-2025, tumbuh 62,95% YoY (EPS dasar Rp6,29). Lonjakan ini ditopang pendapatan Rp627,56 miliar (+62,19% YoY) meski beban kontrak ikut naik ke Rp536,57 miliar, sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp90,98 miliar. Di bawah operasional, laba usaha naik ke Rp25,96 miliar (dari Rp17,56 miliar), didukung pendapatan lain-lain Rp10,33 miliar (naik tajam) dan kontribusi entitas asosiasi Rp4,51 miliar.

Laba proyek ventura bersama turun ke Rp7,32 miliar, sementara beban keuangan meningkat ke Rp12,73 miliar dan G&A ke Rp60,92 miliar. Posisi keuangan membaik: ekuitas naik ke Rp714,55 miliar, defisit mengecil ke Rp63,66 miliar. Aset meningkat menjadi Rp1,42 triliun seiring liabilitas yang naik ke Rp712,03 miliar untuk mendukung ekspansi proyek.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-dgik-melejit-63-persen

GJTL

Gajah Tunggal Tbk

PT. Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) membukukan laba bersih Rp789,69 miliar per Kuartal III-2025, turun 20% yoy dari Rp988,55 miliar. Pendapatan bersih Rp13,12 triliun (-2,38% yoy), sementara beban pokok penjualan naik sehingga laba kotor susut ke Rp2,49 triliun dari Rp2,93 triliun. Implikasinya, margin kotor menipis ke ~19,0% (sebelumnya ~21,8%), sejalan dengan tekanan biaya bahan baku/produksi yang menekan profitabilitas meski penjualan relatif stabil. EPS dasar ikut turun menjadi Rp226,6 dari Rp283,7.

Di pos operasional, beban penjualan turun tipis ke Rp726,51 miliar, namun beban umum & administrasi naik ke Rp577,7 miliar. Dari sisi keuangan, beban bunga menurun ke Rp355,9 miliar (dari Rp46,7 miliar tahun lalu tercatat rendah―basis perbandingan tinggi), dan ada keuntungan selisih kurs Rp98,18 miliar (vs rugi Rp22,82 miliar), yang membantu meredam penurunan laba.

Kontribusi entitas asosiasi/ventura bersama berbalik positif Rp10,07 miliar (dari rugi), sementara penghasilan bunga naik menjadi Rp15,38 miliar, dan keuntungan lain-lain turun ke Rp80,56 miliar. Pada neraca, aset meningkat ke Rp22,31 triliun (dari Rp20,56 triliun), liabilitas ke Rp12,2 triliun (dari Rp11,1 triliun), dan ekuitas menguat ke Rp10,1 triliun (dari Rp9,45 triliun).

Struktur permodalan relatif seimbang (liabilitas ~54,7% dari aset, ekuitas ~45,3%), memberi ruang untuk manuver operasional. Ke depan, pemulihan margin akan bergantung pada disiplin biaya dan dinamika harga input, sembari memanfaatkan tailwind kurs yang sempat positif tahun ini.

https://emitennews.com/news/laba-dan-pendapatan-emiten-kebanggaan-lo-kheng-hong-gjtl-anjlok

PGEO

Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) membukukan laba bersih USD104,27 juta per 30 September 2025, turun 22,18% YoY dari USD133,99 juta. Pendapatan naik tipis 4,19% menjadi USD318,86 juta, namun beban pokok dan beban langsung meningkat ke USD140,21 juta, menekan laba kotor menjadi USD178,64 juta. Laba usaha ikut susut ke USD158,59 juta seiring naiknya beban umum & administrasi ke USD21,16 juta.

Di bawah, kinerja tertekan oleh rugi selisih kurs USD10,22 juta (vs surplus USD13,05 juta tahun lalu) dan beban keuangan yang naik ke USD22,87 juta, sementara pendapatan keuangan turun ke USD22,04 juta. Alhasil, laba sebelum pajak menyusut ke USD147,51 juta dan laba per saham dasar turun menjadi USD0,0025 (sebelumnya USD0,0032).

Dari neraca, aset tercatat USD2,96 miliar (sedikit turun), liabilitas turun ke USD957,39 juta, dan ekuitas relatif stabil sekitar USD2,0 miliar. Secara ringkas, kombinasi biaya yang meningkat, rugi kurs, dan beban bunga yang lebih tinggi mengimbangi pertumbuhan pendapatan.

https://emitennews.com/news/merosot-22-persen-laba-pgeo-kuartal-iii-2025-sisa-usd10427-juta